Dialog Kerukunan Intern Umat Kristen & Moderasi Beragama di Nabire

(Dialog Kerukunan Intern Umat Kristen & Moderasi Beragama di Nabire)

Nabire, Memperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat beragama merupakan salah satu misi Kementerian Agama yang sangat penting.

Hal ini ditekankan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Pdt. Amsal Yowei, SE, M.Pd.K, di hadapan peserta Dialog Kerukunan Intern Umat Kristen dan Moderasi Beragama di Kabupaten Nabire, Selasa (8/6/2021).

Acara ini ditujukan bagi para tokoh dan pimpinan agama Kristen dari berbagai denominasi di Kabupaten Nabire. Hadir pada kesempatan ini Ketua FKUB Provinsi Papua diwakili Sekretaris Drs. Th. Pasaribu, Kepala Bidang Urusan Agama Kristen, Pdt. Klemens Taran, Kabid Bimas Katolik Since Rumuy, dan para Kepala Kantor Kementerian Agama se-kawasan Meepago, termasuk tuan rumah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire Pdt. Yafet Iyai, S.Th.

Kakanwil menginformasikan bahwa Papua dan Papua Barat memiliki Indeks Kerukunan Umat Beragama selalu di urutan 10 besar bahkan di posisi pertama. Oleh karena itu dirinya mengajak para tokoh lintas denominasi Kristen di Nabire untuk menjaga dan meningkatkan kondisi bahkan prestasi baik itu. “Dimensi yang diukur mencakup toleransi,kesetaraan dan kerjasama diantara umat beragama, ” terang Kakanwil lebih lanjut.

“Secara umum moderasi berarti sikap dan pandangan yang tidak berlebihan, tidak ekstrim dan tidak radikal. Moderasi adalah sinergi antara keadilan dan kebaikan. Adapun moderasi beragama adalah cara pandang sikap dan perilaku yang mengambil posisi di tengah-tengah, selalu bertindak adil dan tidak ekstrim dalam beragama,” demikian diuraikan Kakanwil.

Lantas digaris bawahinya bahwa pilihan pada moderasi dengan menolak ekstremisme dan liberalisme beragama adalah kunci keseimbangan, demi terpeliharanya peradaban dan terciptanya perdamaian.

Pdt. Yoses Cipuk Hariyani selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sarana penyampaian informasi tentang kebijakan pemerintahan khususunya di bidang agama dan keagamaan. Selanjutnya sebagai sarana pembinaan lembaga keagamaan dan umat sekaligus kesempatan menghimpun perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat yang dilayani.

“Kegiatan ini juga untuk memupuk rasa persaudaraan dkiantara sesama pimpinan lembaga gereja yang ada di Kabupaten Nabire sebagai satu tim kerja dalam pelayanan kepada umat dan masyarakat.”

Masih mengacu laporan yang disampaikan Ketua Panitia, materi pada dialog ini mencakup; “Moderasi Beragama dalam terang Injil oleh Pdt. Sosor A. Manurung, S. Th., M.Mis., “Peran BKSAG dalam Memelihara dan Meningkatkan Kualitas Kerukunan Intern Umat Kristen dan Moderasi Beragama oleh Pdt. Dr. Yance Nawipa, “Peran FKUB dalam Memelihara dan Meningkatkan Kerukunan Intern Umat Kristen dan Moderasi Beragama oleh Pdt. Yunus Mbaubedari, S.Th., “Sikap Etis Kristen terhadap Kerukunan Intern Umat Kristen dan Moderasi Beragama” oleh Pdt. Richard Paay, S.Th.

[Nabire.Net/Oktovince Boma]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *