INFO NABIRE
Home » Blog » Biografi Maria Yeti Asaputri Kapitarauw

Biografi Maria Yeti Asaputri Kapitarauw

Mengenal Lebih Dekat Maria Yeti Saputri dan Disabilitas Indonesia
(Mengenal Lebih Dekat Maria Yeti Saputri dan Disabilitas Indonesia)

Nabire, Bermula dari sebuah mimpi yang dialami sampai 3 kali pada tahun 2012, hidup dan dedikasinya berubah untuk melayani kaum Disabilitas Indonesia.

Disabilitas Indonesia

Istilah “Disabilitas” mungkin kurang akrab di sebagian masyarakat Indonesia berbeda dengan “Penyandang Cacat”, istilah ini banyak yang mengetahui atau sering digunakan di tengah masyarakat.

Istilah Disabilitas merupakan kata bahasa Indonesia berasal dari serapan kata bahasa Inggris disability (jamak: disabilities) yang berarti cacat atau ketidakmampuan. Namun, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “Disabilitas” belum tercantum.

Disabilitas adalah istilah baru pengganti Penyandang Cacat. Penyandang Disabilitas dapat diartikan adalah orang yang memiliki keterbatasan fisik, mental, intelektual, atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sikap masyarakatnya dapat menemui hambatan yang menyulitkan untuk berpartisipasi penuh dan efektif berdasarkan kesamaan hak.

Seperti juga orang Indonesia lainnya, Disabilitas juga harus mendapatkan hak tumbuh berkembang yaitu hak asah asih asuh yaitu hak untuk mendapatkan pendidikan, beribadah, berbudaya, bermain, rekreasi, penggunaan waktu luang seperti yang tertuang dalam.

Negara punya kewajiban untuk mewujudkan kesempatan itu kepada anak-anak ini sesuai dengan isi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dicantumkan bahwa Negara menjamin hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Salah satu diskriminasi dan prasangka yang masih sering terjadi masih terjadi kepada kelompok penyandang disabilitas di Indonesia.

Individu disabilitas sering kali dipandang sebelah mata oleh masyarakat karena mempunyai kekurangan dari yang lainnya atau bisa dikatakan ada perbedaan,

Selain itu mereka masih sering mendapatkan perlakuan-perlakuan yang kurang senonoh baik secara fisik maupun lisan seperti perundungan, di kucilkan oleh masyarakat sekitar dan masih banyak lagi.

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari di tempat umum masih sulit karena fasilitas-fasilitas yang disediakan belum memadai, bahkan ada fasilitas yang tersedia untuk kaum disabilitas masih banyak yang disalahgunakan oleh masyarakat yang masih seenaknya sendiri dan kurangnya kepedulian akan lingkungan sekitar.

Mengenal Maria Yetia Saputri, S.Sos., M.Si

Realita di lapangan yang kita lihat masih ada saja pihak lain yang sering kali meremehkan kelompok disabilitas. Kasus yang sering kita temui di masyarakat diantaranya yaitu masih banyaknya kekerasan, pelecehan yang dilakukan kepada penyandang disabilitas.
Kondisi dan situasi kelompok disabilitas membuka dan mengetuk hati seorang perempuan untuk bergerak memberdayakan mereka melalui pemikiran dan ide untuk mereka.

Bermula dari sebuah mimpi yang dialami sampai 3 kali pada tahun 2012, dalam mimpi beliau menjadi sopir untuk kendaraan yang kaum disabilitas yang tubuhnya tidak sempurna.

Mereka dibawa ke sebuah taman yang indah dan bermain-main bersama. Sebuah mimpi ternyata sangat bermakna untuk melayani kaum disabiltas karena setelah mimpi ada kejadian yang dialami oleh wanita 2 putra putri yang bernama Geng Tjiang dan Geng Mee Ling ini, yaitu ada seorang ibu yang memiliki anak yang mengalami cacat dikaki tersesat dan berhenti persis didepan rumah.

Padahal jarak rumah ibu 30 kilometer dari rumah Saputri, ibu yang tersesat tadi ingin terapi. Karena hari sudah sore maka ibu yang tersesat diijinkan menginap di rumah Saputri. Dari menginap diketahui bahwa ternyata ibunya pandai memasak dan akhirnya menjadi juru masak dirumah Saputri.

Setelah kejadian itu kemudian secara beruntun datanglah orang-orang dengan keterbatasan tertentu bertemu dengan Saputri setiap hari. Lama kelamaan menjadi kebingungan yang luar biasa dialami oleh Saputri karena merasa tak mampu untuk merawat mereka. Saputri berusaha lari dari kenyataan dan mengabaikan mereka yang merupakan titipan Tuhan yang diberikannya.

