INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Program Bangkit Papua Tengah Sasar 4.000 Penerima, Penyaluran Ditargetkan Mulai Akhir November 2026

Program Bangkit Papua Tengah Sasar 4.000 Penerima, Penyaluran Ditargetkan Mulai Akhir November 2026

(Program Bangkit Papua Tengah Sasar 4.000 Penerima, Penyaluran Ditargetkan Mulai Akhir November 2026)
(Program Bangkit Papua Tengah Sasar 4.000 Penerima, Penyaluran Ditargetkan Mulai Akhir November 2026)

Nabire, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menargetkan penyaluran manfaat Program Bangkit Papua Tengah kepada 4.000 penerima manfaat di empat kabupaten percontohan mulai dilaksanakan paling lambat akhir November 2026.

Target tersebut mulai dipersiapkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan PT Bank Papua sebagai lembaga penyalur manfaat program.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Tengah, Elieser Yogi, mengatakan penandatanganan kerja sama tersebut merupakan tahapan penting untuk memastikan kesiapan teknis sebelum program direalisasikan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Elieser saat diwawancarai di Aula LPP RRI Nabire, Rabu (4/11/2026).

Menurut Elieser, sebanyak 4.000 penerima manfaat telah ditetapkan berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi sebelumnya. Data tersebut juga telah mendapatkan pengesahan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Papua Tengah.

“Setelah penandatanganan ini, kita masuk pada penyusunan rencana tindak lanjut. Di dalamnya termasuk jadwal pembukaan rekening penerima manfaat, waktu pembayaran, serta penentuan titik pembayaran,” jelas Elieser.

Empat Kabupaten Jadi Lokasi Percontohan

Pelaksanaan tahap awal Program Bangkit Papua Tengah difokuskan pada empat kabupaten, yakni Paniai, Puncak Jaya, Intan Jaya, dan Dogiyai.

Untuk mendukung pelaksanaan program, kegiatan penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Bank Papua, pimpinan cabang Bank Papua dari empat kabupaten, serta Ketua Tim Pengelola Program (TPP) masing-masing wilayah.

Dalam kegiatan itu, kerja sama ditandatangani antara Gubernur Papua Tengah dan Direktur Utama PT Bank Papua. Selanjutnya, dilakukan penandatanganan kerja sama antara TPP Provinsi Papua Tengah dengan pimpinan Bank Papua cabang Paniai, Dogiyai, Intan Jaya, dan Mulia.

Setelah proses tersebut, masing-masing pihak akan menyusun jadwal operasional penyaluran manfaat sesuai kesiapan daerah.

Elieser menjelaskan, agenda lanjutan mencakup pembukaan rekening penerima manfaat, sosialisasi kepada masyarakat yang telah terdata, penetapan jadwal pembayaran, hingga penentuan lokasi penyaluran.

Kondisi Geografis Jadi Pertimbangan Penyaluran

Salah satu aspek yang menjadi perhatian pemerintah dalam pelaksanaan program ini adalah kondisi geografis dan keterjangkauan wilayah di masing-masing kabupaten.

Menurut Elieser, tidak semua lokasi penerima manfaat dapat dijangkau dengan mudah melalui kantor cabang Bank Papua. Karena itu, diperlukan pengaturan titik pembayaran tambahan atau payment point agar masyarakat tidak mengalami kesulitan saat menerima manfaat program.

“Artinya, mereka menyusun rencana dan waktu yang disesuaikan dengan situasi atau kondisi serta kesiapan di lapangan atau di kabupaten masing-masing,” ujarnya.

Penentuan lokasi pembayaran akan mempertimbangkan akses transportasi, kondisi wilayah, serta kemampuan pelayanan perbankan di setiap daerah.

Pemerintah berharap mekanisme tersebut dapat mempermudah masyarakat penerima manfaat, terutama mereka yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses terhadap layanan perbankan.

Evaluasi Dijadwalkan Desember 2026

Pemprov Papua Tengah berharap penyaluran manfaat kepada masyarakat di empat kabupaten percontohan dapat dimulai sesuai target, yakni paling lambat pada akhir November 2026.

Selanjutnya, minggu pertama atau kedua Desember 2026 direncanakan menjadi waktu untuk pelaporan, evaluasi, serta pelaksanaan tahapan lanjutan program.

Dengan jumlah sasaran mencapai 4.000 penerima manfaat, kesiapan administrasi, sistem pembayaran, dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pihak perbankan menjadi faktor penting dalam memastikan program berjalan sesuai rencana.

Pemprov Papua Tengah berharap kerja sama dengan PT Bank Papua dapat mempercepat proses penyaluran sekaligus memastikan manfaat program diterima masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima.

Keberhasilan tahap percontohan di empat kabupaten tersebut nantinya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan dan evaluasi Program Bangkit Papua Tengah ke depan.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.