INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Minggu Pagi 18 Februari 2018, Di Jemaat GPT Kristus Raja Nabire

Ibadah Minggu Pagi 18 Februari 2018, Di Jemaat GPT Kristus Raja Nabire

Bertempat di Gereja Pentakosta Tabernakel (GPT) Kristus Raja Nabire, telah dilaksanakan Ibadah Minggu Pagi, 18 Februari 2018.

Ibadah dilayani oleh Pdt. Paulus Apang, dan bahan renungan diusung dari Kisah Para Rasul 1:6-8 dengan nats “Yesus Terangkat ke Sorga.

Ibadah diawali dengan penyerahan anak dari keluarga Nathan Seppo, yaitu Haykel Brayen Silas Seppo, yang lahir di Nabire, pada tanggal 10 Januari 2018. Terkait penyerahan anak ini, pembacaan Firman Tuhan diambil dari Kitab Lukas 18:15 dengan tema ” Yesus memberkati anak-anak “.

Pdt. Paulus Apang mengatakan bahwa biarkanlah anak-anak kita datang kepada Tuhan dan jangan kita sebagai orang tua menghalang-halangi mereka, sebab anak-anak inilah yang empunya Kerajaan Allah. Tuhan berkata bahwa sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.

Firman Tuhan dilanjutkan dengan Kisah Para Rasul 1:6-8 dengan nats “Yesus Terangkat ke Sorga. Dalam khotbahnya Bpk Pdt. Paulus Apang mengatakan bahwa kita tidak perlu mengetahui masa dan waktu yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya tetapi kita akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kita dan kita akan menjadi saksi Tuhan sampai ke ujung bumi.

Tuhan Yesus menjanjikan kepada kita kuasa Roh Kudus asal kita mau dipulihkan. Jika kita tidak ingin dipulihkan, maka kita tidak akan pernah melihat berkat anugrah keselamatan yang nyata buat kita. Jika kita ingin masuk kedalam kerajaan Allah, nama kita harus tercatat buku kehidupan anak domba Allah.

Dalam ayat 9-11 dikatakan bahwa Yesus yang terangkat ke sorga, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti ketika Dia naik ke sorga.  Maka kita harus senantiasa setia berjaga-jaga dan berdoa menanti kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.

Mengambil contoh dari jemaat di Laodikia dalam kitab Wahyu 3:15-20, dikatakan bahwa Tuhan mengetahui segala pekerjaan jemaat Laodikia, tidak dingin dan tidak panas. Jadi karena jemaat Laodikia suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Tuhan akan memuntahkan jemaat Laodikia dari mulut Tuhan.

Barangsiapa yang dikasihi Tuhan, Tuhan akan menegor dan menghajar, sebab itu relakanlah hati kita dan bertobatlah.

Dalam ayat 20 dikatakan bahwa jika ada orang yang mendengar suara Tuhan dan membukakan pintu, Tuhan akan masuk mendapatkan kita dan kita makan bersama-sama dengan Tuhan, dan kita bersama-sama dengan Tuhan. Hendaklah kita mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.

Ibadah di awali dengan puji-pujian dari jemaat, sangkor dari jemaat, pembacaan Firman Tuhan dan diakhiri dengan sakramen perjamuan kudus.

[Nabire.Net/Eusebius.A]



Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.