INFO NABIRE
Home » Blog » Nabire Siap Ekspor Kopra Dengan Target Produksi 20 Ton Per Bulan

Nabire Siap Ekspor Kopra Dengan Target Produksi 20 Ton Per Bulan

(Nabire Siap Ekspor Kopra Dengan Target Produksi 20 Ton Per Bulan)

Nabire, Guna melaksanakan skema investasi hijau maka Pemerintah Papua membutuhkan kerja sama dengan para mitra agar produk perkebunan bisa dikaitkan dengan nilai tambah tujuan wisata, atau perikanan yang bisa dikaitkan untuk ketersediaan pangan. Melalui kolaborasi ini, maka sektor ekonomi masyarakat dapat dibangun bersama mitra, tanpa merusak lingkungan.

Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (YIDH), sebagai salah satu mitra Pemerintah Papua dan Papua Barat menawarkan konsep Produksi, Proteksi, dan Inklusi (PPI) untuk membantu mengelola empat kelompok komoditas di atas secara berkelanjutan.

Di kabupaten Nabire, YIDH ikut terlibat dalam pengembangan kelapa berbasis masyarakat dengan produk turunan kopra dan briket arang kelapa.

Skema dari proyek ini menjadikan masyarakat dari wilayah timur dan barat Nabire sebagai penyuplai bahan baku kelapa ke pabrik pengolahan kopra di kampung Nifasi/Worbak, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.

Jumlah titik penjemputan kelapa petani tersedia di 16 titik, termasuk di 4 pulau besar di Nabire sebagai sentra produksi kelapa. Kelapa lalu dibeli oleh pabrik dan diolah menjadi kopra sementara tempurung menjadi briket.

Kopra nantinya akan dipasarkan ke Palu dan Surabaya dengan target produksi 20 ton per bulan. Briket sendiri merupakan bakar pengasapan kopra. Jumlah petani yang terlibat sejauh ini mencapai 300 petani pemilik dusun kelapa di 16 titik.

Pengembangan kelapa menjadi kopra dan briket merupakan upaya pemda Nabire dalam membantu ekonomi masyarakat yang selama ini kesusahan dalam memasarkan kelapa & mendorong pengembangan komoditas unggulan kelapa Nabire sesuai visi misi bupati terpilih Mesak Magai-Ismail Djamuludin.

Pembanguan sentra pengolahan kelapa bersumber dari APBD Nabire di dukung 4 OPD teknis (Bappeda, Perindustrian, Pertanian dan Peternakan/perkebunan).

Pengelolaan sentra produksi kelapa oleh Koperasi Sisandei maju bersama yg beranggotakan 20 org petani kelapa pemilik dusun kelapa di wilayah timur Nabire. Pengoperasian sentra ini akan dimulai tahun 2022.

Pengawasan dan pendampingan dan support di lakukan oleh multipihak Pembangunan Ekonomi Hijau Nabire sebagai forum multipihak, termasuk YIDH, sebagai dampak dari pengembangan PPI compact di Nabire.

Pengembangan sentra komoditas kelapa ini menjadi solusi memberikan pendapatan bagi masyarakat dan pengelolaan oleh masyarakat melalui koperasi dan upaya para pihak melindungi pembalakan liar di areal CA Tanjung Wiyai.

[Nabire.Net/YIDH]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

  • Promosiana
    23 Desember, 2021 11:51 pada 11:51

    proyek ini dikelola pemerintah atau swasta pak ? bagaimana nanti sistemdan harga beli ke petaninya.karena sekarang ini harga sering dipermainkan pengepul

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.