Dinsos Nabire Salurkan 100 Paket Bantuan untuk Penyandang Disabilitas pada 2026
Nabire, Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Sosial terus memperkuat perhatian terhadap penyandang disabilitas. Selain memenuhi kebutuhan dasar, dukungan pemerintah diarahkan untuk membantu penyandang disabilitas mengembangkan kemampuan dan mencapai kemandirian.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Nabire, Wati Runggeari, mengatakan perhatian tersebut diberikan melalui berbagai program yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat.
Hal itu disampaikan Wati saat ditemui di ruang kerjanya di Nabire, Kamis (8/10/2026).
100 Paket Bantuan Disalurkan pada 2026
Wati menjelaskan, sepanjang 2026 Dinas Sosial Kabupaten Nabire telah menyalurkan 100 paket bantuan kepada penyandang disabilitas yang berada di empat kelurahan dalam wilayah perkotaan Nabire.
Bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk yang sama kepada setiap penerima. Jenis bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penyandang disabilitas.
Beberapa bantuan yang selama ini diberikan antara lain alat bantu dengar, tongkat, kursi roda, bahan makanan serta nutrisi.
Menurut Wati, pola penyaluran dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Lokasi penerima bantuan juga dapat berubah setiap tahun sehingga cakupan pelayanan dapat diperluas ke wilayah kelurahan maupun distrik lainnya.
“Bantuan kami sesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas,” kata Wati.
Tidak Hanya Bantuan, tetapi Juga Pemberdayaan
Dinas Sosial Nabire tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan sosial dan alat bantu. Pemerintah juga berupaya mendorong penyandang disabilitas agar memiliki ruang untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan usaha sesuai kemampuan dan minat mereka.
Selain bidang ekonomi, perhatian juga diberikan terhadap aktivitas olahraga. Penyandang disabilitas didorong untuk mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan olahraga sebagai bagian dari pengembangan bakat sekaligus peningkatan kepercayaan diri.
Wati menilai keterbatasan fisik tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk berkarya.
Menurutnya, setiap penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan apabila memperoleh kesempatan, fasilitas dan dukungan yang memadai.
Pemerintah dan Swasta Didorong Buka Kesempatan Kerja
Selain program bantuan dan pembinaan, Dinas Sosial Nabire juga mendukung kebijakan yang membuka akses pekerjaan bagi penyandang disabilitas.
Pemerintah daerah maupun pihak swasta diharapkan memberikan kesempatan yang lebih luas agar penyandang disabilitas dapat masuk ke dunia kerja sesuai kemampuan masing-masing.
Kesempatan tersebut dinilai penting karena pemberdayaan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga bagaimana penyandang disabilitas dapat memiliki penghasilan dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri.
Kolaborasi Jadi Kunci
Dinas Sosial Kabupaten Nabire berharap dukungan terhadap penyandang disabilitas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran dunia usaha dan masyarakat juga dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.
Dengan kolaborasi tersebut, pemenuhan hak, pemberian akses, pengembangan potensi dan peningkatan kemandirian penyandang disabilitas di Nabire diharapkan dapat dilakukan secara konsisten.
Program bantuan yang telah berjalan pada 2026 juga diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak penyandang disabilitas di wilayah Kabupaten Nabire dapat memperoleh dukungan sesuai kebutuhan mereka.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar