INFO NABIRE
Home » Blog » Bukan Mau Mereka Menjadi Anak Aibon

Bukan Mau Mereka Menjadi Anak Aibon

menteri2

(Pencanangan Nabire menuju kota layak anak oleh Menteri PPPA Yohana Yembise dan Bupati Nabire)

Anak merupakan potensi yang sangat penting, generasi penerus masa depan bangsa, penentu kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang akan menjadi pilar utama pembangunan nasional, sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya dan mendapatkan perlindungan secara sungguh-sungguh dari semua elemen masyarakat dan pemerintah.

Demikian tutur Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak & KB, saat mencanangkan kota Nabire menuju Kota Layak Anak (KLA), jumat kemarin (05/03) di Nabire.

Seperti diketahui sebuah kabupaten/kota disebut kota layak anak harus memiliki beberapa indikator seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No.12 tahun 2011.

Beberapa indikator tersebut diantaranya memiliki hak sipil seperti mempunyai Akte Kelahiran, mendapat informasi Layak untuk Anak, terdapat Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak, Persentase Angka Kematian Bayi harus rendah, mendapat imunisasi lengkap, Anak yang berasal dari keluarga kurang mampu harus mendapatkan akses pelayanan kesehatan, memperoleh akses peningkatan kesejahteraan, mendapakan tingkat pendidikan yang baik, menikmati fasilitas pendidikan yang cukup, persentase kasus anak berhadapan dengan hukum yang diselesaikan dengan pendekatan keadilan, dan masih banyak lagi.

Jika diklasifikasikan dalam beberapa kluster, bisa dibagi menjadi kluster kesejahteraan anak, pendidikan anak, kesehatan anak, perlindungan terhadap anak dan hak sipil seorang anak.

Dicanangkannya Nabire menuju kota layak anak tentu akan menjadi pekerjaan rumah berat bagi pemerintah Nabire terlebih khusus Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak & KB kabupaten Nabire.

Masih banyak hak-hak anak yang terabaikan di daerah ini dimulai dari kesejahteraan, pendidikan, akses mendapatkan kesehatan dan terakhir hak perlindungan anak.

Sau contoh, ada istilah Anak Aibon. Keberadaan mereka tentunya akan mengganjal pemerintah kota Nabire dalam menyandang Kota Layak Anak.

Terkait penanganan anak-anak aibon ,yang sering menjadi bahan perbincangan beberapa pihak hingga sampai sekarang masih belum mendapat perhatian khusus dari pihak terkait utamanya Pemerintah daerah.

Masalah ekonomi-lah yang menjadi penyebabnya hingga mereka terhantar menjadi anak aibon asik dengan kehidupannya yang serba apa adannya.

Mereka perlu dilibatkan dalam program pendidikan khusus yang dapat membuka wawasan mereka mengenai masa depan. Bagi keluarga, terutama orang tua, perlu diberikan penyuluhan yang dapat meluruskan persepsi mereka mengenai kedudukan anak di dalam keluarga, lingkungan dan masyarakat.

Disamping itu program pengembangan sentra ekonomi di daerah asal mereka perlu dikembangkan agar mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar keluarga mereka.

Selain itu pemerintah perlu memberikan payung hukum penanganan anak aibon yang mengatur teknis monitoring penanganan anak aibon serta tanggung jawab keluarga dan masyarakat terhadap mereka.

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.