Dewan Adat Mee Kabupaten Dogiyai Tolak Rencana Kehadiran Pos TNI/Polri di Dogiyai

Dogiyai – Lembaga Dewan Adat Mee Kabupaten Dogiyai secara tegas menolak kehadiran TNI Polri di wilayah Meepago, khususnya di kabupaten Dogiyai.
Hal itu disampaikan Germanus Goo, melalui Sekretaris Dewan Adat, Alexender Pakage, kepada Nabire.Net, Rabu (11/03).
“Selama ini masyarakat Dogiyai tidak pernah ribut, kalau mereka ribut berarti atas kebenaran”, kata Germanus Goo, seperti disampaikan Alexander Pakage.
Lanjutnya, Dewan Adat juga mengetahui bahwa Polres yang baru akan menempati Kantor Bupati di Kigamani.
“Itu kami menolak keras karena masalah itu hak ulayatnya belum dibayar sepenuhnya. Yang punya hak ulayat akan menolak, apabila mereka menempati, kedepannya akan ada masalah”, lanjutnya.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Ketua Dewan Adat, dan ini adalah penyampaian dia yang saya sampaikan. Pada intinya seluruh komponen yang ada di Dogiyai belum berkoordinasi. Hanya sepihak pemerintah yang mengijinkan, sehingga kami menolak kehadiran mereka”, kata Alexander Pakage.
[Nabire.Net/Ones Yobee]
Tinggalkan Komentar