Ibadah Bible Study, Kamis Malam 29 Maret 2018 Di Jemaat GPT Kristus Raja Nabire

Bertempat di Gereja Pentakosta Tabernakel (GPT) Kristus Raja, Jemaat Kalinona Nabire, telah dilaksanakan Ibadah Pembelajaran Alkitab (Bible Study), Kamis malam 29 Maret 2018.
Ibadah dipimpin oleh Pelayan Firman Pdm. Surya Roreng, dan bahan pembelajaran Alkitab diangkat dari Injil Matius 26:14-25 dengan nats ‘Yudas Mengkhianati Yesus”.
Dalam khotbahnya Pdm. Surya Roreng mengatakan bahwa kita belajar tentang kasus dari Yudas agar kita hidup dengan sesama manusia jangan timbul pertikaian, perpecahan dan pengkhianatan. Kita hidup didalam dunia ini masih terpengaruh oleh keinginan daging. Keinginan daging itu harus ditekan. Keinginan daging / berkhianat salah satunya timbul karena :
1. Adanya rasa tidak puas.
Yudas tidak pernah puas dengan kepimpinan dan kebijakan Tuhan Yesus sebagai pemimpin, makanya Yudas berkhianat kepada Tuhan Yesus. Yudas berkhianat karena uang. Dalam Kitab Yohanes 12:5 dikatakan bahwa Yudas hanya memikirkan tentang uang ketika Tuhan Yesus diurapi oleh minyak narwastu yang mahal. Kebijakan Tuhan Yesus dan kebijakan Yudas berbeda. Kita sebagai orang-orang Kristen harus setia.
2. Adanya sifat cinta uang sampai kehilangan akal sehat.
Dalam kitab Matius 26:15 dikatakan bahwa Yudas menjual Yesus dengan uang tiga ribu perak. Yudas punya sifat cinta uang. Cinta uang mengakibatkan orang kehilangan akal sehat. Yudas mencari-cari alasan dan mencari-cari kesempatan untuk menjual Tuhan Yesus. Manusia kalau sudah cinta uang akan mencari dan menghalalkan segala cara.
3. Melahirkan sifat manusia menjadi bebal.
Yudas dari awal ikut Tuhan Yesus dan slalu melihat mujizat dari Tuhan Yesus (mujizat orang mati dibangkitkan, mujizat memberi makan lima ribu orang, dll) dan slalu melihat perkara besar tetapi semua itu tidak dapat merubah Yudas, tidak mempan. Yudas sudah menjadi bebal. Seperti itu juga yang dialami orang Kristen jaman sekarang. Walaupun sudah sering melihat mujizat dari Tuhan tetapi masih saja berbuat dosa dan berbuat pengkhianatan.
4. Sifat pura-pura / sifat munafik
Dalam ayat 22-25, dikatakan bahwa Yudas mengaku kalau bukan dia yang berkhianat tetapi Tuhan Yesus tahu kalau Yudas yang akan berkhianat. Yudas mempunyai sifat pura-pura / sifat munafik.
Kita harus berhati-hati dalam bersikap dalam kehidupan kita sehari-hari. Orang itu disukai karena kesetiaannya.
Ibadah diawali dengan penyembahan selama kurang lebih 30 menit, diisi dengan puji-pujian dari jemaat dan diakhiri dengan sakramen perjamuan kudus.
[Nabire.Net/Eusebius.A]






Tinggalkan Komentar