BMKG Nabire Kategorikan Hujan Tanggal 24 Oktober Sebagai Hujan Lebat
Nabire – Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) kabupaten Nabire, mengkategorikan hujan yang terjadi hari kamis (24/10), sebagai hujan lebat.
Hujan yang terjadi kamis malam hingga jumat dini hari di wilayah Nabire dan sekitarnya berlangsung selama kurang lebih 6 jam, disertai petir.
Hal itu disampaikan BMKG Nabire dalam rilis persnya yang diterima Nabire.Net, Sabtu (26/10).
Dalam rilis pers tersebut, satuan curah hujan di Nabire pada tanggal 24 Oktober lalu yaitu 81.7 mm sehingga dikategorikan hujan lebat.
Untuk menentukan bahwa hujan pada tanggal 24 Oktober lalu merupakan hujan lebat, BMKG Nabire menganalisa berdasarkan 9 indikator yaitu peredaran semu tahunan matahari, ENSO (El Nino – South Osciilation), pergerakan gelombang atmosfer sepanjang khatulistiwa (Madden – Julian Oscillation), suhu permukaan laut (SST), radiasi gelombang panjang (OLR), pola arus angin, kelembaban relatif, indeks labilitas udara dan citra satelit.
Dari sembilan indikator tersebut, BMKG Nabire berkesimpulan sebagai berikut :
-
Secara analisis global, hujan lebat & thunderstorm yang terjadi di wilayah kota Nabire dan sekitarnya dipengaruhi oleh posisi peredaran tahunan Matahari berada di BBS, dipengaruhi oleh kondisi SST yang cukup hangat serta di perngaruhi anomali OLR bernilai negative.
-
Adanya pola Konvergensi tepat diatas Wilayah Nabire yang menyebabkan terjadinya pembentukan awan – awan konvektif penghasil hujan lebat maupun petir / guntur.
-
Kelembaban relatif (RH) pada lapisan 850, 700 & 500 mb bernilai 60 – 90 %. Hal ini menunjukkan bahwa pada saat kejadian hujan lebat kondisi udara basah hingga lapisan 500 mb, sangat berpotensi untuk perbentukan awan-awan konvektif di atas wilayah Nabire sampai di ketinggian level 500 mb.
-
Dari klasifikasi jenis awan diketahui awan yang terbentuk adalah awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat diketahui berdasarkan suhu puncak awan pada counter line satelit Himawari 8 EH yaitu (- 62 0C) s/d (-69 0C) yang tampak jelas pada pukul 12.00 UTC (21.00 WIT). Awan Cumulonimbus (Cb) tersebut yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang, hujan lebat serta petir / guntur.
-
Dari indeks labilitas udara diketahui bahwa adanya potensi pembentukan awan konvektif sedang dan kemungkinan terjadi hujan & badai guntur.
BMKG Nabire juga memprediksi bahwa selama beberapa hari kedepan, wilayah Nabire masih berpotensi mengalami berawan tebal hingga hujan lokal dengan intensitas ringan terutama pada malam dan dini hari.
[Nabire.Net/Eusebius]



Leave a Reply