INFO NABIRE
Home » Blog » Aparat Gabungan Tingkatkan Pengejaran KKB Usai Kontak Tembak di Nabire

Aparat Gabungan Tingkatkan Pengejaran KKB Usai Kontak Tembak di Nabire

Nabire, 2 Maret 2026 – Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Gustav Urbinas memimpin langsung konferensi pers terkait perkembangan upaya penegakan hukum terhadap target Daftar Pencarian Orang (DPO) kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Nabire.

Kegiatan konferensi pers berlangsung di Mapolres Nabire, Senin (2/3/2026).

Dalam keterangannya, Wakapolda KBP Gustav Urbinas menjelaskan bahwa penegakan hukum dilakukan terhadap kelompok kriminal bersenjata yang diduga terlibat dalam tindak pidana kekerasan bersenjata serta gangguan keamanan di wilayah Nabire.

Operasi tersebut melibatkan Satgas ODC bersama Satgas Rajawali Mambri Polri sebagai bentuk sinergitas aparat keamanan dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat.

Penindakan dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: B/116/II/2026 Polres Nabire Papua Tengah. Para pelaku yang masuk dalam pengejaran disangkakan melanggar Pasal 458 dan Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pembunuhan dan pembunuhan berencana dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara hingga seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan, kelompok kriminal yang dipimpin DPO berinisial AK bersama anggotanya diketahui berpindah dari wilayah Kimi menuju Nabarua dan mendirikan sebuah kem di Kali Nabarua.

Kelompok tersebut diduga melakukan pertemuan internal, penggalangan dukungan logistik, serta merencanakan aksi gangguan keamanan di wilayah Kabupaten Nabire.

Hasil pemantauan personel gabungan menunjukkan adanya aktivitas sejumlah orang bersenjata, keberadaan senjata api laras panjang, serta bangunan yang diduga menjadi markas kelompok tersebut.

Tim gabungan kemudian menyusun strategi penindakan dan bergerak menuju lokasi target melalui beberapa titik pendekatan serta melakukan pengamatan di wilayah Kali Nabarua dan sekitarnya.

Saat aparat mendekati lokasi, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata. Tim bantuan turut disiagakan guna memperkuat personel di lapangan.

Usai pelaksanaan penegakan hukum, tim gabungan berhasil menguasai kem dan mengamankan situasi. Kelompok kriminal bersenjata melarikan diri ke wilayah hutan dan hingga kini masih dalam pengejaran aparat gabungan.

Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 magazine, 12 unit telepon genggam, lima unit alat komunikasi HT, uang tunai puluhan juta rupiah, bendera BK, serta tiga tas berisi perlengkapan lainnya.

Berdasarkan analisa lapangan, kelompok tersebut diduga masih berada di sekitar wilayah Kabupaten Nabire. Aparat gabungan akan terus melakukan pengejaran guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Wakapolda Papua Tengah menegaskan bahwa aparat keamanan berkomitmen menjaga stabilitas keamanan serta keselamatan masyarakat di Papua Tengah.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.