Akhirnya dirinya menyerah dan mengikuti panggilan Tuhan untuk merawat kaum Disabilitas. Saputri mempunyai tekad untuk melayani penyandang disabilitas maupun anak yatim. Dari mimpi itu merasa yakin bahwa hidupnya untuk mengabdi, melayani kaum disabilitas dan anak yatim.

Saputri dilahirkan sebagai anak ke 3 dari 3 bersaudara. Lahir di Solo, 12 Oktober 1980, dengan nama komplit Maria Yeti Asri Saputri atau sering dipanggil Mami. Ayah dari Saputri menamakan Yeti karena menurut ayahnya arti dari Yeti adalah Salju. Ayahnya berharap kehidupan dari Saputri biasa dipanggil bak seorang putri salju,bangsawan berkulit putih yang hidup tenang dan mulia dalam perlindungan raja.

Putri bangsawan yang mempunyai kehidupan yang indah. Tetapi apa yang dibayangkan tidak menjadi kenyataan karena orang tuanya bercerai. Satu anak ikut ayahnya sedangkan 2 anak lainnya ikut ibunya. Setelah orang tua bercerai kemudian ayahnya menikah lagi dengan anak lurah asal Wonogiri kemudian di usia 4 tahun Saputri tinggal bersama ibu tiri. Bayangan bahwa ibu tiri itu begitu kejam dan suka menindas anak-anak hilang setelah hidup bersama ibu tiri. Ibu tiri dari Saputri begitu menyayangi dan merawatnya dengan luar biasa.

Peristiwa Kerusuhan 1998, Kenangan yang Tak Perlu Dikenang

Tahun 1998 terjadi kerusuhan di Kota Solo yang meluluh lantakkan sebagian kota Solo. Isu SARA begitu santer. Perekonomian kota Solo luluh lantak akibat peristiwa tersebut Sedangkan Saputri diungsikan bersama 12 gadis keturunan Cina yang dititipkan ke Ayah Saputri, Karena ayah Saputri merupakan tokoh politik yang jadi panutan dan mempunyai pengaruh yang besar sehingga gadis-gadis ini aman dalam lindungan ayah Saputri

Awal Menjadi Artis Terkenal

Keberadaan di Masjid Istiqal membawa berkah untuk Saputri. Setelah menginap bersama bayi mungil buah hatinya dan istirahat di Masjid Istiqal, pada esok harinya ada seorang pria yang sesudah sembayang melihat mereka betiga dan langsung bertanya “apa yang kalian lakukan disini ??”

Dengan singkat Saputri menceritakan semuanya dengan jujur. Dan setelah mendengarkan cerita dari Saputri, sang pria langsung menawarkan pekerjaan kepada Saputri. Kemudian Saputri disuruh ke kantor pria tersebut. Keraguan menyelimuti benak hati Sputri sehingga tidak pergi ke kantornya sang pria. Esok harinya, ia kembali ketemu sang pria dan sang pria bertanya kenapa tidak pergi ke kantor. Dijawab Saputri karena tidak punya ongkos. Akhirnya Saputri dan dua anaknya pergi ke kantor sang pria dengan ongkos dibayari oleh sang pria.

Saputri berpamitan kepada penjaga masjid dan mengucapkan terima kasih sudah ditolong. Pergilah Saputri ke kantor sang pria di Kebon Jeruk Jakarta Selatan. Masuklah Saputri ke kantor dan setelah menunggu selam 3 jam akhirnya ketemu staf kantor dan Saputri dituntun ke sebuah mess yang menjadi tempat menginap para kru dan karyawan.

Semenjak itu Saputri dan anak-anaknya tinggal di mess rumah Production House. Kebetulan Production House sedang membuat sinetron dengab judul “Tukang Bubur Naik Haji” yang ditayangkan di RCTi, kemudian sinetron religi “Sinema Pintu Taubat” yang ditayangkan di Indosiar.

Itulah awal karir Saputri sebagai artis dan dilanjutkan dengan sinetron-sinetron lainnya dan bintang iklan seperti :
a. Kampong Bocah dan Anak-anak Pantai – TVRI
b. Iklan Obat Nyamuk
c. Iklan Cosmetic Wardah
d. Iklan Kecap
e. Iklan OLX

Pundi-pundi Saputri mulai terkumpul dan bisa menabung. Dari menabung, ia bisa membeli rumah dan mobil di Jakarta, sehingga kehidupan Saputri mulai mapan.

Awal Bersama Kaum Disabilitas, Dari Solo Sampai ke Papua

Gerakan untuk memperjuangkan kehidupan kaum Disabilitas dimulai oleh Saputri. Setelah menjadi artis di Ibukota ternyata Saputri mengembangkan bisnisnya di kota kelahirannya Solo.

