Dewan Adat Mee Dogiyai Desak Gubernur, DPRP & MRP, Batalkan PON Papua 2020

Dogiyai – Sekretaris Dewan Adat Mee kabupaten Dogiyai, Alexander Pakage, meminta Kepada Muspida Propinsi Papua harus membatalkan pelaksanaan PON Papua 2020.
Ia beralasan bahwa pelaksanaan PON dapat berdampak pada menyebarnya virus corona di Papua.
“Saya meminta karena Virus Corona ini dia sangat berkembang cepat, karena ini penyakit global. Virus ini juga tidak pilih-pilih dia pejabat atau siapapun, bisa saja terkena”, katanya.
Pakage mengatakan, virus corona ini sangat berbahaya jika ada di Papua, karena rumah sakit yang ada di Papua belum berstandar internasional. Jika PON tidak dihentikan maka orang Papua akan mati.
“Pekerjaan semua Pemerintah di Papua hari ini adalah cepat dan mempercepat proses pengadaan obat-obatan yang bersangkutan. Karena Biarpun PON 2020 di stopkan pun, penyakit ini tetap akan sampai di Papua, kita tidak bisa membendung. Dengan demikian semua umat Tuhan biar berasal dari agama manapun kita harus berdoa dan berpuasa. Bila Perlu semua aktifitas Pemerintahan dan Pendidikan harus diberhentikan. Yang bergerak adalah hanya tenaga kesehatan saja”, katanya.
Ia juga meminta semua orang Papua berhenti pergi-pergi dari kota ke kota. Semua pemerintahan juga harus meghentikan perjalanan dinas keluar Papua.
“Selanjutnya semua pemerintahan harus kerja keras menutup bandar udara juga penerbangan dari luar ke Papua dan Pelabuhan laut juga perlu distopkan. Kalau kita tidak ikuti semua ini, ini sangat Bahaya. Biarkanlah kutukan Tuhan ini hanya kena kepada siapa saja yang Tuhan marah sehingga habis dan segera cepat habis”, tutupnya.
[Nabire.Net/Ones Yobee]
Tinggalkan Komentar