Mahasiswa Penghuni Asrama Kamkei Akan Ganti Papan Nama Asrama Jadi Asrama Yatim Piatu Jika Kondisi Asrama Tak Diperhatikan Pemkab Nabire & Dogiyai

(Asrama Kamkei Jayapura)
Mahasiswa penghuni asrama Kamkei Jayapura meminta kepada pemerintah kabupaten Nabire dan Dogiyai untuk segera merenovasi asrama putra Kamkei Jayapura, karena penghuni asrama merasa sudah tidak nyaman dengan kondisi asrama.
Hal itu dikatakan Musa Boma salah seorang mahasiswa yang menghuni asrama Kamkei Jayapura, kepada Nabire.Net melalui pesan singkatnya, senin malam 4 Juni 2018.
Dijelaskan Musa Boma, kondisi pintu masuk utama asrama sudah tidak layak untuk digunakan, sehingga menjadi akses bagi para pencuri, seperti yang terjadi pada hari minggu 3 Juni 2018 sekitar pukul 4 subuh.
Sebelumnya juga mahasiswa sempat mengejar 2 orang yang dicurigai ingin melakukan pencurian di asrama, namun pencuri tersebut berhasil lolos dari kejaran penghuni asrama.
Oleh karena itu, sebagai intelektual dan penghuni asrama, dirinya meminta pemerintah kabupaten Nabire dan Dogiyai untuk segera merenovasi asrama Kamkei tersebut baik pintu gerbangnya, perabotan, lampu, air dan sarana pendukung lainnya.
Selain Musa, hal senada dikatakan Herman Tekege. Herman mengatakan bahwa pemerintah Nabire dan Dogiyai tidak pernah lagi memperhatikan asrama tersebut.
“Nanti kami baru mau aksi baru mereka merespon, kalau tidak ya tidak ada respon, oleh karena itu jika tidak ada respon kami akan melakukan aksi lagi”, tutur Herman.
Lebih lanjut Herman menjelaskan bahwa pada tahun 2014 sempat ada kunjungan dari pemerintah kabupaten Nabire yang mendokumentasikan dan mengecek kondisi asrama Kamkei, namun setelah itu tidak ada tindak lanjutnya.
“Kami mahasiswa akan menunggu respon dari pemerintah Nabire dan Dogiyai, jika nanti mereka tetap tidak merespon, maka papan nama asrama akan kami ubah menjadi Asrama Yatim Piatu”, tegas Herman.
Pernyataan herman didukung seniornya Yulianus Kayame selaku pembina asrama. Yulianus meminta pemerintah di kedua kabupaten bisa memprioritaskan pendidikan.
“Saya sebagai pembina asrama minta kepada seluruh penghuni asrama untuk menjaga diri dan menjaga asrama yang rawan kemasukan pencuri ini, dan berharap pemerintah Nabire dan Dogiyai segera mengatasi persoalan ini”, tukas Yulianus.
[Nabire.Net]



Leave a Reply