Bisnis berkembang dengan pesat, dimulai dari bisnis baju Weding, Sekolah Modelling dan Supplier seragam sekolah. Banyak peminat yang masuk ke sekolah modeling milik Saputri.

Membagi waktu antara mengurus bisnis dan kerinduan dengan sang anak membuat Saputri mondar-mandir Solo – Papua, kedua anaknya sudah bersekolah di Papua.

Di tengah kerinduan dengan sang buah hati, Saputri mulai menyibukan diri dengan aksi sosial. Menjadi aktivis donor darah di PMI Solo adalah menjadi permulaan Saputri untuk beraktifias sosial. Dari aktifitas sosial ini maka Saputri bisa bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat solo pada saat event kepedulian sosial kemasyarakatan di Solo Raya.

Akhirnya tokoh-tokoh ini bertemu dengan Saputri dan melakukan rapat bersama yang dihadiri oleh Kepala YPAC, Kpela SLB, Kepala RC, aktifis Difabel. Dari pertemuan ini dibentuklah Forum Kepedulian Difabel, dan Saputri menjadi salah satu pendiri. Sebuah gebrakan dilakukan oleh Saputri untuk Difabel di kota Solo. Saputri diangkat menjadi ketua Forum.

Tahun 2012 menjadi awal Saputri berkarya dan berkegiatan untuk kaum Disabilitas. Sebagai event pertama diadakan di The Park Mall. Sebuah event besar untuk memperkenalkan potensi dan bakat kaum Difabel. Event dijadikan sebuah gerakan awal oleh Saputri bersama tim untuk Difabel.

Gerakan ini tidak berfokus pada pada satu jenis Difabel saja. Bergerak di dunia pendidikan, seni dan budaya, entertainment, olah raga, dunia bisnis menjadi program dari Saputri. Semua Difabel diajak utnuk bergabung baik Difabel totalitas fisik, mental tetapi juga jiwa.

Tujuan Saputri mulai terwujud untuk kaum disabilitas. Saputri makin menyayangi dan membuat program-program untuk mereka. Anak didik dari Saputri mulai terlibat dalam kegiatan yang sudah disusun oleh Saputri mulai dari pentas bakat Difabel, pelatihan modelling, pelatihan atlet, Membuka lapangan kerja bagi difable,Therapy dan kegiatan lain yang berorientasi Difabel.

Perjuangan Saputri ini tidak berjalan secara mulus seperti apa yang dipikirkan, masih banyak orang-orang yang tidak mau peduli dengan Difabel. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan tidak banyak mendapat apresiasi dari lingkungan bahkan termasuk keluarga sendiri. Justru apa yang dilakukan oleh Saputri dianggap mengeksploitasi Difabel demi kepentingan sendiri.

Tetapi melaui petemuan sebuah forum yang dihadiri oleh LSM, Yayasan yang berlabel Difabel akhirnya mereka mengetahui apa yang sudah dilakukna oleh Saputri. Akhirnya sekian waktu dengan apa yang dilakukan oleh Saputri maka mereka mengetahui semua perjuangan Saputri.

Kemudian Saputri dianggap sebagai tokoh bersar dalam dunia Difabel. Banyak penghargaan yang diperoleh oleh Saputri untuk perjuangan Difabel.

a. Penghargaan dari bupati Nabire/Isaias Dow sebagai Tokoh Mayarakat Pejuang Kaum Disabilitas Papua 2019
b. Penghargaan Innovator Pendidikan Disabilitas dari Dinas Pendidikan Nabire & Bupati Mesak Magai 2021
c. Penghargaan Merdeka Award dari Wakil Presiden/H Maruf Amin sebagai Sosok Inspirator bidang Sosial Kemanusiaan &  Kemasyarakatan
d. Inspiring Woman versi RRI
e. “Sosok Inspiratif Untuk Indonesia” Ajang Merdeka Award 2022
f. Penghargaan dari LEPRID

Dari penghargaan-penghargaan ini bisa menggambarkan perjuangan Saputri. Apakah perjuangan Saputri sudah puas dan berhenti, jelas tidak, karena satu hal yang belum puas adalah jauhnya Saputri dengan anak-anak. Maka untuk mewujudkan perjuangan itu Saputri membentuk Forum Difabel Papua. Ini dibentuk agar bisa menengok anak-anak kandungnya sekaligus melayani dan berkegiatan sosial di Papua.

Cetak Atlet dan Model Internasional

Saputri semakin dikenal dengan karya-karyanya. Dari dunia akting sampai dengan dunia modeling sehingga semakin dilirik oleh perancang busana di Indonesia. Dunia yang sebelumnya tidak pernah terfikirkan untk menjadi lading rejeki Saputri. Rejeki mengalir dari dunia ini sehingga namanya dikenal untuk pemotretan, kalender, kebaya maupun baju weding.

