INFO NABIRE
Home » Blog » AP Youw : “Seharusnya Petrus Waray Atau Karel Gobay Yang Dijadikan Nama Bandara Nabire, Bukan Douw Aturure Yang Tidak Dikenal Masyarakat”

AP Youw : “Seharusnya Petrus Waray Atau Karel Gobay Yang Dijadikan Nama Bandara Nabire, Bukan Douw Aturure Yang Tidak Dikenal Masyarakat”

Tokoh masyarakat kabupaten Nabire dan juga mantan Bupati Nabire, Anselmus Petrus Youw berpendapat, warga Nabire tidak mengenal sosok pemilik nama Douw Aturure, oleh karena itu, nama Bandara Nabire agar diganti menjadi nama tokoh pejuang lain yang lebih populer dan dimengerti oleh masyarakat.

Dikatakan AP Youw, dirinya mempertanyakan pemberian nama bandara Douw Aturure oleh Kepala Bandara Nabire. AP Youw menandaskan Bandara Douw Aturure didapat dari mana dan siapa orangnya serta berperan sebagai apa dalam perjuangan pembangunan di daerah ini, sebab sebagian masyarakat di daerah ini tidak paham apa itu Douw Aturure.

Perintis dan mantan Camat Distrik Uwapa ini menambahkan, selayaknya Kepala Bandara mengabadikan beberapa tokoh masyarakat yang dikenal sebagian besar warga Nabire. Karena, Nabire juga ada beberapa tokoh yang telah berjasa meletakkan dasar pembangunan di daerah ini yang layak diabadikan namanya.

AP Youw menambahkan, ketika Kepala Bandara mengabadikan nama tokoh yang berjasa di daerah ini, masyarakat bisa menjelaskan sosok tokoh tersebut kepada orang di luar Nabire. Tetapi, nama yang sekarang, tidak dikenal oleh masyarakat sehingga susah untuk menjelaskannya.

Aktor reformasi di Kabupaten Nabire ini menyebut beberapa nama pejuang pembangunan di daerah ini, diantaranya, Petrus Waray dan Karel Gobay. Tokoh Petrus Waray, ketika menjabat sebagai Kepala Suku Wate di Oyehe, ia menyerahkan tanah 10 KM yang ini menjadi pusat kota Nabire, dari Siriwini hingga Wadio kepada pemerintah untuk pusat kota dan pemerintahan. Sementara Karel Gobay, ketika menjabat Bupati Paniai di Enarotali, Gobay juga yang memindahkan ibukota Kabupaten Paniai ke Nabire. Pengembangan belantara Nabire, tokoh pembangunan dari Wissel Meren ini mengajak sejumlah orang Ekagi/Mee untuk membuka hutan, menebang kayu untuk lokasi perkantoran di hamparan hutan Nabire.

Oleh sebab itu, ia menilai, sepantasnya Kepala Bandara mengabadikan salah satu dari kedua tokoh pembangunan ini sebagai nama Bandara Nabire. Karena, sosok dan peran kedua tokoh ini dikenal oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Nabire dan orang Nabire di luar kabupaten ini.

Kalau tidak, kata AP Youw, kembalikan nama Bandara dengan nama Bandara Nabire. Karena nama yang diabadikan di Bandara ini tidak dikenal oleh masyarakat.

Ia menambahkan, untuk perubahan nama bandara, Kepala Bandara Nabire mengajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire untuk ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) untuk mendapat legitimasinya.

(PPN/Ans)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.