PKBI Papua Jangkau 1.443 Pekerja Seks Perempuan di Nabire, 902 Orang Jalani Tes HIV, Jangkau Pengguna MiChat
Nabire, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Papua menjangkau 1.443 pekerja seks perempuan (PSP) di Kabupaten Nabire hingga Oktober 2026 dalam upaya memperkuat pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 902 orang telah menjalani pemeriksaan HIV, melampaui target program yang ditetapkan untuk tahun ini.
Koordinator Lapangan Program PKBI wilayah Nabire, Siti Asmah, mengatakan capaian penjangkauan tersebut telah melampaui dua kali lipat target tahunan sebanyak 705 orang. Sementara itu, jumlah pekerja seks perempuan yang telah menjalani tes HIV juga jauh melebihi target rujukan pemeriksaan yang ditetapkan sekitar 352 orang.
“Dari 1.443 orang yang sudah kami jangkau, sebanyak 902 orang telah menjalani tes HIV. Padahal target rujukan pemeriksaan tahun ini sekitar 352 orang,” kata Siti.
Capaian tersebut menunjukkan perluasan jangkauan program edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi kelompok yang menjadi sasaran pencegahan HIV/AIDS di Nabire.
PKBI Petakan 17 Lokasi Hiburan Malam
Dalam menjalankan programnya, PKBI melakukan pemetaan lokasi yang menjadi tempat aktivitas pekerja seks perempuan, termasuk kafe, bar, tempat karaoke, dan lokalisasi.
Setelah lokasi teridentifikasi, petugas lapangan memberikan edukasi secara langsung sekaligus mendorong para pekerja seks perempuan untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan HIV di fasilitas pelayanan kesehatan.
Siti menjelaskan, pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian angka penjangkauan. PKBI juga berupaya memastikan orang-orang yang telah mendapatkan pendampingan bersedia menjalani pemeriksaan untuk mengetahui status kesehatannya.
Hingga Oktober 2026, organisasi tersebut telah memetakan sekitar 17 tempat usaha hiburan malam di Nabire. Pemantauan dilakukan secara berkala karena mobilitas pekerja seks perempuan yang berpindah lokasi dapat menyulitkan proses penjangkauan dan pemeriksaan kesehatan.
Ratusan Pekerja Seks Perempuan Telah Diperiksa
Data pemetaan di lokalisasi pada Agustus 2026 mencatat terdapat 347 pekerja seks perempuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 316 orang telah menjalani tes HIV, sedangkan sisanya masih dalam proses penjangkauan dan pemeriksaan.
Untuk memperluas akses layanan, PKBI juga menyiapkan metode Community-Based Screening (CBS) menggunakan alat oral fluid test atau pemeriksaan cairan mulut.
Metode ini ditujukan untuk membantu menjangkau orang-orang yang mengalami kendala mengakses fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan pendekatan tersebut, pemeriksaan dapat dikembangkan agar lebih mudah dijangkau oleh kelompok sasaran.
Meski demikian, menurut Siti, pemanfaatan metode CBS di Nabire belum mencapai target. Hal ini karena pekerja seks perempuan yang selama ini didampingi masih dapat diarahkan untuk menjalani pemeriksaan melalui fasilitas pelayanan kesehatan.
Penjangkauan Diperluas ke Pengguna MiChat
Selain menyasar pekerja seks perempuan yang beraktivitas di tempat hiburan malam dan lokalisasi, PKBI mulai memperluas pendekatan kepada mereka yang menggunakan aplikasi MiChat untuk berkomunikasi dengan pelanggan.
Kelompok ini membutuhkan strategi penjangkauan tersendiri karena aktivitasnya tidak selalu terpusat di lokasi usaha tertentu. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam pemetaan, pemberian edukasi, serta penghubungan dengan layanan pemeriksaan HIV.
Perluasan jangkauan ini penting agar upaya pencegahan tidak hanya berfokus pada kelompok yang mudah ditemukan, tetapi juga menjangkau mereka yang memiliki mobilitas tinggi.
Program Berjalan Sejak 2023
Program penjangkauan dan pendampingan PKBI di Nabire telah berlangsung sejak 2023 dengan dukungan Dinas Kesehatan setempat. Kerja sama tersebut terutama dilakukan melalui koordinasi dengan puskesmas untuk pelaksanaan pemeriksaan dan pendampingan.
Ke depan, pemantauan berkala, edukasi kesehatan, serta penguatan akses pemeriksaan menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan layanan pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Nabire.
Data yang disampaikan PKBI menunjukkan bahwa capaian penjangkauan dan pemeriksaan hingga Oktober 2026 telah melampaui target tahunan. Namun, upaya lanjutan tetap diperlukan untuk menjangkau kelompok yang belum terdata, memastikan akses pemeriksaan yang memadai, dan menghubungkan orang yang membutuhkan layanan dengan fasilitas kesehatan.
Melalui kolaborasi antara PKBI, Dinas Kesehatan, dan puskesmas, penjangkauan diharapkan semakin luas sehingga upaya pencegahan HIV/AIDS di Nabire dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar