Belajar Berhikmat Memahami Covid-19
Nabire – Untuk apa kita pakai masker dan alat pencegah lainnya agar terhindar dari virus ? Karena kita punya Tuhan dan iman yang besar. Demikian pemikiran dan perkataan yang diutarakan sekelompok orang.
Saya pun pernah mendengar juga ada hamba-hamba Tuhan yang mengatakan kita harus punya iman untuk dapat mengalahkan dunia.
Akan tetapi apakah kita sudah miliki iman itu sehingga kita tidak perlu takut dengan virus corona ? Belum tentu semua orang memiliki iman yang kuat.
Hamba-hamba Tuhan juga berkata kita harus tenang dan berjaga-jaga sebab kita tidak tahu apa yang akan terjadi di hari-hari kemudian.
Tuhan Yesus juga pernah menyampaikan firmanNYA di injil untuk berjaga-jaga seperti di Markus 13:33 dan Markus 14:34. Maksud dari itu semua agar kita juga perlu berhikmat dan berjaga-jaga serta tidak mengandalkan akal pikiran kita sendiri dalam menyingkapi pandemi Covid-19.
Ada suatu cerita ilustrasi yang kiranya dapat memberikan kita pemahaman akan pentingnya berhikmat dan memahami maksud dan rencana Tuhan bagi kita.
Cerita ilustrasi ini sudah sering dishare yang bercerita tentang seorang pemuda yang sangat percaya kepada tuhan dan menuruti semua perintah Tuhan.
Suatu hari terjadi bencana banjir di kampungnya, dan semua orang berusaha mengungsi dan menyelematkan dirinya, namun pemuda tersebut hanya berdoa memohon agar Tuhan menghalaukan bencana banjir tersebut.
Walaupun warga sudah mengajak pemuda itu untuk mengungsi, namun pemuda itu bersikeras tidak ingin pergi karena ia percaya bahwa imannya kepada Tuhan akan menolongnya dari bencana banjir tersebut. Warga pun pergi dan pemuda tersebut terus berdoa sambil menunggu pertolongan Tuhan.
Beberapa saat kemudian datanglah tim penolong hendak menyelamatkan pemuda tersebut dan memintanya untuk mengungsi bersama-sama dengan mereka. Lagi-lagi pemuda tersebut menolak, karena yakin Tuhan pasti menolongnya. Akhirnya tim penolong tersebut pergi meninggalkan pemuda tersebut.
Tidak lama kemudian datanglah helikopter bermaksud menolong pemuda tersebut dan mengulurkan tali untuk si pemuda. Pemuda tersebut tidak mau ditolong karena masih yakin Tuhan akan menghalaukan banjir tersebut darinya. Helikopter tersebut berlalu.
Tak lama kemudian banjir besar datang dan sang pemuda tersebut tak bisa menyelamatkan dirinya dan mati tenggelam.
Saat menghadap Tuhan, sang pemuda tersebut bertanya mengapa Tuhan tidak menyelamatkan dirinya, padahal dia sudah beriman dan berdoa kepada Tuhan.
Tuhan menjawab bahwa doa dia telah dijawab saat warga dan tim penolong memintanya untuk mengungsi dari kampungnya.
Walaupun Tuhan sudah mengirim penolong, pemuda tersebut tetap bersikeras tidak mau mengikuti sehingga ia meninggal. Semua itu terjadi karena pemuda tersebut tidak peka dengan pertolongan Tuhan yang datang dalam hidupnya.
Oleh karena itu, kita bukan hanya saja beriman, tapi kita perlu peka mengerti apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita, serta bijaksana dengan apa yang terjadi saat ini.
Mungkin kita punya iman untuk tidak takut dengan virus corona, tapi di satu sisi, kita juga harus berhikmat untuk mengetahui dan melakukan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita misalnya dengan lebih bijaksana menjaga diri dari Covid-19, bukan karena kita punya iman lalu kita hidup dengan cara dan aturan kita sendiri yang sembrono.
*Penulis, Eman.K Magai
[Nabire.Net]



Leave a Reply