Dikenal sebagai Mami oleh kaum Difabel, kiprah saputri mengundang banyak pihak lain termasuk dari pejabat pemerintah. Pada awal tahun 2017, dirinya mengangkat/mengadopsi 2 anak yang salah satunya anak Difabel yang hampir lumpuh total karena menderita “Celebral Palsy” dan seorang anak piatu yang untuk diadopsi menjadi anak dari Saputri.

Anak Papua asli yang ditemukan disebuah pulau di Papua. Mereka diadopsi secara sah. Ketulusan dalam melayani kaum Difabel mengudang banyak pihak yang mulai menarik perhatian. Banyak orang mulai kenalan dan bersimpati atas apa yang sudah dilakukan Saputri untuk Difabel. Semua orang yang dekat dan kenal Saputri dijadikan mitra untuk melayani Difabel.

Sekolah modeling dibuat untuk Difabel, pelatihan atlet-atlet juga disiapkan dan dilatih dengan baik. Suatu prestasi diperoleh Difabel didikan Saputri karena berhasil ke NPC ( National Paralypic Committee ). Saputri berhasil melahirkan atlet Difabel yang sukses dalam kejuaraan dan olimpiade Nasional maaupun Internasional.

Di dunia sekolah modeling juga melahirkan model Difabel yang berhasil menyabet beberapa kejuaraan di dalam negeri maupun luar negeri salah satunya di kejuaraan modelling dan fashion show Thailand dan Fhilipina hingga Mr. Deaft America.

Sebuah prestasi yang awalnya tidak pernah dibayangkan. Hanya ketulusan, dedikasi, ketekunan dan kerja keras yang selalu diajarkan kepada anak-anak Difabel. Yang diperlukan dalam melayani Difabel adalah Totalitas. Anak-anak Difabel selalu diajarkan untuk selalu mandiri dan tidak mengantungkan kepada orang lain. Bahkan kini banyak anak-anak/murid-muridnya telah membintangi fil-film tv maupun youtube.

Perjalanan Menjadi Besar di Papua

Perjalanan Saputri untuk berkarya dan berkecimpung bersama Difabel memasuki usia sepuluh tahun. Namanya begitu dikenal dan menjadi legenda untuk dunia Difabel. Hidupnya dikorbankan untuk Difabel sehingga anak asuhnya menjadi sukses di kancah nasional maupun internasional.

Gebrakan program sangat brilian dan belum pernah ada untuk anak-anak Difabel. Program seperti Difabel Got Talent, Festival Difabel, Charity Fashion Show, Pentas Seni dan Budaya Difabel sering diselenggrakan baik di Mall maupun Hotel Berbintang dengan menghadirkan artis terkenal maupun pejabat. Semua kegiatan untuk mewadahi minat dan bakat dari anak-anak Difabel.

Nabire adalah salah kabupaten di provinsi Papua Tengah. Sebuah pulau yang awalnya sangat asing dan tidak kenal siapapun dan sarat akan resiko serta hambatan dan tantangan baik karakter masyarakat maupun kondisi daerah yang tergolong rawan keamanan dan masyarakat belum kenal kegiatan disabilitas, melihat kondisi yang penuh resiko dan saya dipertemukan sosok orang orang yang mempunyai kepedulian sosial yaitu satu polisi laki laki dan satu polisi wanita yang memang tugasnya pelayan masyarakat dan aktif mendampingi kegiatan saya, di samping melaksanakan tugas-tugas polisi dan selalu memberikan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat umum dan khususnya keluarga disabilitas.

Dengan berjalanya waktu, keberadaan Yayasan difabel mendapat dukungan dan diterima baik oleh masyarat. Dari hari kehari selama delapan tahun telah membuktikan untuk karya dan pengabdian Saputri sehingga sangat dikenal dengan sangat baik oleh pemerintahan dan masyarakat kabupaten Nabire.

Semua bisa diajak kerjasama untuk pengembangan program-program untuk Difabel. Saputri tanpa pamrih berjuang serta menyalurkan apa yang dimiliki untuk Difabel. Wanita yang dulunya berjuang dan mengelandang di Jakarta bersama ke dua anaknya ini telah menjadi sandaran hidup dan tempat berkeluh kesah ratusan disabilitas hingga suatu saat ada orang yang menjulukinya Saputri “A Lady With A Golden Heart”.

Pelayanan dan tanggung jawabnya dalam kehidupan Difabel di Papua sangat berjasa. Wanita yang dulunya pernah dicaci dan dihina sebagai pendatang dari Solo (Jawa) telah berdiri lurus untuk tetap selalu melayani dan mengabdikan hidupnya untuk Difabel.

Pengakuan masyarakat Nabire atas semua apa yang dilakukannya dan prestasi oleh Saputri maka sebagai tanda apresiasi masayarakat maka Saputri diberikan gelar nama dengan sebutan Maria Kapitarauw.

