INFO NABIRE
Home » Blog » Dengan Bertani, Musa Wayeni Bisa Melayani Tuhan Dan Meningkatkan Kesejahteraan

Dengan Bertani, Musa Wayeni Bisa Melayani Tuhan Dan Meningkatkan Kesejahteraan

(Sosok Musa Wayeni, Bertani & Melayani Tuhan)
(Sosok Musa Wayeni, Bertani & Melayani Tuhan)

Nabire – Bagi orang asli Papua, bertani dan berkebun adalah hal yang sudah biasa dilakukan. Namun akhir-akhir ini, kebiasaan bertani dan berkebun yang dilakukan OAP di wilayah perkotaan sudah cukup jarang dijumpai, khususnya di kabupaten Nabire, Papua.

Tapi tidak dengan Musa Wayeni. Warga kampung Waharia, Distrik Teluk Kimi, kabupaten Nabire ini, tidak ingin menyia-nyiakan ilmu bertani yang pernah ia dapatkan sewaktu menempuh pendidikan di SMTP Pertanian Nabire (sekarang SMK Negeri 1 Nabire) dan USWIM Nabire.

Nabire.Net mencoba menggali lebih dalam hobi bertani yang dilakukan oleh Musa Wayeni. Kepada Nabire.Net, Musa menuturkan bahwa apa yang ia lakukan (bertani) sekedar untuk mengisi waktu kosongnya setelah pulang kerja, sekaligus memanfaatkan lahan tidur milik Gereja.

Musa yang menjadi PNS di Dinas Kelautan & Perikanan kabupaten Nabire ini mengatakan, apa yang ia lakukan ini turut dibantu teman-temannya dari Persekutuan Anggota Muda Gereja GKI Talitakum Waharia.

Mulanya ia mencoba menyemai benih kol sebanyak 240 bibit di 6 bedeng. Hasilnya ia berhasil memanen kol dengan harga per unit 15 ribu hingga 36 ribu. Setelah dipotong modal keuntungan yang ia peroleh sekitar 3 juta lebih.

Selain kol, Musa juga menanam kangkung cabut. Ia menanam 1 kilo bibit kangkung di 8 bedeng. Setelah panen, hasil keuntungan yang ia peroleh dari penjualan sebanyak 1.6 juta.

Selain kol dan kangkung, ia juga mengajak teman-temannya di Unsur PAM GKI Talitakum Waharia menanam terong, cabe dan sawi.



Musa berkeinginan agar teman-temannya di Gereja juga tertarik dengan pertanian dan bisa berusaha sendiri lewat pertanian. Apalagi gereja memiliki lahan yang luas. 98% hasil keuntungan untuk keluarga dan sisanya 2% untuk kas gereja.

“Jadi saya arahkan semua anggota PAM GKI Talitakum Waharia untuk bertani. Hasilnya, PAM GKI Talitakum tidak usah mencari dana dengan cara bazar dan lain sebagainya, cukup bertani, dan 3 minggu sekali kami bisa panen dan hasilnya kami jual”, kata Musa.

Apa yang dilakukan Musa ini juga mendapat pujian dari berbagai pihak salah satunya Yayasan Bina Tani Sejahtera yang tertarik dengan ketekunan Musa dan teman-teman gerejanya.

“Melalui pertanian, kami bisa bersaksi, bersekutu dan melayani untuk Tuhan, selain juga lewat ibadah. Selain itu lewat bertani kami bisa meningkatkan kesejahteraan anggota PAM dan menambah kas PAM GKI Talitakum Waharia”, tutup Musa.

Satu kata untuk Musa dan teman-temannya di PAM GKI Talitakum Waharia, Hebat. Semoga apa yang dilakukan Musa bisa menjadi teladan bagi OAP lainnya di Nabire.

[Nabire.Net]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.