INFO NABIRE
Home » Blog » Evaluasi Program Landasan Kompak Di Nabire

Evaluasi Program Landasan Kompak Di Nabire

Kompak yang bergerak di beberapa propinsi, khusus di Papua bergerak di bidang program landasan, melalui konsorsium di kelola oleh Yayasan Bhakti Bina Dharma berharap kepada pemerintah Nabire dengan telah dilaksanakan program landasan agar dapat melakukan perbaikan perencanaan basis data, tatakelola pelayanan publik yang lebih baik.

Terkait dengan akan berakhirnya program landasan tersebut maka Yayasan Bhakti Bina Dharma yang bertanggungjawab atas program landasan Kabupaten Nabire gelar evaluasi program landasan fase 2 yang dipusatkan di aula DP4D Kabupaten Nabire, Selasa (23/1/2018).

Pemerintah Kabupaten Nabire yang diwakili Asisten I Setda Nabire, La Halim S.Sos dalam arahannya mengharapkan agar program landasan di nabire untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat kampung dapat terus berjalan dimasa datang.

Koordinator Kabupaten Nabire untuk program landasan fase 2 Jeannet Weismann menjelaskan, kegiatan ini sebenarnya merupakan evaluasi tahunan program landasan. Dimana program landasan masuk di Nabire 5 februari 2017 untuk program uji coba.

Jeannet menjelaskan program uji coba tersebut untuk pelayanan di sektor pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di level bawah untuk menerapkan tatakelola yang lebih baik di tingkat dasar.

“Melalui program landasan ini ada beberapa kegiatan yang kami push dengan pemberdayaan masyarakat dimana oleh MoU yang kita bangun dengan Kabupaten Nabire ada tiga distrik yaitu Kepulauan Moora, Teluk Kimi dan Distrik Uwapa”. Ujar Jeannet

Sementara pihaknya juga melakukan pendampingan di sekolah sekolah yaitu berjumlah 24 sekolah di distrik tersebut.

“Jadi ada banyak kegiatan yang kita lakukan khususnya lebih kepada bagaimana perencanaan itu dimulai dari basis data, nah salah satu program yang cukup seksi adalah Sistem Admintrasi dan Informasi Kampung (SAIK). Dimana SAIK adalah sebuah aplikasi yang mendorong data informasi dan administrasi kampung itu bisa dilakukan oleh kampung itu secara mandiri”. Katanya

“Nah ada beberapa kendala yang kita hadapi dan kita berharap kedepannya bisa dilakukan secara mandiri oleh pemerintah daerah. Karena landasan masih dalam proses sehingga dalam bulan bulan besok kita bisa kembali lagi di program landasan fase selanjutnya”.

“Kami berharap juga nabire dengan perbaikan perencanaan basis data, tatakelola pelayanan publik yang lebih baik bisa di wujudkan oleh pemerintah daerah.

Di kesempatan itu Jeannet Weismann juga mengapresiasi kader kader pendamping dari ketiga Distrik yang sudah dilatih untuk menjadi pengerak pembagunan kampung.

Turut hadir sebagai peserta yaitu perwakilan dari DPMK, Dinas Kesehatan, DP4D, Disdukcapil, tiga distrik dampingan yaitu Teluk Kimi, Uwapa dan Moora, kepala kampung dan kader kampung dari tiga distrik tersebut. Acara evaluasi program landasan yang berlangsung sehari tersebut juga di isi dengan tanya jawab.

(RRINabire/Arnold.Saudila)


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.