Sebuah yayasan didirikan Saputri untuk memperkuat pondasi pelayanan kepada Difabel. Yayasan itu didirikan di Kelurahan Kalibobo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Program-program disusun secara terencana dan diaplikasi secara nyata untuk Difabel dan masyarakat Nabire. Papua telah menjadi kampung halaman ke dua setelah Solo. Tempatnya berkarya dan membangun perjuangan dan pelayanan bersama Difabel.

Perjuangan Saputri dimulai ke pelosok atau pedalaman Papua dalam program “Gerilya For Difabel”. Dengan membawa bekal yang berwujud Sembako, Uang, Obat-Obatan dan Kursi Roda yang akan diberikan kepada para Difabel maka Saputri sangat mudah menemuinya. Pelibatan untuk kegiatan bakti sosial dan donor darah sebagai salah satu cara untuk mendekatkan Saputri kepada Difabel.

Yayasan Difabel Indonesia, dari Solo Sampai Nabire

Pada tahun 2012 juga Saputri akhirnya mendirikan sebuah yayasan untuk menampung bakat dan minat Difabel. Yayasan ini diberi nama Yayasan Peduli Difabel Yayasan Difabel Indonesia sudah berbadan hukum dengan SK Kemenkumham dan Surat Ijin Operasional dari Dinas Sosial ini memiliki wilayah cakupan kegiatan meliputi Sragen, Boyolali, Karanganyar.

Selain bekerja untuk kota Solo, Beragam program kegiatan dicanangkan dan direncanakan oleh yayasan untuk meningkatkan keahlian Difabel.

Kegiatan seperti Home Schooling, TK/PAUD, Sanggar Seni,Therapy Difabel, Acting shool dan Theater, Modeling Schooll, Tari Traditional & Tari Modern, K pop Dance, Drawing And Painting Schooll, Memasak/Cooking Class, Bercocok. Tanam & Penghijauan Lingkungan (Hidroponik/ Aquaponik), Therapy Difabel, Therapy wicara, Hypnotherapy,Musictherapy dan Yoga Mind and Soul untuk kesehatan jiwa dan raga, dilakukan secara rutin di yayasan.

Siswa,Intruktur dan Pengurus berjumlah 86 dan bergabung untuk mengembangkan bakat. Sekretariat Yayasan sekaligus Sanggar&Difable Cafe berada di Jl. Madubronto 8 , Sondakan, Laweyan, Surakarta Solo Jawa Tengah selalu ramai untuk kegiatan Difabel.

Uang hasil penjualan dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan kemajuan Difabel. Keberadaan kafe Difabel ini sangat membantu para kaum Difabel untuk membuka lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran bagi para kaum Difabel.

Untuk mewadahi difabel yang sudah beranjak dewasa yayasan membuat kafe yang dinamai Difable Kafe. Kafe berdiri pada tanggal 3 Juli 2018. Keunikan kafe ini adalah semua pekerjanya dari kaum difabel. Konsep dari kafe Difabel adalah pengunjung bisa makan minum sepuasnya bayar seiklasnya. Semua pengunjung membayar dengan memasukkan ke kotak amal.

Pengelolaan kafe juga mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Anak. Pekerja yang bekerja di kafe harus dengan usia diatas 18 tahun sehingga tidak menyalahi aturan usia pekerja. Dofa Kafe tidak pernah mempekerjakan usia anak-anak untuk bekerja.

Pengelolaan sanggar difabel dengan banyaknya kegiatan-kegiatan yang dilakukan semua atas biaya sendiri yang dilakukan oleh Saputri. Tidak ada pihak yang peduli maupun membantu untuk kaum difabel. Perjuangan dengan ide maupun biaya telah diwujudkan dalam berbagai kegiatan untuk dua sekretariat Difabel yaitu Solo Jawa Tengah dan Nabire, Papua Tengah.

Kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Difabel Indonesia baik di Solo maupun Nabire tergambar dalam dokumentasi dibawah ini :

1. Modeling School

Fashion Show with Artis Gisella Anastasia di Hotel Best Western Solo. Satu-satunya dan pertama Modeling School khusus Disabilitas yang ada di Indonesia Yang diakui oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata.

2. Difabel Cafe / Difa Café

Difable Cafe tempat mewadahi difabel yang sudah beranjak dewasa untuk mandiri dan berkarya sesuai dengan minat dan bakat khususnya berdagang kuliner

3. Acting School and Theater

Melatih anak untuk menjadi ahli peran dan melatih menemukan karakter anak melalui Acting dan Theater

4. Melukis / Drawing and Painting

Saat belajar melukis Melalui melukis melatih anak-anak untuk mengekpresikan diri mereka dan mengembangkan kreativitas, imajinasi peserta didik, melatih motorik kasar dan motorik halusnya serta dan mengenalkan seni secara dini

5. Memasak / Cooking Class


Cooking Class Anak-anak memiliki kemampuan belajar yang tinggi, mampu meniru sesuatu hanya dengan melihatnya. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk menambah kualitas pribadi anak. Belajar memasak juga sangat penting untuk proses tumbuh kembang anak..

