Apakah Nabire Mengalami Gelombang Panas, Ini Penjelasan Kepala Stasiun Meteorologi Nabire

Nabire, Fenomena gelombang panas atau suhu panas yang terjadi belakangan membuat warga Nabire bertanya-tanya, apakah saat ini Indonesia, khususnya kabupaten Nabire terdampak heatwave atau gelombang panas?
Untuk mencari tahu hal tersebut, Nabire.Net meminta penjelasan Kepala Stasiun Meteorologi Nabire, Husain Kamadi S.Tr, Kamis (11/05/2023).
Dijelaskan Husain Kamadi, terkait suhu tertinggi yang terjadi di wilayah Nabire, khususnya yang terjadi pada bulan April dan Mei 2023 ini, secara umum, suhu maksimum di Nabire merupakan suhu yang normal berkisar antara 26°-34° Celsius.
Suhu maksimum tertinggi untuk bulan Maret 2023 di kabupaten Nabire tercatat 34.3° Celsius, sementara suhu terendah berkisar antara 23.0° Celsius.
Untuk bulan April 2023, suhu maksimum tercatat sebesar 33.9º Celsius, sementara suhu minimum tercatat 23.0° Celsius.
“Suhu maksimum yang terjadi di bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2023 ini berkaitan dengan gerak semu matahari. Untuk bulan Maret, tanggal 23 Maret 2023 itu gerak semu matahari berada pada ekuator atau tepat di atas ekuator, sehingga kita bisa merasakan di bulan Maret itu, suhu di Nabire itu cukup tinggi walaupun hal ini merupakan batas normal yang terjadi setiap tahunnya,” jelas Husain Kamadi kepada Nabire.Net.
Dijelaskan, jika dikaitkan dengan kejadian yang terjadi di India, di Cina, hal ini merupakan gelombang panas. Gelombang panas yang terjadi disana ada 2 faktor penjelasannya.
Faktor pertama karena letak geografis dimana gelombang panas terjadi diatas lintang menengah sampai dengan lintang tinggi.
Faktor kedua secara klimatologis, gelombang panas terjadi mana kala terjadi berurutan dalam beberapa hari, Contohnya, suhu tercatat diatas 37° celsius dalam beberapa hari, maka ini adalah gelombang panas.
“Sementara yang terjadi di Indonesia itu hanya terjadi satu hari saja yaitu di Ciputat dengan suhu tercatat 37.2° Celsius. Jadi di wilayah Indonesia secara umum ini bukan gelombang panas,” tegas Kepala Stasiun Meteorologi Nabire, Husain Kamadi.
Untuk curah hujan sesuai data Stasiun Meteorologi Nabire dari tanggal 1 Maret hingga bulan Mei 2023, dari Dasarian II bulan Maret 2023 sampai Dasarian I bulan Mei 2023 (Dasarian : satuan waktu meteorologi yang lamanya adalah sepuluh hari), ini terjadi musim kemarau, dimana indikasinya terjadi curah hujan sebesar 50 mm dalam tiga Dasarian berturut-turut.
Untuk bulan Maret 2023, curah hujan bulanannya sebesar 131.5 mm. curah hujan tertinggi terjadi pada tanggal 13 Maret 2023 sebesar 88 mm. Untuk bulan April 2023, curah hujan bulanannya berkisar antara 75/6 mm. curah hujan tertinggi pada tanggal 21 April 2023 sebesar 25.0 mm.
“Kalau dilihat per Dasariannya, untuk Dasarian III bulan Maret sampai Dasarian I bulan April 2023, kondisinya adalah kondisi kemarau,” jelas Husain Kamadi.
Saat ditanyakan apakah kondisi ini berdampak kepada sektor pertanian maupun bagi para nelayan, Husain Kamidi menjelaskan, untuk pertanian tentu dapat menimbulkan kurangnya suplai air sehingga pertanian akan sedikit terganggu, tetapi mulai Dasarian I Mei 2023 ini, curah hujan sudah mulai ada, dengan demikian suplai air di wilayah kabupaten Nabire sudah mulai ada
Lanjutnya, suhu panas juga tidak berdampak kepada gelombang di Teluk Cenderawasih, dimana tinggi gelombang di Teluk Cenderawasih berkisar antara 0.5-2.5 meter.
Kepala Stasiun Meteorologi Nabire, Husain Kamadi mengimbau kepada warga Nabire agar jangan panik dengan isu yang beredar bahwa ada terjadi gelombang panas di Nabire. Disampaikan bahwa ini hoax. Adapun suhu yang terjadi di wilayah kabupaten Nabire merupakan suhu yang normal yang menjadi siklus tahunan.
“Kami imbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan patuhi informasi yang disampaikan Stasiun Meteorologi Nabire melalui sosial media baik di instagram maupun facebook,” pungkas Husain Kamidi.
[Nabire.Net]





Leave a Reply