INFO NABIRE
Home » Blog » Dukung Langkah Imigrasi Timika, Mantan Kadis Makimi Berharap Perusahaan Tambang Ilegal Di Musairo Ditutup

Dukung Langkah Imigrasi Timika, Mantan Kadis Makimi Berharap Perusahaan Tambang Ilegal Di Musairo Ditutup

Kantor Imigrasi Kelas II Timika, beberapa hari lalu berhasil mengamankan puluhan pekerja tambang emas ilegal asal Tiongkok, di perusahaan-perusahaan tambang emas rakyat di wilayah Kabupaten Nabire. Hal ini turut mendapat tanggapan dari mantan Kepala Distrik Teluk Kimi Nabire yang juga tokoh pemuda setempat, Saverius Tebai SSTP.

Kepada Nabire.Net, sabtu malam (16/06), Saverius mendukung langkah tegas yang diambil oleh Imigrasi Timika.

Dikatakan Saverius, aktivitas tambang liar di wilayah Nabire khususnya di bantaran Kali Musairo, Distrik Makimi, sangat berbahaya baik bagi kelestarian alam maupun kepada warga setempat. Oleh karena itu dirinya justru berharap agar tambang-tambang tersebut seharusnya ditutup saja sekalia.

“Sudah seharusnya perusahaan tambang ilegal di Nabire seperti di Musairo ditutup saja, karena aktivitas mereka sangat berbahaya bagi manusia maupun SDA, contohnya saja bahan-bahan yang mereka pakai sangat berbahaya bagi lingkungan dan makhluk hidup seperti ikan yang menjadi konsumsi masyarakat setempat”, tegas Saverius.

Selain itu, Saverius juga mengkhawatirkan limbah tambang bisa saja berdampak pada kawasan irigasi persawahan warga di Distrik Makimi, sehingga meracuni tanaman ataupun mengakibatka gagal panen.

Oleh karena itu warga adat di Distrik Makimi harus mendukung upaya Imigrasi dalam memberantas aktivitas tambang liar yang dilakukan di Distrik Makimi, khususnya di Kali Musairo.

[Nabire.Net]


Post Related

Leave a Reply

  • soimanparacwan
    17 June, 2018 10:38 at 10:38

    Bapak Urus saja degeouwo. Dan baya biru Jangan urus Daerah pante yg bukan tanah adat mu

Your email address will not be published.