Dilatarbelakangi minimnya tenaga medis yang memiliki latar belakang endidikan keperawatan di tiap Puskesmas dan Pustu yang ada di kabupaten Nabire maupun di Pegunungan Tengah, maka diharakan dengan adanya Keperawatan Diploma III, secara bertahap dapat memenuhi kekurangan keperawatan dan bidan di tiap Puskesmas dan Pustu.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Nabire Isaias Douw dalam sambutannya yang dibacakanStaf ahli bidang pemerintahan Setda Nabire, Hansari, S.Sos, Hansari S.Sos, saat membuka secara resmi kuliah perdana Diploma III Keperawatan dan Kebidanan Universitas Indonesia Timur Makassar yang bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Persada Nabire, senin pagi (15/09), bertempat di SMA Yapis Nabire.
Menurut Bupati Nabire, hal ini selaras dengan RPJMD kabupaten Nabire tahun 2010-2015 tentang penurunan angka kematian melalui pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan, serta peningkatan kualitas dan kapasitas, bagi tenaga para medis asal Kabupaten Nabire yang berprestasi, serta pemerataan tenaga kesehatan.
Lanjutnya, dengan adanya program Diloma III Keperawatan dan Kebidanan Nabire, memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat. Selain itu keberadaan program studi ini diharapkan dapat mendukung tercapainya tujuan pembangunan milenium pada tahun 2015. Yaitu penurunan kematian ibu dan anak, penanggulangan gizi buruk dan penanggulangan penyakit menular HIV-AIDS, TBC dan malaria.
Turut hadir pada kuliah perdana ini yaitu, Staf ahli bidang pemerintahan Setda Nabire, Hansari, S.Sos, Prof. Dr. H. Wahyudin, Hamid, M.Si Puket IV, Suwardi, S.Kep, Ns, M.Kes, Wakil Dekan Keperawatan, Ashar Prima, S.Kep, Ns, M.Kes, Ka Prodi Keperawatan, Jurnal Syarif, AK. SKM, M.Kes, Ka Prodi Analisis, Pimpinan Yayasan Persada Nabire, dan jajarannya beserta mahasiswa dan mahasiswi.
Leave a Reply