6. Modern Dance / K-Pop

Pentas modern dance Menari modern untuk melatih kekuatan otot tubuh dan melatih koordinasi serta keseimbangan. Tentunya menjadi cara yang menyenangkan untuk meningkatkan kesehatan. Di sisi lain, menari juga dapat memenuhi stimulasi kognitifnya karena melatih konsentrasi, memori

7. Traditional Dance


Menari diyakini dapat meningkatkan kelenturan dan harmonisasi tubuh anak, melepaskan ( release) anak dari ketegangan emosi dalam pertumbuhannya, memperkuat emosi dan kecerdasan kreatif, serta mengisi jiwa seni penuh kelembutan dan penghargaan kepada alam dan manusia.

8. Bercocok tanam & penghijauan Hidroponik/Aquaponik

Praktek Hidroponik bersama anak-anak Menumbuhkan produktifitas anak untuk menanam sayur mayur organik dengan memanfaatkan lahan dan pekarangan rumah sekitar yang kurang produktif.

9. Therapy Wicara

Saat terapi di Sanggar Difabel Terapi wicara adalah meningkatkan kemampuan bicara dan mengekspresikan bahasa. Terutama pada anak-anak, yang mengalami keterlambatan bicara atau speech delay.

10. Hypnotherapy


Hypnoterapi, sebuah ilmu terapi yang memasuki alam bawah sadar seseorang untuk menyembuhkan trauma-trauma psikis karena sesuatu peristiwa kehidupan

11. Yoga Mind And Soul

Yoga meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas, meningkatkan jangkauan, mencegah rasa sakit dan banyak manfaat pikiran-tubuh,” “Ada kutipan yang saya suka tentang yoga. ‘Ini tentang menjadi baik pada diri sendiri.’ Yoga adalah hal yg baik untuk pikiran, tubuh, dan jiwa.”

12. Therapy Musik

Terapi Musik adalah penggunaan intervensi musik klinis & berbasis bukti untuk mencapai tujuan individual dalam hubungan terapeutik oleh seorang profesional yang dipercaya yang telah menyelesaikan program terapi musik yang disetujui. Intervensi terapi musik dapat mengatasi berbagai tujuan kesehatan & pendidikan:
a. Promosikan Kesehatan
b. Kelola Stres
c. Mengurangi Rasa Sakit
d. Ekspresikan Perasaan
e. Tingkatkan Memori
f. Tingkatkan Komunikasi
g. Promosikan Rehabilitasi Fisik
dan banyak lagi.

Pasien umum /dewasa dg masalah stress,depresi,anxiety dll serta Anak2 berkebutuhan khusus dengan keadaan ADHD, Autis, DownSyndrome, Hyperaktif, lambat berfikir/sulit konsentrasi, dll, menunjukkan perbaikan yang pesat dengang therapy ini.

Selain kegiatan-kegiatan rutin yang dilakukan disanggar, Yayasan Difabel Indonesia juga melakukan kegiatan diluar perencanaan dan jadwal rutin.

Kegiatan untuk mendukung kegiatan utama yang ada di Sanggar. Kegiatan ini dapat digambarkan dalam dokumentasi sebagai berikut :

A. Kegiatan Keagamaan

a. Buka bersama


Kegiatan ini untuk mengajarkan tentang ketaqwaan terhadapa Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus untuk melatih anak-anak berpuasa Ramadhan. Diikuti oleh 60 anak bertempat di Sanggar Difabel

b.Halal bi Halal

Halal bi halal dimaksukan untuk mempererat persaudaraan antara siswa, orang tua siswa dan pengurus yayasan.

Kegiatan pendukung lainnya adalah kesempatan untuk menyalurkan minat dan bakat anak-anak Difabel. Bakat anak-anak harus tersalurkan sehingga karya mereka dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Adapun kegiatan-kegiatan tersebut tergambar dalam dokumentasi :

A. HARI KARTINI

Kegiatan diikuti oleh puluhan anak disabilitas dari tujuh kabupaten dan satu kota se Solo Raya. Mereka tampil sesuai dengan bakatnya. Kegiatan yang betajuk Kita Bisa dan Berkarya berlangsung di Auditorium Sarsito Mangunsarkoro RRI Solo yang berlangsung tanggal 20 April 2022

B. HARI KESEHATAN MENTAL

Kegiatan memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia dilangsungkan di Palur Plaza. Kegiatan atas kerjasama dari berbagai komunitas yanag ada di Solo Raya. Kegiatan berlangsung tanggal 23 Oktober 2022

C.MEMPERINGATI HARI DISABILITAS INTERNASIONAL 2019

Hari Disabilitas Internasional diperingati oleh anak-anak Yayasan Difable Indonesia bersama 300 penyandang disabilitas se Solo Raya. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 november 2019

D.MAKAN BERSAMA DENGAN PENDERITA GANGGUAN MENTAL

Kegiatan ini untuk mengetuk hati masyarakat agar peduli terhadap penderita gangguan mental. Bertempat di Jati Adulam Ministry di Joyosuran Solo tanggal 3 Mei 2019 selain makan bersama juga membagikan keperluan sehari-hari seperti pakaian dan alat kebersihan

C. KUNJUNGI GRIYA PMI SOLO

Bersama anak-anak dan orang tua difabel mengunjungi Griya PMI untuk berbagi bingkisan dan mengunjungi penghuni panti jompo. Kegiatan ini dilaksanakan 11 Juni 2022

D. KUNJUNGAN POLRESTA SURAKARTA DAN SISWA AKPOL SEMARANG


Rasa simpati terhadap Difabel diwujudkan dengan kunjungan dan silahturahmi di Sanggar Difabel yang merupakan sanggar dibawah pembinaan Yayasan Difabel Indonesia

E. AUDISI PENCARIAN BAKAT UNTUK IKLAN ASEAN PARAGAMES

Anak-anak beraudensi bersama mentor untuk pencarian bakat
Kegiatan di kota Solo sangat menrik dan telah banyak dilakukan Yayasan Difabel Indonesia. Saputri berharap dengan kegiatan Difabel yang dibina di Yayasan Difabel Indonesia lebih dikenal oleh masyarakat. Selain juga untuk melatih anak-anak juga peduli dengan sesama meskipun juga anak-anak Difabel juga harus mendapatkan perhatian.

Solo sebagai awal perjuangan melayani kaum Difabel. Kegiatan tidak hanya di Kota Solo tetapi Saputri mengembangkan sayap dengan membuka yayasan di pulau ujung timur yaitu Papua. Saputri mendirikan home schooling dan rumah singgah untuk kaum difabel dan yatim piatu. Yayasan ini terletak di Desa Kalibobo, Kecamatan Nabire, Kabupaten Nabire, Papua tengah. Dengan semboyan ikhlas dan berjuang sepenuh hati, agar bisa terlayani semua dan mudah dalam mengimplimentasi program maka didirikanlah PAUD&TK MATAHARI untuk anak-anak usia balita. Sedangkan untuk menghantarkan anak-anak usia sekolah dan bisa mengenyam pendidikan di dirikanlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarkat ( PKBM ).

Pendidikan dasar di canangkan untuk anak-anak Difabel, Anak Yatim Piatu dan anak-anak korban konflik bersenjata. Pendidikan Dasar dibuka Kejar Paket A,B&C yang berada dalam satu komplek. Ada 129 anak yang menjadi tanggung jawabnya, anak-anak ditampung sejumlah dan tinggal di rumah singgah sejumlah 30 anak. Secara total siswa keseluruhan ada 100an anak PKBM yang diberi nama PKBM ”MUDAMUDI PAPUA HEBAT” Walau dengan fasilitas Sarana dan Prasarana yang sederhana namun berdiri kokoh untuk melayani siswa yang ada, meskipun belum mempunyai gedung pembelajaran sudah dilakukan untuk tahun ajaran 2022 / 2023.

Kegiatan PKBM dimulai tahu 2022 dengan mengusung PENDIDIKAN GRATIS UNTUK PAPUA usia dasar untuk usia sekolah. Paket A, B, C dimulai dengan diampu oleh para pendidikan yang berpengalaman. Mereka berjuang untuk pendidikan Papua khususnya Nabire tanpa lelah, ihklas dan tanpa mengenal waktu, sebagai gambaran kegiatan PKBM ini telah diakui dan sudah terdaftar di Departemen Pendidikan melalui Dinas Penididkan Kabupaten Nabire. Ini dibuktikan dengan setifikan NPSN dan Ijin Operasional dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Papua.

NPSN

SURAT IJIN OPERASIONAL

Inilah bukti kesungguhan melayani kaum Difabel, Anak Yatim dan Korban Konflik di Papua oelh Yayasan Difabel Indonesi. Sedangkan pembelajaran PKBM “MUDA MUDI HEBAT” Papua di buktikan dengan program pembelajaran yang sudah dilakukan.

