BPS Nabire Siap Petakan Ekonomi Digital Lewat Sensus Ekonomi 2026, BPS Kerahkan 268 Petugas
Nabire, 12 Juni 2026 – Perkembangan ekonomi digital di Kabupaten Nabire dan Dogiyai kini menjadi perhatian serius pemerintah. Untuk pertama kalinya, pelaku usaha berbasis digital, termasuk konten kreator media sosial, toko online, hingga layanan berbasis internet akan menjadi bagian dari Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS).
Pendataan secara door to door akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, dengan melibatkan 268 petugas yang disebar di Kabupaten Nabire dan Dogiyai.
Kepala BPS Nabire, Dio Ginting, menjelaskan bahwa sensus kali ini tidak hanya mencatat usaha konvensional, tetapi juga berbagai aktivitas ekonomi digital yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Semua dunia usaha akan dicatat, baik yang konvensional maupun digital. Termasuk konten kreator, toko online, usaha yang beroperasi melalui media sosial, hingga berbagai layanan digital lainnya,” ujarnya.
Menurut Dio, petugas sensus akan mendatangi setiap bangunan untuk mendata karakteristik sosial ekonomi rumah tangga sekaligus aktivitas usaha yang dijalankan masyarakat. Jika dalam satu bangunan terdapat rumah tangga dan usaha, maka keduanya akan didata secara bersamaan.

Pelaksanaan sensus didukung oleh 156 petugas di Kabupaten Nabire dan 112 petugas di Kabupaten Dogiyai yang terdiri dari Petugas Pencacah Lapangan (PCL), Petugas Pemeriksa Lapangan (PML), serta petugas khusus untuk usaha besar.
Hasil pendataan nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi, memperkuat sektor UMKM, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperbarui perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Kepala Bapperida Kabupaten Nabire, Mukayat, mengajak seluruh masyarakat untuk menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar agar perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memotret wajah baru perekonomian Nabire dan Dogiyai yang kini tidak hanya ditopang sektor konvensional, tetapi juga oleh pertumbuhan ekonomi digital yang semakin berkembang.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar