BPS Nabire Rilis Perkembangan IHK Februari 2026, Deflasi Bulanan 0,71 Persen dan Inflasi Tahunan Tembus 6,17 Persen
Nabire, 2 Maret 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire menyampaikan Berita Resmi Statistik terkait Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Nabire pada Senin (02/03/2026) di ruang kerja BPS Nabire.
Dalam pemaparannya, Kepala BPS Nabire, Dio Benuvin Perkasa Ginting, SST. menjelaskan sejumlah peristiwa penting yang mempengaruhi pergerakan harga selama Februari 2026.
Pertama, harga telepon seluler di pasar internasional mengalami tren kenaikan hingga awal Februari 2026. Kenaikan ini dipicu meningkatnya biaya komponen utama seperti cip dan memori akibat tingginya permintaan global, terutama seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Kedua, terjadi kenaikan harga emas dunia yang turut memberikan dampak terhadap harga komoditas di dalam negeri. Ketiga, peningkatan biaya listrik juga menjadi faktor penting setelah pada tahun 2025 pemerintah memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen, sementara pada tahun 2026 kebijakan tersebut tidak lagi berlaku.
Secara bulanan, Kabupaten Nabire pada Februari 2026 mengalami deflasi sebesar 0,71 persen. Sementara itu secara tahunan, yakni Februari 2026 terhadap Februari 2025, terjadi inflasi sebesar 6,17 persen.
Adapun inflasi tahun kalender (Februari 2026 terhadap Desember 2025) tercatat mengalami deflasi sebesar 2,10 persen.
Komoditas yang memberikan andil inflasi bulanan antara lain pisang sebesar 0,08 persen, daging babi 0,04 persen, telepon seluler 0,04 persen, telur ayam ras 0,04 persen, serta tomat 0,04 persen.
Sementara itu, lima komponen utama penyumbang deflasi bulanan yakni cabai rawit sebesar 0,75 persen, bawang merah 0,20 persen, angkutan udara 0,11 persen, daging ayam ras 0,05 persen, dan bensin 0,05 persen.
Secara tahunan, inflasi sebesar 6,17 persen tersebut berada di atas target pemerintah yang ditetapkan sebesar 2,5 persen ±1 persen. Kondisi ini menjadi perhatian para pemangku kepentingan guna memperkuat langkah pengendalian inflasi di Kabupaten Nabire.
Komoditas penyumbang utama inflasi tahunan tahun 2026 antara lain tarif listrik sebesar 2,13 persen, cabai rawit 1,12 persen, beras 0,70 persen, daging babi 0,40 persen, serta emas perhiasan 0,35 persen.
Di sisi lain, beberapa komponen mengalami deflasi tahunan, yakni tarif Sekolah Menengah Atas sebesar 0,17 persen, tomat 0,16 persen, angkutan udara 0,15 persen, bensin 0,10 persen, serta tarif Sekolah Menengah Pertama 0,08 persen.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]




Leave a Reply