Dana afirmasi Otonomi Khusus (Otsus) Papua dikhususkan dan diperuntukkan hanya untuk mama-mama pedagang Papua belum lama ini telah disalurkan melalui Dinas, Badan maupun instansi teknis lainnya. Dan dana bantuan dimaksudkan itu merupakan dana untuk program pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Demikian terang Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nabire, Slamet SE M.Si, senin lalu (14/03).
Dijelaskan, untuk dipahami bersama dan dalam rangka menjawab tuntutan yang belakangan ini mengema di kalangan dan di tengah-tengah masyarakat, kami pihak keuangan ingin menjelaskan bahwa dana bantuan yang dituntut sejumlah mama-mama Papua dengan mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) itu salah dan menyalahi ketentuan.
Namun, lanjutnya, guna mengatasi situasi yang ada dan untuk menjawab tuntutan mama-mama Papua yang sempat memalang kantor BPKAD Nabire dan menduduki kantor Bupati, maka Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Bupati Isaias Douw, mengambil kebijakan untuk membantu mama-mama Papua ini.
“Sekali lagi ini karena kebijakan Bupati Isaias Douw, dan merupakan program lanjutan sebelumnya. Dan dana Otsus itu dikhususkan untuk orang Papua, termasuk mama-mama atau ibu-ibu pedagang kecil Papua, bukan untuk semua masyarakat,” tandasnya.
Hal ini, terang Slamet, bukan dalam rangka mendiskriminasikan orang diluar orang asli Papua. Tentunya, yang namanya dana Otsus itu diperuntukkan untuk orang Papua, diluar itu ada bantuan untuk lainnya yang disalurkan atau diprogramkan sebelumnya.
“Ini yang harus dipahami oleh kita semua, bahwa bantuan Otsu situ untuk kita orang Papua sesuai peruntukkan dan yang telah diprogramkan sebelumnya pula. Besaran dana yang diberikan pun disesuaikan dengan kemampuan daerah dan dana yang dimaksud ini juga alokasinya sudah habis,” akhirnya.
Tinggalkan Komentar