Bupati Melkianus Mote Salurkan Bantuan Rp600 Juta untuk KINGMI Deiyai Ikuti Konferensi di Manokwari
Deiyai, Pemerintah Kabupaten Deiyai telah mengalokasikan bantuan sebesar Rp600 juta untuk mendukung umat Gereja Kemah Injil Indonesia (KINGMI) Koordinator Deiyai mengikuti konferensi gereja di Manokwari. Selain dukungan tersebut, pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan fasilitas penunjang, meski sejumlah rencana harus disesuaikan dengan kondisi infrastruktur dan keterbatasan anggaran.
Hal itu disampaikan Bupati Deiyai Melkianus Mote, S.T., saat bertemu dengan umat KINGMI Jemaat Antiokhia Waghete pada Senin (2/11/2026) pagi. Dalam pertemuan tersebut, Mote membahas pelayanan gereja, mekanisme pemilihan koordinator, pembangunan asrama, hingga tata cara penyaluran dana hibah keagamaan.
Bupati Minta Pemilihan Koordinator KINGMI Sesuai Aturan
Dalam pembahasan mengenai pemilihan Koordinator Gereja KINGMI Deiyai, Mote menekankan pentingnya mengikuti mekanisme dan ketentuan organisasi yang berlaku. Ia juga menyatakan tidak dapat memastikan bahwa konferensi KINGMI berikutnya akan diselenggarakan di Kabupaten Deiyai.
Menurutnya, keputusan mengenai penyelenggaraan konferensi perlu mengikuti proses organisasi dan tidak dapat dijanjikan secara sepihak.
“Jabatan saya berakhir 2030. Saya tidak bisa tegas meminta konferensi Gereja KINGMI kepada Koordinator Deiyai,” ujar Mote.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan tetap perlu berjalan sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku, tanpa mencampuri keputusan internal organisasi gereja.
Pembangunan Asrama Berkapasitas 250 Orang
Selain membahas dukungan terhadap kegiatan gereja, Mote menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Deiyai sedang membangun asrama dengan kapasitas hingga 250 orang.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan masyarakat yang memerlukan tempat tinggal sementara. Namun, informasi mengenai lokasi, jadwal penyelesaian, dan peruntukan terperinci asrama tersebut belum dijelaskan lebih lanjut.
Sementara itu, rencana pembangunan Asrama KINGMI Center di Bomou yang sebelumnya ditargetkan dimulai tahun ini harus ditunda hingga tahun depan.
Penundaan tersebut berkaitan dengan akses jalan menuju lokasi yang belum rampung. Pemerintah daerah akan memprioritaskan penyelesaian jalan sebelum melanjutkan pembangunan fasilitas asrama.
Ketersediaan akses transportasi menjadi salah satu faktor penting agar pembangunan fasilitas dapat berjalan efektif dan nantinya lebih mudah dimanfaatkan oleh masyarakat.
Hibah Gereja Wajib Masuk Rekening Resmi
Dalam kesempatan itu, Mote turut mengingatkan pengurus gereja mengenai prosedur penyaluran bantuan pemerintah. Ia menegaskan bahwa dana hibah untuk gereja harus ditransfer ke rekening resmi gereja, bukan melalui rekening panitia.
Ketentuan tersebut menjadi perhatian penting dalam pengelolaan bantuan agar penyaluran dana lebih tertib dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai prosedur administrasi yang berlaku.
Mote juga mengingatkan bahwa dukungan anggaran pemerintah daerah untuk gereja pada tahun depan berpotensi berkurang, bahkan tidak tersedia. Kondisi itu berkaitan dengan pemotongan anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak terhadap kemampuan keuangan daerah.
Karena itu, pengurus gereja perlu mempertimbangkan kondisi fiskal tersebut dalam menyusun rencana kegiatan dan kebutuhan pembiayaan ke depan.
Kenang Masa Sekolah Minggu di Jemaat Antiokhia
Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Mote untuk menyampaikan kedekatan pribadinya dengan Jemaat Antiokhia Waghete. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengikuti sekolah Minggu di gereja tersebut.
“Saya anak sekolah Minggu dari sini. Ayat hafalan Yohanes 1:1,” kata Mote.
Ia turut menyebut bahwa para tetua telah memberikan izin bagi pembangunan gereja tersebut.
Pertemuan ini memperlihatkan adanya komunikasi antara pemerintah daerah dan umat gereja mengenai dukungan kegiatan keagamaan, pembangunan fasilitas, serta pengelolaan bantuan.
Ke depan, realisasi pembangunan asrama dan penyelesaian akses jalan menuju Bomou menjadi hal yang perlu diperhatikan. Sementara itu, kepastian bantuan gereja pada tahun anggaran berikutnya masih bergantung pada kemampuan keuangan daerah dan kebijakan anggaran yang berlaku.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar