Bupati Deiyai Minta OPD Prioritaskan Program 2027 di Tengah Penurunan Anggaran
Deiyai, Bupati Deiyai Melkianus Mote meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memprioritaskan program kerja tahun 2027 dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Kebijakan tersebut diperlukan menyusul proyeksi penurunan anggaran daerah pada tahun mendatang.
Arahan itu disampaikan Melkianus saat mengumpulkan seluruh kepala OPD dalam rapat sinkronisasi program pembangunan daerah di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Deiyai, Selasa (3/11/2026) siang.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati menekankan pentingnya penyelarasan program ant perangkat daerah agar penggunaan anggaran lebih efektif dan diarahkan pada kebutuhan pembangunan yang paling mendesak.
Menurut Melkianus, setiap OPD harus mampu mengidentifikasi program unggulan dan kegiatan prioritas sesuai dengan tugas serta kebutuhan masyarakat. Penyusunan program juga harus disesuaikan dengan kapasitas fiskal pemerintah daerah.
“Saya mengundang Bapak/Ibu kepala OPD dalam rangka sinkronisasi program untuk tahun depan. Kita harus utamakan program prioritas dari masing-masing OPD. Kita terus bangun Deiyai dengan anggaran yang ada, walaupun tahun 2027 anggaran semakin turun,” kata Melkianus.
Ia meminta seluruh kepala OPD segera menyusun rencana kerja (Renja) tahun 2027. Dokumen tersebut menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan setiap program perangkat daerah dapat diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan pemerintah kabupaten.
Selain melakukan pembenahan perencanaan internal, Melkianus mendorong para kepala OPD memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Menurutnya, komunikasi lintas pemerintahan perlu ditingkatkan untuk membuka peluang dukungan program pembangunan yang dapat dialokasikan ke Kabupaten Deiyai.
Upaya tersebut dinilai penting agar pembangunan daerah tetap berjalan meskipun pemerintah kabupaten menghadapi keterbatasan anggaran. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat tetap dapat diperjuangkan melalui dukungan pembiayaan dari berbagai tingkatan pemerintahan.
Bupati Soroti Penataan Tenaga Kontrak
Selain membahas perencanaan pembangunan, Melkianus juga memberikan perhatian terhadap penataan tenaga kontrak di lingkungan organisasi perangkat daerah.
Ia meminta seluruh kepala OPD tidak melakukan penambahan tenaga kontrak baru. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah penataan kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai.
Melkianus menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan pembaruan keputusan pengangkatan tenaga kontrak pada awal 2027.
“Awal tahun 2027, kita akan perbarui dan keluarkan SK Bupati untuk pegawai kontrak,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah akan melakukan penyesuaian administrasi tenaga kontrak seiring dengan kondisi keuangan daerah dan kebutuhan organisasi perangkat daerah.
Anggaran Terbatas, Program Prioritas Jadi Fokus
Penurunan anggaran daerah menjadi salah satu tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam mempertahankan kesinambungan pembangunan pada 2027.
Karena itu, sinkronisasi perencanaan dinilai penting agar keterbatasan fiskal tidak menyebabkan program pembangunan berjalan tanpa arah dan tidak menyentuh kebutuhan utama masyarakat.
Melalui rapat tersebut, Melkianus berharap seluruh OPD memiliki kesamaan arah dalam menyusun kebijakan dan kegiatan pembangunan. Setiap perangkat daerah juga diharapkan lebih proaktif mencari peluang dukungan program dari pemerintah provinsi dan pusat.
Pemerintah Kabupaten Deiyai selanjutnya akan memfokuskan penyusunan program kerja 2027 pada kegiatan prioritas dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran yang tersedia.
Penyusunan Renja masing-masing OPD dan penataan tenaga kontrak menjadi bagian dari langkah awal pemerintah daerah dalam menghadapi pelaksanaan pembangunan tahun mendatang.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar