Sejumlah pihak kembali mempertanyakan pemberian nama bandara Nabire menjadi bandara Douw Aturure, seperti yang dipertanyakan mantan Bupati Nabire yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD bidang pemerintahan dan hukum DPRD Nabire, Anselmus Petrus Youw.
Menurut AP Youw seperti yang disampaikan kepada media Tabloidjubi. penggantian sebuah nama tempat umum seperti bandara harus melalui prosedur dan mekanisme yang benar dan sesuai aturan.
“Saya kaget karena masyarakat mempertanyakan nama bandara Douw Aturure. Aturure itu siapa dan orang mana dan apa yang pernah dibuatnya sampai menjadi nama bandara Nabire,” tegas AP Youw.
Youw mencontohkan, nama bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, atau bandara Frans Kaisiepo Biak menggunakan nama tokoh yang memiliki kontribusi untuk masyarakat dan bangsa, ataupun pahlawan.
“Kenapa tidak pakai nama Karel Gobay atau Petrus Waray, Gobay mantan Bupati dan Waray itu tokoh adat di Nabire sini. Tapi pergantian ini tidak ada sosialisasi kepada masyarakat pemegang hak ulayat serta DPRD di sini,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Suku Besar Watee, Alex Raiki mengaku pergantian nama itu tanpa ada sosialisasi ataupun penjelasan dari pihak terkait.
“Saat pembayaran sisa tanah ulayat bandara, semua tokoh adat sepakat dan sudah mengusulkan sebuah nama. Kami bahkan menyurat secara resmi ke pihak bandara tapi sampai hari ini belum ada tanggapan. Tak tahunya sekarang nama sudah berubah,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Tabloidjubi belum bisa bertemu kepala Bandara Nabire. Menurut informasi salah seorang stafnya, Kepala Bandara sedang sibuk.
Dari hasil penelusuran Nabire.Net, nama Douw Aturure sendiri merupakan gelar kehormatan yang diberikan kepada Bupati Nabire Isaias Douw oleh masyarakat pesisir dan kepulauan Kabupaten Nabire melalui para tua-tua adat pada tanggal 29 april 2011.
Penganugrahan gelar Aturure ditandai dengan pengalungan kalung oleh Ketua Dewan Adat Daerah Kabupaten Nabire saat itu, Aristakus Marey mewakili seluruh masyarakat pesisir dan kepulauan Nabire bagian timur dan barat dalam upacara sakral di atas gelar tikar sakti.
Saat prosesi penganugrahan gelar kehormatan, para tua-tua adat mengelilingi tikar yang digelar. Sementara Isaias Douw naik ke arena tikar, selanjutnya kalung sebagai tanda gelar disematkan Ketua DAD Kabupaten Nabire dan disaksikan masyarakat.
Aturure sendiri memiliki arti Pengintai, Pelindung, Pengayom, Pemimpin Pembaharu.
Tinggalkan Komentar