Akibat Angin Kencang, 17 Rumah Alami Kerusakan di Kampung Air Mandidi Nabire

Nabire, Hujan deras disertai angin kencang, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan sejumlah kerusakan di beberapa tempat di Nabire, Minggu (26/12).
Berdasarkan informasi dari BMKG Nabire, hujan yang terjadi sekira pukul 19.20 WIT tersebut, disertai angin dengan kecepatan mencapai 87 KM/Jam atau 47.1 knot.
(Baca Juga : Sejumlah Pohon Tumbang Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Nabire)
Informasi terbaru yang diterima Nabire.Net dari aparat kampung Air Mandidi, Bapak Yulianus Karma, ada 17 rumah yang mengalami kerusakan di 3 RT.
Sementara 3 RT lainnya belum dilakukan pendataan, dari total 6 RT yang ada di kampung Air Mandidi, Distrik Teluk Kimi, kabupaten Nabire.
Jika ada data terbaru, akan diinformasikan kembali kepada Nabire.Net.
Sebelumnya BMKG telah mengeluarkan peringatan dini bahwa akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir pada pukul 19.20 WIT di wilayah distrik Teluk Kimi, Makimi, Nabire, Nabire Barat, Wanggar, Menou, Yaro,Dipa,Siriwo, Uwapa dan sekitarnya.
Berdasarkan data model analisis Kondisi suhu muka laut di wilayah perairan Teluk Cenderawasih yang cukup hangat berikisar 28 s/d 30 °C, dan Anomali SST bernilai -0.5 s/d +1.0 °C sehingga terdapat potensi penguapan (penambahan massa uap air) di sekitar wilayah Teluk Cenderawasih. Kondisi kelembaban udara signifikan pada lapisan permukaan hingga 500 mb berkisar antara 80% s.d 90%.
Dari Prakiraan Angin Lapisan 3000 ft terdapat adanya shearline (belokan) massa udara yang bergerak dari arah Timur Laut hingga Tenggara di wilayah Papua bagian Utara melewati diatas wilayah Papua bagian tengah termasuk Nabire, sehingga adanya potensi pertumbuhan awan-awan konvektif. MJO Berada Pada Kuadran VII dan kurang berkontribusi terhadap proses pembentukkan awan hujan di Indonesia, dan pada citra satelit terdapat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Nabire. Kondisi Labilitas Udara Wilayah Nabire berada pada kategori Labil.
[Nabire.Net]
Tinggalkan Komentar