INFO NABIRE INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Kemenkes Dukung Rencana Ambulans Udara untuk Sasar Wilayah Pedalaman Papua Tengah

Kemenkes Dukung Rencana Ambulans Udara untuk Sasar Wilayah Pedalaman Papua Tengah

(Kemenkes Dukung Rencana Ambulans Udara untuk Sasar Wilayah Pedalaman Papua Tengah)
(Kemenkes Dukung Rencana Ambulans Udara untuk Sasar Wilayah Pedalaman Papua Tengah)

Jakarta, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait rencana penyediaan ambulans udara berupa helikopter untuk mempercepat evakuasi pasien dari wilayah pedalaman dan pegunungan yang sulit dijangkau transportasi darat.

Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mengatakan rencana tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Kementerian Kesehatan di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Inisiatif ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan medis darurat, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera di rumah sakit.

Deinas menjelaskan, pemerintah provinsi semula mengusulkan bantuan ambulans darat kepada pemerintah pusat. Namun, dalam pembahasan tersebut, muncul respons mengenai kemungkinan penyediaan ambulans udara menggunakan helikopter untuk mendukung pelayanan kesehatan di Papua Tengah.

“Selama ini kita hanya mengenal ambulans darat. Tetapi sekarang ada rencana bantuan ambulans udara berupa helikopter. Jadi nanti helikopter akan disiapkan untuk membantu pelayanan kesehatan di Papua,” kata Deinas kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).

Helikopter untuk Evakuasi Pasien di Wilayah Terpencil

Menurut Deinas, ambulans udara tersebut direncanakan untuk menjemput pasien dari kawasan yang sulit dijangkau kendaraan darat, kemudian membawa mereka menuju fasilitas kesehatan yang mampu memberikan penanganan medis sesuai kebutuhan.

Layanan ini diproyeksikan membantu berbagai kondisi darurat, termasuk ibu yang membutuhkan pertolongan persalinan, korban kecelakaan, pasien patah tulang, serta masyarakat yang memerlukan evakuasi medis secepatnya.

Kehadiran helikopter medis dinilai penting mengingat kondisi geografis Papua Tengah yang memiliki wilayah pegunungan dan kawasan dengan akses transportasi terbatas. Dalam situasi darurat, keterbatasan akses dapat menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat untuk mendapatkan pertolongan medis tepat waktu.

Melalui layanan ambulans udara, pemerintah berharap proses pemindahan pasien dari daerah terpencil menuju rumah sakit dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan apabila hanya mengandalkan jalur darat.

Empat Daerah Dipertimbangkan sebagai Lokasi Pangkalan

Deinas menyebutkan, terdapat sejumlah daerah yang sedang dipertimbangkan sebagai lokasi penempatan helikopter medis, yakni Kabupaten Paniai, Mimika, Puncak Jaya, atau Nabire.

Penentuan lokasi tersebut belum menjadi keputusan final. Pemerintah Provinsi Papua Tengah masih perlu membahas pilihan lokasi bersama Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan kesehatan dan jangkauan operasional helikopter.

“Penempatannya nanti akan diputuskan oleh Pak Gubernur. Apakah di Paniai, Mimika, Puncak Jaya, atau tetap di Nabire. Setelah saya kembali, hal ini akan saya sampaikan kepada gubernur untuk diputuskan,” ujarnya.

Lokasi pangkalan nantinya menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas layanan. Penempatan yang tepat diharapkan memungkinkan helikopter menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis di berbagai wilayah, termasuk kawasan pegunungan dan daerah yang akses daratnya terbatas.

Selain itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar rencana tersebut dapat diterjemahkan menjadi pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Perluas Akses Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Deinas menegaskan, rencana ambulans udara merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah memanfaatkan dukungan program pemerintah pusat untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan di daerah.

Menurutnya, kebutuhan transportasi medis di Papua Tengah tidak dapat sepenuhnya bergantung pada ambulans darat. Kondisi wilayah tertentu membutuhkan alternatif transportasi yang mampu menjangkau lokasi pasien secara lebih efektif.

Jika direalisasikan, ambulans udara diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kesulitan akses menuju rumah sakit, terutama ketika membutuhkan pertolongan dalam kondisi darurat.

Meski demikian, rencana tersebut masih memerlukan tindak lanjut, termasuk penetapan lokasi pangkalan dan koordinasi teknis antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

Deinas berharap pembahasan mengenai penyediaan helikopter medis dapat segera ditindaklanjuti sehingga masyarakat Papua Tengah memiliki akses yang lebih baik terhadap pelayanan kesehatan darurat.

“Ketika ada pasien yang membutuhkan pertolongan, helikopter itu nantinya bisa menjemput dan membawa pasien ke rumah sakit. Ini penting untuk membantu masyarakat yang berada di wilayah sulit dijangkau,” katanya.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.