INFO PAPUA
Home » Blog » Ketua DPRD Deiyai Kembali Mengecek Pekerjaan Pembangunan Jembatan Kali Oneibo

Ketua DPRD Deiyai Kembali Mengecek Pekerjaan Pembangunan Jembatan Kali Oneibo

Ketua DPRD Deiyai Kembali Mengecek Pekerjaan Pembangunan Jembatan Kali Oneibo)

Deiyai – Ketua DPRD kabupaten Deiyai, Petrus badokapa, didampingi 2 anggota legislator Deiyai masing-masing Ketua Komisi B, Yustus Koto dan anggota Dewan Kehormatan DPRD Deiyai, Alpius Mote, meninjau Jembatan Oneibo.

“Kedatangan kami hari ini merupakan ketiga kalinya dan sekaligus mengecek sejauh mana progres pembangunan jembatan ini.” Kata Badokapa.

Kunjungan yang kedua lalu, DPRD Deiyai turut hadir dan sempat menyampaikan bahwa penyelesaikan jembatan ini akan diselesaikan harus dibawah tahun 2020, namun realitanya sampai saat ini belum selesai, sehingga kontraktor bersama tukang yang kerjakan jembatan ini harus segera menyelesaikannya.

(Baca Juga : DPRD Deiyai Monitoring Pekerjaan Pembuatan Jembatan Oneibo)

“Jembatan ini segera tuntaskan, dikarenakan jembatan itu dibangun sejak 2019 dengan sumber anggaran APBD Daerah, jembatan ini menggunakan anggaran yang sangat besar sehingga saya harap segera selesaikan, jangan lagi pihaknya pengalihan anggaran tahun berikut atau tahun berjalan. Harus kerja itu dengan baik,” tegas Badokapa.

Lanjutnya, ia berharap kontraktor tidak main-main dalam pekerjaan ini dan tidak membuang waktu, tetapi harus selesai sesuai target yang telah ditentukan.

“Bongkar tanah yang menonjol ke area kali, baik itu sebelah maupun di bawah jembatan karena membuat badan air menyempit, akibatnya sulit dialirkan ke kepala air,” kata Kepala Kontraktor jembatan Kali Oneibo, Dewa Ketut.

Akibat macetnya kerja jembatan Oneibo tersebut masyarakat pada umumnya kecewa, karena masyarakat yang mendiami beberapa kampung dari Tigi utara harus lewati jembatan Oneibo dengan menyendarai rata-rata roda empat dan roda dua.

Luapan danau Tigi kemungkinan besar terjadi oleh karena akibat lumut yang ada akhirnya danau Tigi tetap terus naik hingga melonjak tak surut, beberapa kampung masyarakat Deiyai sekitaran Tigi khususnya kampung pudu, puyai, ayatei, okomo, gakokebo dan ayatei yang mengalami dampak yang besar bagi masyarakat setempat seperti kebun, ternak dan rumah.

“Apakah selama ini, temukan hambatan dalam proses pembangunan jembatan ini ? Jita hanya penambahan tenaga baru orang asli disini, untuk kita kerja bersama guna menyelesaikan pembangunan jembatan Oneibo ini,” kata Dewa.

Kali Oneibo adalah satu-satunya pintu keluar danau Tigi, sehingga guna antisipasi dampak yang terjadi atas makluk hidup biotik dan abiotik, saya harap segera tempatkan petugas untuk dilakukan pembersihan sekitaran kali Oneibo

Ada perwakilan dari tokoh masyarakat kampung Oneibo langsung bertatap dengan pihak DPRD bahwa kami minta kepada Pemerintah tolong tempatkan petugas untuk pembersihan lumut yang ada karena sejauh ini yang menjadi masala adalah pintu keluarnya air sebela jembatan Oneibo.

“Kita pihak DPRD akan mencari solusi yang tepat akan luapan ini, dan kemungkinan besar terjadi oleh karena lumut di sekitaran jembatan kali Oneibo Dinas terkait segera tempatkan tenaga untuk pembersihan di area pintu keluar air dan akan digajikan bukan dihonor lagi, jangan hanya jadi penonton,” pungkasnya.

[Nabire.Net/Derik Pinibo ]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.