Aspirasi Kabupaten Moni Kembali Menguat, Tokoh Masyarakat: Pemekaran Demi Keadilan dan Pembangunan
Nabire, 4 Mei 2026 – Tokoh masyarakat Moni, Melkianus Zonggonau, menegaskan bahwa rencana pembentukan Kabupaten Moni di Papua Tengah diperuntukkan bagi seluruh masyarakat yang mendiami wilayah tersebut, tanpa memandang latar belakang etnis.
Ia menyampaikan bahwa komposisi wilayah calon kabupaten terdiri dari tiga distrik dengan mayoritas suku Mee dan dua distrik mayoritas suku Moni. Karena itu, pemekaran ini bukan hanya untuk satu kelompok, melainkan menjadi kebutuhan bersama seluruh masyarakat.
“Kabupaten ini untuk semua, bukan hanya Moni. Ini adalah kebutuhan bersama karena masyarakat sangat haus pembangunan,” tegas Melkianus.
Menurutnya, perjuangan pemekaran Kabupaten Moni telah berlangsung lebih dari 25 tahun dan tidak bisa dihentikan oleh penolakan dari pihak manapun. Aspirasi tersebut lahir dari kebutuhan nyata masyarakat terhadap pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.
Momentum Baru Pemekaran di Papua Tengah
Dukungan dari pemerintah daerah, termasuk Gubernur Papua Tengah dan Bupati Paniai, dinilai menjadi angin segar bagi masyarakat Moni. Kondisi ini membuka peluang baru dalam merealisasikan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB).
Semangat kolektif masyarakat yang kembali menguat menjadi sinyal bahwa aspirasi pemekaran masih hidup dan terus diperjuangkan hingga saat ini.
Pemekaran Kabupaten Moni kini memasuki babak baru setelah melalui perjalanan panjang yang penuh tantangan. Dengan kesiapan administrasi, dukungan masyarakat, serta komitmen pemerintah daerah, harapan terbentuknya DOB semakin terbuka lebar.
Bagi masyarakat, pemekaran bukan sekadar pembentukan wilayah administratif, melainkan simbol perjuangan menuju keadilan, pemerataan pembangunan, serta masa depan yang lebih baik.
[Nabire.Net/Jeri Degei]


Leave a Reply