Dua Mahasiswa UPP PGSD UNCEN Nabire Aniaya Guru SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire

(Kapolsek Nabire Barat saat memberi penjelasan kepada keluarga pelaku penganiayaan)
Tindakan tidak terpuji oleh mahasiswa terjadi di Nabire, 2 orang mahasiswa Unit Pelaksana Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (UPP-PGSD) UNCEN Kampus Nabire, FX Kayame dan Kelvin Boari, menganiaya seorang guru bidang studi dan kesiswaan di SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire bernama Peris Banjarnahor, pada hari senin 28 november 2016 lalu, di depan Lab Bahasa Inggris SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire.
Kejadiannya bermula saat korban melintasi ruang Laboratorium Bahasa Inggris menuju ruang guru, tiba-tiba di hadang oleh sekitar kurang lebih 10 (sepuluh) orang. Dua orang diantaranya FXK dan KB. Kedua pelaku bertanya kenapa perayaan natal harus di pisah antara sekolah dan kampus ? Tanpa memberikan kesempatan untuk menjelaskan, kedua pelaku FXK dan KB langsung melepaskan pukulan kepada korban tanpa dibalas.
Sementara kasus ini sudah di tangani oleh Polsek Nabire barat sesuai dgn LP Nomor: LP/142-K/XI/206 Sek-Nabar. Kapolsek Nabire Barat, Iptu Henry J Manurung membenarkan bahwa telah terjadi pemukulan salah seorang guru oleh dua orang mahasiswa, dan kedua mahasiswa tersebut sudah di tahan di ruang tahanan mapolsek Nabar.
Henry menjelaskan, berawal dari pembentukan panitia natal, pak guru Banjarnahor bertugas di SMA Plus, terus dia membentuk panitia natal tingkat SMA, nah mahasiswa ini kan memang sudah di luar kewenangan sekolah (SMA), cuma mereka berada di satu lokasi. Pengalaman mahasiswa ini memang bahwa ternyata selama ini panitia natal biasanya digabung.
Lebih lanjut dijelaskan, karena pak guru membentuk Panitia Natal baru, pelaku datang bertanya kepada guru korban tersebut. Peris Banjarnahor sebagai korban menjelaskan semua yang dilakukan sesuai porsinya dia sebagai guru SMA Negeri 1 Plus KPG, dan tidak mungkin dirinya mengurus urusan mahasiswa, tapi mahasiswa ini salah menanggapi karena mungkin di kampus tidak dimediasi dan diorganisir.
Korban Peris Banjanrhor mengatakan, secara pribadi dirinya sudah memaafkan pelaku. Tapi dirinya meminta pertanggungjawaban dari UPP PGSD Uncen Nabire untuk memberikan pernyataan kepada seluruh mahasiswa bahwa peristiwa tersebut mutlak kesalahan mahasiswanya.
Peris juga meminta ada surat pernyataan, jika tidak maka kasus ini akan dibawa ke Pengadilan, karena ini bukan pertama kali kejadian mahasiswa pukul guru namun sudah sering terjadi.
Beberapa guru SMA Negeri 1 Plus KPG juga membenarkan bahwa mahasiswa UPP PGSD Uncen sering berbuat onar dan mengacam para guru menggunakan parang tanpa ada pertanggungjawaban dari UPP PGSD Uncen.
[Nabire.Net]


Leave a Reply