Bupati Dogiyai Resmikan SD Negeri Waneuwo di Mapia Tengah
Dogiyai, Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, meresmikan SD Negeri Waneuwo yang berada di Kampung Waneuwo, Desa Diyeugi, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam perjuangan masyarakat setempat untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah pedalaman.
Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Yudas Tebai. Kegiatan tersebut disaksikan Kepala SD Negeri Waneuwo, Alexs Pakage, para guru, peserta didik, serta ratusan masyarakat dari wilayah Mapia yang hadir untuk menyaksikan momentum bersejarah tersebut.
Kehadiran sekolah ini merupakan hasil perjuangan panjang yang melibatkan tenaga pendidik dan masyarakat. Dengan adanya fasilitas pendidikan di kampung sendiri, anak-anak setempat diharapkan memiliki kesempatan lebih baik untuk memperoleh pendidikan tanpa harus menghadapi berbagai kendala akses.
Bupati Dogiyai Ajak Masyarakat Rawat Sekolah
Dalam sambutannya, Bupati Dogiyai Yudas Tebai mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga dan merawat bangunan sekolah yang telah tersedia. Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan di kampung memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ia menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi sarana untuk mempersiapkan generasi penerus yang mampu melanjutkan pembangunan di daerahnya.
“Silakan gunakan sekolah ini demi perkembangan sumber daya manusia dan untuk meneruskan tongkat estafet,” demikian pesan Yudas Tebai dalam sambutannya.
Bupati juga menyoroti pentingnya keberadaan gereja dan sekolah dalam kehidupan masyarakat. Kedua institusi tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, serta mendukung perkembangan generasi muda.
Karena itu, dukungan masyarakat diperlukan agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak di Kampung Waneuwo.
Berawal dari Bangunan Sederhana pada 2016
Kepala SD Negeri Waneuwo, Alexs Pakage, mengungkapkan bahwa upaya menghadirkan sekolah di wilayah tersebut telah dimulai sejak 2016. Setelah menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Cenderawasih, Jayapura, pada 2015, ia kembali ke kampung halaman dengan tekad memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak setempat.
Pada tahap awal, kegiatan belajar mengajar berlangsung di bangunan sederhana beratapkan daun pandan. Dengan dukungan masyarakat dan sejumlah guru, proses pendidikan tetap berjalan meskipun fasilitas yang tersedia masih sangat terbatas.
Pakage kemudian berupaya memperjuangkan pengakuan dan dukungan pemerintah melalui pengajuan proposal serta pemenuhan berbagai persyaratan administrasi.
Menurut penuturannya, pada 2018 ia memperoleh memo untuk pengurusan bangunan dan pendirian sekolah. Proses tersebut berlanjut hingga sekolah mendapatkan surat keputusan operasional sekitar 2018–2019.
Tahapan berikutnya meliputi penyusunan peta lokasi, dokumen pelepasan tanah, pendataan anak usia sekolah, serta pengumpulan informasi mengenai masyarakat setempat.
Pada 2022–2023, SD Negeri Waneuwo memperoleh Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Sementara itu, pendataan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) mulai dilakukan pada 2024.
Di tengah berbagai keterbatasan, kegiatan belajar mengajar terus berlangsung. Sekolah tersebut kini telah melayani peserta didik hingga kelas V.
Fasilitas Pendidikan Masih Perlu Ditingkatkan
Perkembangan SD Negeri Waneuwo tidak terlepas dari kontribusi masyarakat dan dukungan pemerintah. Salah satu bangunan awal yang terdiri atas dua ruang kelas dibangun melalui swadaya kepala desa.
Seiring waktu, sekolah memperoleh tambahan dua ruang kelas dan satu rumah guru. Sejumlah fasilitas lain, termasuk ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), perpustakaan, dan toilet, juga masuk dalam perkembangan pembangunan maupun rehabilitasi fasilitas sekolah.
Meski demikian, pihak sekolah menilai pengembangan sarana dan prasarana masih diperlukan agar proses pembelajaran berlangsung lebih baik.
Ke depan, sekolah berencana menata kawasan pendidikan, termasuk menyediakan lapangan dan mengatur posisi bangunan dengan pola menyerupai huruf U. Penataan tersebut diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih tertib dan mendukung aktivitas peserta didik.
“Kami punya harapan supaya anak-anak kami tidak ketinggalan. Mereka harus mendapatkan tempat dan fasilitas yang layak untuk memperoleh pendidikan,” ujar Pakage.
Harapkan Kesempatan Pendidikan yang Setara
Pakage berharap anak-anak di Kampung Waneuwo memperoleh kesempatan pendidikan yang setara dengan peserta didik di kawasan perkotaan. Menurutnya, lokasi tempat tinggal tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Ketersediaan ruang belajar, fasilitas pendukung, dan tenaga pendidik yang memadai menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya juga dibutuhkan untuk memastikan sekolah dapat berkembang.
Peresmian SD Negeri Waneuwo menjadi penanda perjalanan panjang masyarakat Mapia Tengah dalam memperjuangkan akses pendidikan. Namun, peresmian bangunan merupakan salah satu tahap dalam upaya yang lebih besar.
Ke depan, keberlanjutan pembangunan fasilitas, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta dukungan terhadap kegiatan belajar mengajar akan menentukan sejauh mana sekolah ini mampu memberikan manfaat bagi generasi muda Dogiyai.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, SD Negeri Waneuwo diharapkan menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kampung Waneuwo dan wilayah sekitarnya.
[Nabire.Net/Musa Boma]





Tinggalkan Komentar