Ibadah Bersama Yayasan PESAT Dengan Jemaat GPT Kristus Raja Nabire
Nabire – Bertempat di Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT) Jemaat Kristus Raja, Jalan Sam Ratulangi Nabire telah dilaksanakan Ibadah bersama, Yayasan PESAT Nabire dengan GPT Jemaat Kristus Raja pada hari Minggu Pagi (20/10/2019)
Kegiatan Ibadah bersama ini terlaksana berkat kerjasama Gembala Sidang GPT Jemaat Kristus Raja Bapak Pdt. Paulus Appang dengan Departemen Pelayanan Yayasan PESAT Nabire.
(Kegiatan Yayasan PESAT Nabire bisa dibaca disini)
Ibadah bersama GPT Jemaat Kristus Raja ini, tim pelayanan Yayasan PESAT Nabire berkesempatan untuk melayani Pemberitaan Firman Tuhan, WL, Singers, Pemain Musik, dan LCD.

Hadir pula dalam ibadah ini, Ibu Lucy Louise Alexander selaku Pembina II Yayasan Pesat Nabire dan Bapak Eliezer Edo Odo selaku Ketua Yayasan PESAT Nabire.

Eliezer Edo Odo mengucapkan banyak terimakasih kepada Gembala, Majelis, dan seluruh Jemaat GPT Jemaat Kristus Raja untuk kesempatan yang diberikan kepada tim pelayanan Yayasan PESAT Nabire bisa melayani.
Ia juga berterima kasih banyak kepada Ibu Maria yang selama ini banyak sekali menolong keluarga Yayasan PESAT Nabire.
Sebelum Firman Tuhan, kaum wanita jemaat Kristus Raja mempersembahkan satu pujian.

Dalam Khotbahnya Bapak Eliezer Edo Odo mengajak merenungkan Firman Tuhan yang terambil dari 1 Timotius 6:12,2 Timotius 4:7,1 Korintus 9:24-27,Yohanes 4:31-36,Matius 17:1-9,Kisah Para Rasul 13:25,2 Timotius 4:8
1 Timotius 6:12,2 Timotius 4:7. Semua hal yang kita awali dalam hidup ini pada akhirnya mau tidak mau akan menuju pada satu titik yaitu harus berakhir. Dalam firman ini Paulus menganjurkan kepada Timotius yaitu supaya Timotius bertanding dalam pertandingan iman yang benar untuk merebut hidup yang kekal.
Dari kalimat ini kita dapat belajar bahwa seolah-olah hidup kekal itu bisa didapatkan oleh karena perbuatan-perbuatan baik, namun pada firman yang lain menjelaskan kalau keselamatan/hidup yang kekal itu didapatkan secara gratis, bukan karena kekuatan dan perbuatan kita tetapi semata-mata karena kasih karunia dan anugerah Tuhan.
Nah, kalau begitu yang benar yang mana ? kok seolah-olah bertentangan satu dengan yang lainnya, Jawabannya tidak bertentangan yang satu dengan yang lainnya.
Kasih karunia dan anugerah yang cuma-cuma datang kepada kita yang membawa kita kepada keselamatan itu, ternyata untuk menuntun kita masuk didalam pertandingan iman, pertandingan iman yang dimaksud bukan pertandingan yang asal-asalan tetapi pertandingan yang dimaksud adalah pertandingan yang benar.
Perhatikan ini baik-baik, karena sejak semula kita itu dipanggil oleh Tuhan di dalam pertandingan yang baik, nah ujung dari pertandingan ini adalah kemiripan, keserupaan, kesamaan dengan Tuhan Yesus.
Jadi, di dalam hidup ini kita dipanggil bukan cuma untuk sekedar menikmati keselamatan, tetapi kita itu dipanggil untuk menjadi mirip dengan Kristus. Maka untuk menjadi seperti Kristus itu adalah sebuah proses dan prosesnya panjang yaitu seumur hidup orang tersebut.
1 Korintus 9:24-27. Bagaimana caranya agar kita bisa masuk ke pertandingan iman yang baik ? Caranya adalah menguasai diri kita, memiliki tujuan hidup dan melatih tubuh agar tidak kedagingan
Yohanes 4:31-36. Tuhan memberitahukan bahwa makanan yang dimaksudkan adalah “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”
Jadi melakukan kehendak Bapa adalah satu hal, tetapi meyelesaikan kehendak itu adalah hal yang lain lagi. Tetapi hal yang pertama dan kedua sinkron. Jadi dalam hidup ini kita harus tahu bagaimana mengawali dan mengakhiri dengan baik.

Matius 17:1-9. Pengakuan yang dialami atau dilakukan oleh Petrus ternyata membawa pengalaman supranatural yang luar biasa yaitu menyaksikan wujud yang sebenarnya Tuhan Yesus.
Ada yang menjadi pertanyaan saat itu yaitu, kenapa Tuhan Yesus melarang mereka bercerita tentang kejadian itu kepada siapapun yang notabene berarti 9 murid yang lainpun tidak boleh diceritakan kecuali setelah Anak Manusia dibangkitkan diantara orang mati, kenapa begitu ?
Karena tidak ada artinya kemuliaan, keagungan dan apa saja yang bisa dikatakan ketika DIA menunjukan DiriNYA, apabila Dia tidak taat sampai mati diatas kayu salib kemudian dikuburkan dan dibangkitkan dari antara orang mati. Dari sinilah kita belajar bahwa kalau kita dipanggil untuk mirip dengan Tuhan Yesus, berarti bukan hanya kita melakukan Kehendak Bapa tetapi juga harus Menyelesaikannya.
Jadi, dalam meyelesaikan tanggung jawab yang Tuhan berikan kepada Kita, tidak boleh asal-asalan, kita harus serius dan benar benar bertanggung jawab.
Kisah Para Rasul 13:25. Yohanes Pembaptis bisa kita katakan sebagai pembuka jalan supaya Raja di atas segala Raja bisa hadir ke dalam hidup kita.
Dalam Kehidupan dia, dia mempunyai banyak pengikut yang mana pengikut dia yang banyak itu sampai tidak ada sama sekali ketika dia bersaksi mengenai Tuhan Yesus, dan semua orang beralih kepada Tuhan Yesus.
Bagi Kita ini aneh, tatapi inilah yang benar dimana Dia semakin Besar dan aku (Yohanes) semakin kecil didalamNYA.
Dari Hal ini Kita dapat belajar penggembalaan yang benar adalah menjadikan setiap jemaat bisa mandiri dan bisa mengandalkan Tuhan Yesus sepenuhnya, bukan selalu bergantung dengan gembala.
2 Timotius 4:8. Ternyata dalam hidup ini apa yang kita rindukan adalah segera bertemu dengan Tuhan Yesus. Untuk itu, marilah kita memulai sesuatu yang baik dan bertanding dengan baik sampai pada waktunya nanti kita telah mengakhiri pertandingan kita dengan baik dan telah mencapai garis akhir.

Setelah Firman Tuhan, ibadah dilanjutkan dengan Perjamuan Kudus yang dilayani oleh Bapak Pdt Paulus Appang.

Diakhir ibadah Pdt Paulus Appang berterima kasih kepada Yayasan PESAT Nabire atas pelayanannya, dan biarlah kita akhirnya saling memberkati satu dengan yang lainnya.
[Nabire.Net/Gloria Kezia/Benediktus J Widya Darmaka]






Tinggalkan Komentar