A. PROSES PEMBELAJARAN PKBM

Selain pembelajaran di PKBM MUDA MUDI HEBAT Papua juga dilaksanakan beberapa kegitan untuk memberikan kesempatan anak-anak dampingan Yayasan Difabel Indonesia di Papua lebih bisa berkarya untuk daerahnya sendiri. Selain itu juga memberikan gambaran kepada pemerintah di Kabupaten Nabire bahwa Yayasan Difabel ada dan berkegiatan dengan anak-anak Disabilitas Kabupaten Nabire Papua tengah.

Kegiatan lain Yayasan Difabel di Nabire Papua tengah dapat di lihat pada dokumentasi sebagai berikut :

A. BERBAGI KASIH BERSAMA PENYANDANG DISABILITAS DI NABIRE

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14 September 2019 bertempat di Kediaman Saputri di Ruko Rehobot Jl. Patriot Girimulyo Nabire Papua Tengah. Kegiatan diwujudkan dengan bakti sosial dan pengobatan gratis yang berkerjasama dengan IDI Kabupaten Nabire, BPJS dan BRI

B. BAKTI SOSIAL

Kegiatan ini bertajuk”Gerilya for Difabel Nabire” dan dilaksanakan secara berkala sejak tahun 2012 di Nabire. Selain mendata Difabel di Nabire juga membagikan sembako untuk masyarakat.

C. PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN PANTI & SEKOLAHAN

Berlokasi di Jl Wambarek putaran 2/ Jl.Christina Martha Tiahahu PLN , Kalibobo, Nabire, telah dilaksanakan acara peletakan batu pertama pembangunan renovasi Sekretariat Penampungan Kaum Difabel kabupaten Nabire.
Hadir dalam acara ini, Ketua Yayasan Peduli Difabel Nabire, Papua, Ibu Yeti Asri Saputri S.Sos, Kapolsek Yaur, Ipda Moch Mudasir S.Sos, Babhin Kamtibmas Aipda Endang Sulistyowati S.Sos dan para tamu undangan beserta anggota Difable Nabire.

D. VAKSIN COVID 19 UNTUK ANGGOTA DAN PENYANDANG DISABILITAS

Kegiatan vaksinasi dialkukan untuk para anggota dan keluarganya, komunita Difabel. Kegiatan dilaksanakan di sekretariat Yayasan Difabel Indonesia Nabire dan dilaksanakan 3 September 2021&29 Oktober Diikuti oleh 45 anggota &keluarga penyandang Disabilitas

E. KUNJUNGAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN NABIRE

Kunjungan DIKNAS Kabupten Nabire adalah tindak lanjut dari pengecekan lokasi Difable Home Scholling yang kemudian menjadi cikal bakal pendidikan dan menunjukan perhatian dari DIKNAS untuk PKBM MUDAMUDI PAPUA HEBAT&PAUD/TK MATAHARI yang dirintis oleh Yayasan Difabel Indonesia. Kunjungan ini dilaksanakan pada tangga 19 januari 2022

F. KEAGAMAAN

Kegiatan keagamaan di wujudkan dengan perayaan NATAL bersamaan dengan peresmian Sekretariat Difabel di Nabire. Semua muspida Nabire hadir dari ketua DPRD, DANDIM, Direktur PLN, BRIMOB Kompi C Nabire, Bhayangkari, Kepala Desa Kalibobo sekaligus Peresmian Penampungan & Sekretariat oleh Bupati Mesak Magai

G. PERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA DAN FESTIVAL ANAK

Memperingati Sumpah Pemuda untuk memberikan nilai-nilai Nasionlisme kepada anak-anak Difabel. Kegiatan ini bekerjasama dengan LPP RRI Nabire. Dalam kegiatan ini sekaligus mengadakan kegaiatan Festival Anak dan dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2021

H. PELATIHAN BASIC SAFETY TRAINING / K3

Pelatihan cara menyelamatkan diri maupun orang disekitar apabila keadaan darurat telah diberikan kepada 20 orang aktifis, pengurus Yayasan Difabel Nabire, guru PAUD dan sejumlah anggota kepolisian. Kegiatan berlangsung 2 hari tangga 29-30 Januari 2022.

I. BANTU SEMBAKO UNTUK PENYANDANG DISABILITAS

Kegiatan ini merupakan kegiatan Halal bi Halal yang diwujudkan dengan pembagian sembako kepada para penyandang Disabilitas sejumlah 60 paket di kabupaten Nabire. Kegiatan berlangsung tanggal 13 juni 2020.

Demikian profil singkat Yayasan Difabel Indonesia, dengan usianya yang sudah menginjak 10 tahun ini yayasan berkomitmen untuk tetap terus mengembangkan program-program kegiatan untuk Difabel yang berwawasan pendidikan dan sosial. Semoga bisa berkembang menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Amin.

Website Yayasan Difabel Nabire : YayasanPeduliDifabel.Blogspot.com

[Nabire.Net]



Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.