DKP Papua Tengah Benahi PPI Waharia, Kapasitas Cold Storage Capai 60 Ton
Nabire, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai menghidupkan kembali sejumlah fasilitas di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Waharia, Kabupaten Nabire. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan fungsi pelabuhan sekaligus memberikan dukungan yang lebih baik bagi aktivitas nelayan dan penanganan hasil tangkapan.
Pembenahan dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Papua Tengah sebagai bagian dari upaya pemerintah provinsi mengoptimalkan infrastruktur perikanan yang telah tersedia.
Kepala DKP Papua Tengah, Carlos Matuan, mengatakan salah satu fasilitas yang menjadi perhatian utama adalah ruang penyimpanan dingin atau cold storage. Fasilitas tersebut sebelumnya tidak beroperasi dalam waktu cukup lama setelah terjadi perubahan kewenangan dalam pengelolaan sektor kelautan dan perikanan.
“Kita sudah mulai membenahi ini. Salah satu program prioritas gubernur adalah optimalisasi ruang penyimpanan dingin di PPI Waharia,” kata Carlos di Nabire, Kamis.
Dua Cold Storage Mulai Diuji
PPI Waharia memiliki tiga unit fasilitas penyimpanan dingin. Masing-masing unit mempunyai kapasitas sekitar 20 ton sehingga secara keseluruhan mampu menampung hingga 60 ton hasil perikanan.
Dari tiga unit tersebut, dua di antaranya telah selesai mendapatkan perbaikan. DKP Papua Tengah kini melakukan tahapan pengujian untuk memastikan fasilitas dapat digunakan kembali secara optimal.
Selain cold storage, pemerintah juga membenahi fasilitas ice plant. Fasilitas tersebut dinilai penting dalam menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan sejak ikan didaratkan hingga memasuki proses distribusi.
Pengoperasian kembali fasilitas pendukung tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai penanganan hasil perikanan di Nabire. Dengan fasilitas penyimpanan dan es yang berfungsi, hasil tangkapan nelayan dapat ditangani dengan lebih baik sebelum dipasarkan.
Pengelolaan Beralih ke Papua Tengah
Pembenahan PPI Waharia dilakukan setelah adanya perubahan kewenangan pengelolaan sektor kelautan dan perikanan menyusul terbentuknya Provinsi Papua Tengah.
Setelah kewenangan pengelolaan PPI berada di tangan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, DKP mulai melakukan inventarisasi sekaligus memperbaiki fasilitas yang tersedia di kawasan pelabuhan tersebut.
Tidak berhenti pada perbaikan fasilitas yang sudah ada, pemerintah provinsi juga menyiapkan rencana pengembangan infrastruktur PPI Waharia dalam jangka berikutnya.
Salah satu agenda yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan dermaga.
Studi Dermaga Dilakukan Tahun Ini
Carlos menjelaskan, tahapan awal pembangunan dermaga dilakukan melalui studi pada tahun ini. Jika proses perencanaan berjalan sesuai target, pembangunan fisik diharapkan dapat dimulai pada tahun berikutnya.
Menurut dia, desain dermaga PPI Waharia harus mempertimbangkan karakteristik gelombang di kawasan tersebut. Infrastruktur yang terlalu pendek berpotensi membuat kapal masih berada dalam pengaruh gelombang ketika nelayan hendak menurunkan hasil tangkapan.
Karena itu, posisi dan desain dermaga perlu dirancang lebih tepat, termasuk kemungkinan memajukan struktur dermaga ke arah laut.
“Tahun ini kita lakukan studi dulu. Mudah-mudahan tahun depan pembangunan fisiknya bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Bagian dari Penguatan Perikanan Papua Tengah
Pengembangan PPI Waharia memiliki keterkaitan dengan potensi perikanan Papua Tengah yang cukup besar. Pada 2026, produksi perikanan tangkap di provinsi tersebut tercatat mencapai 26.116 ton, yang berasal dari wilayah laut maupun perairan umum daratan.
Untuk perikanan laut, aktivitas produksi berasal antara lain dari wilayah Nabire dan Mimika. Kedua wilayah tersebut berada dalam cakupan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 717 di bagian utara dan WPP 718 di bagian selatan.
Dengan potensi tersebut, optimalisasi infrastruktur pelabuhan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas nelayan dan pengelolaan hasil tangkapan.
Ke depan, pemerintah provinsi masih akan melanjutkan pembenahan PPI Waharia, termasuk penyelesaian pengujian fasilitas penyimpanan dingin, ice plant, serta tahapan perencanaan pembangunan dermaga.
Jika seluruh fasilitas dapat berfungsi secara optimal, PPI Waharia diharapkan kembali memainkan peran penting sebagai salah satu pendukung aktivitas perikanan di Kabupaten Nabire dan Papua Tengah.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar