INFO NABIRE
Home » Blog » BPS Nabire : Ini Komoditas Penyebab Nabire Deflasi 1.48% di Bulan Februari

BPS Nabire : Ini Komoditas Penyebab Nabire Deflasi 1.48% di Bulan Februari

(BPS Nabire : Ini Komoditas Penyebab Nabire Deflasi 1.48% di Bulan Februari/Foto. Sitti Hawa)

Nabire, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire merilis deflasi bulanan Februari 2024 sebesar 1.48% (month-to-month/mtm). Artinya Terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari 2024 terhadap Januari 2024.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire, Bowo Budi Sumanto, SE., dalam jumpa pers di ruang rapat Kantor BPS Nabire, Jumat (01/03/2024).

(Baca Juga : BPS Nabire Catat Inflasi Tahunan di Kabupaten Nabire 5.42% di Januari 2024)

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire, Bowo Budi Sumanto, SE., mengatakan, kelompok pengeluaran penyumbang deflasi pada bulan Februari ada 5 kelompok. Sementara penyumbang inflasi ada 4 kelompok, dan yang tidak mengalami inflasi dan deflasi ada 2 kelompok.

Lima kelompok yang mengalami deflasi bulanan adalah sebagai berikut :

  1. Kelompok makanan, minuman dan tembakau

  2. Kelompok kesehatan

  3. Kelompok pakaian dan alas kaki

  4. Kelompok pendidikan

  5. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya

Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi bulanan yakni sebagai berikut :

  1. Kelompok perumahan sebesar 0,05%

  2. Kelompok perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga  sebesar 0,31%

  3. Kelompok transportasi sebesar 0,045%

  4. Kelompol rekreasi olahraga dan budaya sebesar 3,07%.

Sedangkan yang tidak mengalami inflasi bulanan dan deflasi bulanan harganya stabil, sama dengan bulan sebelumnya.

Sedangkan andil tertinggi pada kelompok makanan dan minuman bisa dilihat andilnya adalah kelompok makanan dan minuman itu memiliki andil sebesar -1,47 dia termasuk yang mengcover dari kenaikan beberapa komoditas itu tertutup dengan adanya penurunan di kelompok makanan dan minuman.



“Selanjutnya inflasi untuk inflasi year on year atau inflasi tahun ke tahun yaitu sebesar 4,08% artinya jika indeks harga konsumen di bulan Februari tahun 2024 ini dibandingkan dengan indeks harga konsumen di bulan Februari tahun 2023 itu ada mengalami kenaikan yaitu sebesar 4,08%. Jadi ini pembandingnya bukan bulan ke bulan sebelumnya tapi tahun bulan yang sama jadi membacanya seperti itu,” kata Bowo Budi Sumanto, SE.

Dikatakan Bowo Budi Sumanto, bila dicermati, inflasi tertinggi pada tahun ke tahun tertinggi terjadi pada kelompok perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rumah tangga yaitu sebesar 8,31%. Sementara inflasi tahun ke tahun terendah terjadi pada kelompok pendidikan yaitu sebesar 0,21%.

“Untuk yang mengalami penurunan atau deflasi year on year terjadi pada kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,62% terjadi deflasi artinya, itu akan menunjukkan -0,62. Angka minus itu menandakan bahwa dia deflasi kalau plus inflasi,” ujarnya.

Jika ditinjau menurut kelompok pengeluaran, 10 kelompok tercatat mengalami inflasi dan hanya satu kelompok mengalami deflasi yaitu kalau kita lihat di tabel adalah yaitu kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,62.

Secara umum pada Februari 2024 terjadi deflasi sebesar 1,48 % dan inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 4,08%.

“Nah ini ada yang namanya tahun ini inflasi ya, oh ini inflasi bulanan ya yang besarnya 1,48. Karena itu ada juga inflasi 1,57% itu inflasi tahun kalender ya. Jadi kalau kita lihat pada bulan Februari untuk month to month atau inflasi bulanannya 1,48 % itu minus. Itu harusnya minus, artinya terjadi deflasi. Sedangkan untuk year on Desember ya atau deflasi kalender itu sebesar 1,57%, itu deflasi artinya -1,57% itu kalau kata deflasinya nggak ada jadi inflasi. Sementara penyumbang utama inflasi di bulan Februari secara year on year adalah kelompok makanan dengan andil sebesar 2,35%. Sementara komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah beras, tomat, dan bawang putih. Tiga ini termasuk yang paling terbesar di kelompok bahan makanan tadi. Bahan makanan, minuman dan tembaka terus untuk kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,52 % ini menyumbang inflasi year on year sebesar 0,52%. Berarti di kelompok ini kena ini ada bahan bakar rumah tangga,” urai Bowo Budi Sumanto.

Ditambahkan Bowo Budi Sumanto, inflasi dan deflasi secara umum dikenal sebagai perubahan harga. Tapi dengan adanya rilis tiap bulan, mudah-mudahan masyarakat semakin paham maksud perubahan itu, karena selama ini mungkin hanya persepsi secara umum oh inflasi itu hanya perubahan padahal telaahnya tidak seperti itu. Artinya telaahnya lebih kepada pembandingnya yang mana sehingga ada 3 jenis inflasi yang dirilis oleh BPS setiap bulannya.

*Sumber : BPS Nabire

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.