Dewan Adat Mee Dogiyai Kecam Oknum Yang Buka Palang Jalan Trans Nabire

Dogiyai – Dewan Adat Mee kabupaten Dogiyai, mengecam dan mengutuk oknum yang membuka pemalangan jalan Trans Nabire-Paniai, pada hari kamis (09/04). Dewan Adat mempertanyakan maksud pembukaan palang tersebut.
Hal itu dikatakan Sekretaris Dewan Adat Mee kabupaten Dogiyai, Alexander Pakage, Jumat (10/04).
Dijelaskan, bahwa virus corona ini sudah sangat berbahaya dan sudah menyebar ke berbagai belahan dunia melalui manusia yang sedang akagona/terinfeksi virus.
“Kalau memang Polsek dan pejabat dari Paniai, kenapa tidak koordinasi dengan pesawatnya Pak Bupati Paniai yang sudah di sumbangkan. Para pemerintah Daerah harus kerjasama dan jeli melihat hal itu dengan hati. Karena nanti yang korban itu masyarakat anda. Tidak boleh diam diri, penyakit tidak memilih-milih dia itu tua,muda, pejabat, masyarakat, laki-laki ataupun perempuan”, kata Alexander.
Lanjut Pakage, pemalangan oleh anggota DPRD Dogiyai itu adalah kepentingan bersama, demi keselamatan bersama dan memutus mata rantai penyebaran corona.
“Mereka buat karantina wilayah itu tidak salah, itu intruksi pimpinan pemerintah Pusat, maka harus dibuat. Biar belumpun kita di wilayah Meepago ini perlu buat, karena hanya satu jalur. Mereka yg lain sudah tahu jadi mereka buat, jadi sekali lagi kami pertanyakan kenapa ada yang buka lagi”, imbuhnya.
“Ini bahaya, semua orang dan keluarga di keempat kabupaten di Wilayah Meepago harus pahami situasi yang sedang terjadi ini. Yang kepala batu dan keras, yang tukang-tukang lawan, coba sadar sejenakkah, biar nanti selesai wabah Covid-19 ini baru kamu buat gerakan tambahan”, tutupnya.
[Nabire.Net/Ones Yobee]
Tinggalkan Komentar