Diskusi Tentang Jurnalisme Di Papua Digelar Di Bandung Jawa Barat, Hadirkan Pimred Jubi & Anggota AJI Bandung
Guna membahas jurnalisme di Papua, maka sabtu (12/11) lalu telah dilaksanakan Diskusi Jurnalisme yang menghadirkan 2 orang pembicara yakni Victor Mambor dari Tabloid Jubi dan Yunus Ahmad dari Aliansi Jurnalis Independen Bandung. Diskusi ini digelar di Saung Budaya Sumedang, Jatinangor Bandung.
Hadir pada diskusi tersebut, puluhan pemuda dan mahasiswa dari berbagai organisasi, kampus, dan perkumpulan seperti Solidaritas Untuk Papua “Sorak” Suaka Online, Daun Jati dan berbagai media partner, dengan moderator Evandy.
Diskusi diawali pemaparan wacana dan gambaran tentang jurnalisme di Papua, dan problematikannya, dari berbagai perspektif. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan kedua pembicara yang menceritakan peliputan berita di Papua serta pembungkaman kebebasan pers di Papua.
Dikatakan kedua pembicara, saat dilakukan peliputan berita di lapangan, masih sering terjadi diskriminasi kepada wartawan oleh oknum aparat, dan semua persoalan di Papua tak pernah lepas dari kekerasan.
Sementara media nasional terkadang tidak proporsional dan tidak sesuai konteks dan fakta dalam memberitakan persoalan di Papua. Hal inilah yang diduga sebagai pembungkaman kebebasan pers di tanah Papua.
Pada sesi tanya jawab, diulas mengenai jurnalis asing yang dilarang masuk di Papua sehingga slogan kemerdekaan pers di Papua tidak ada.
Terkait hal itu, dipertanyakan UU pers no 40 tahun 1999 khususnya pasal 4 ayat 1, 2 dan 3 tentang kebebasan pers, apakah sudah berjalan dengan ideal di Papua ? tentunya tidak sebab wartawan di Papua masih hidup dalam diskriminasi apalagi wartawan orang asli Papua.
[Mateus Tekege/Diedit kembali oleh Nabire.Net]
Tinggalkan Komentar