Bulog Nabire Siapkan 3,5 Ton Beras untuk Gerakan Pangan Murah 2026
Nabire, Perum Bulog Kantor Cabang Nabire menyiapkan 3,5 ton beras untuk mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026. Persediaan tersebut terdiri atas 2 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta 1,5 ton beras premium merek Beraskita.
Kepala Cabang Bulog Nabire, Abdul Azis, mengatakan bahwa untuk sementara beras menjadi komoditas utama yang disiapkan dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, komoditas pangan lainnya masih dalam perjalanan menuju Nabire.
“Untuk kegiatan Gerakan Pangan Murah dalam rangka Hari Pangan Sedunia tahun 2026, kami menyiapkan beras SPHP sebanyak 2 ton dan Beraskita Premium 1,5 ton. Untuk sementara baru beras, sedangkan komoditas lainnya masih dalam perjalanan,” ujar Abdul Azis saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (16/10/2026).
Penyaluran Beras SPHP Nabire Capai 1.800 Ton
Di tengah persiapan GPM, Bulog Nabire juga terus menjalankan penyaluran beras SPHP untuk menjaga ketersediaan pangan dan membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau.
Abdul Azis mengungkapkan, realisasi penjualan beras SPHP di Kabupaten Nabire sejak Maret hingga 15 Oktober 2026 telah mencapai sekitar 1.800 ton. Jumlah tersebut setara dengan 48 persen dari target penjualan yang ditetapkan khusus untuk wilayah Nabire.
Menurutnya, capaian penjualan SPHP secara nasional telah melampaui target sehingga Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan penugasan tambahan. Namun, sejumlah wilayah di Papua masih berupaya memenuhi target penyaluran masing-masing.
“Kalau khusus target Nabire, penjualan SPHP sudah sekitar 48 persen. Secara nasional penjualannya sudah melampaui target, sehingga ada penambahan penugasan dari Bapanas,” jelasnya.
Untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras SPHP, Bulog Nabire bekerja sama dengan sekitar 46 mitra penjualan yang tersebar di Kabupaten Nabire. Para mitra tersebut menjadi bagian dari jaringan distribusi beras Bulog, termasuk untuk penjualan Beraskita Premium.
Volume penyaluran SPHP melalui mitra bahkan sempat mencapai 70 hingga 80 ton per minggu. Peningkatan tersebut sejalan dengan bertambahnya jumlah mitra yang mendaftar untuk ikut menyalurkan beras kepada masyarakat.
Penjualan Beraskita Premium Lampaui Target
Berbeda dengan beras SPHP, penjualan Beraskita Premium di Kabupaten Nabire telah melampaui target yang ditetapkan Bulog.
Abdul Azis menyebutkan, target penjualan Beraskita Premium ditetapkan berdasarkan nilai transaksi sebesar Rp5,4 miliar. Sementara itu, realisasinya telah menembus lebih dari Rp8 miliar atau sekitar 148 persen dari target.
Salah satu faktor yang turut mendukung pencapaian tersebut adalah keterlibatan Bulog dalam program pemerintah daerah, termasuk penyaluran bantuan beras premium untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Beraskita Premium tersedia dalam kemasan 5 kilogram, 10 kilogram, dan 50 kilogram. Untuk kemasan 50 kilogram, harga jualnya sekitar Rp15.700 per kilogram. Sementara kemasan 5 kilogram dan 10 kilogram dijual sekitar Rp15.800 per kilogram.
Harga tersebut mengikuti ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium yang berlaku. Abdul Azis memperkirakan harga Beraskita Premium dapat lebih rendah sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram dibandingkan sejumlah produk beras premium yang didatangkan dari luar daerah.
Stok Beras Bulog Nabire Lebih dari 2.000 Ton
Untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, Bulog Nabire saat ini memiliki persediaan lebih dari 2.000 ton beras di gudang. Selain stok yang tersedia, sekitar 5.000 ton beras lainnya masih dalam perjalanan dan dijadwalkan tiba secara bertahap.
Ketersediaan tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga kelancaran distribusi pangan di wilayah Nabire, terutama ketika permintaan masyarakat meningkat.
Abdul Azis mengatakan, pihaknya melakukan analisis kebutuhan dan permintaan pasar setiap bulan. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan pasokan berikutnya, termasuk mengajukan tambahan pengiriman apabila diperlukan.
“Kami setiap bulan menganalisis kebutuhan. Kalau ada kebutuhan mendesak, tentu kami akan mengajukan penambahan pasokan dan meminta pengiriman lagi,” tutupnya.
Melalui Gerakan Pangan Murah dan jaringan distribusi yang melibatkan puluhan mitra, Bulog Nabire berupaya memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga sesuai ketentuan. Adapun kedatangan komoditas pangan lainnya untuk kegiatan GPM masih menunggu pengiriman, sementara tambahan stok beras akan masuk secara bertahap.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar