Bupati Nabire dan Paniai bersama Tokoh Masyarakat serta TNI-Polri Lakukan Mediasi dengan Masyarakat di Topo

Nabire, Guna mencari solusi terkait pertikaian antar warga di Nabire, telah dilaksanakan pertemuan di Kantor Distrik Uwapa yang berada di kampung Topo, Rabu sore (07/06/2023).
Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Nabire, Mesak Magai, Bupati Paniai, Meki Nawipa, Kapolres Nabire, Dandim 1705/Nabire, Sekda Nabire, serta Tokoh Masyarakat Suku Mee, Oskar Makai.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nabire Mesak Magai mengatakan bahwa pertemuan ini dilakukan untuk memastikan keamanan di Nabire serta membantu mencari penyelesaian masalah yang sedang terjadi.
“Kami Pimpinan Pemerintah Daerah Nabire ingin menyampaikan turut berduka cita atas meinggalnya dua korban dari masyarakat Suku Mee dan tujuannya kami mengadakan pertemuan ini untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di Nabire,” ucapnya.
Lebih lanjut, dirinya tidak ingin kembali ada korban maupun hal-hal yang tidak diinginkan bersama seperti pembakaran rumah warga ataupun lainnya. Konflik yang terjadi harus segera diselesaikan sehingga warga dapat kembali beraktifitas tanpa adanya rasa takut yang berkepanjangan.
Di tempat yang sama, Kapolres Nabire, AKBP I Ketut Suarnaya melaporkan bahwa pada Rabu malam (07/06/2023) sekitar pukul 22.45 WIT, telah terjadi pembakaran rumah warga. Dari data sementara personel di lapangan bahwa di KM 80 sebanyak 6 rumah dan KM 64 sebanyak 1 rumah terbakar.
“Kami aparat gabungan TNI/Polri bersama Pemerintah Daerah akan melakukan upaya agar konflik dapat berakhir tanpa adanya jatuh korban maupun kerugian material,” imbuhnya.
Kapolres Nabire juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang hadir pada saat ini agar dalam penyelesaian masalah harus diselesaikan dengan baik dan aman. Semua juga wajib menjaga situasi Kamtibmas kabupaten Nabire tetap kondusif.
“Kami juga meminta kepada para tokoh maupun yang diberikan tanggung jawab di masing-masing kelompok untuk bisa membantu kami dalam mengendalikan warganya sehingga tidak kedamaian yang kita harapkan bersama dapat kita ciptakan di Kabupaten Nabire serta aktifitas dapat berjalan kembali seperti pusat perbelanjaan, perkantoran dan sekolah-sekolah,” pungkasnya.
Usai mendengarkan penyampaian Bupati dan Kapolres Nabire dilanjutkan dengan penyerahan santunan dari Bupati Nabire sebesar Rp. 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah) dan Bupati Paniai sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) kepada pihak keluarga korban.
[Nabire.Net]
Magai
Mediasinya kapan kenapa setelah mediasi keributanya masih berlanjut? Mediasi berarti solusinya seperti apa? Jangan koar koar di media harus ada titik terang solusinya seperti apa? Supaya masalah itu selesai.