Bimtek Pertanian: Gubernur Papua Tengah Ajak Daerah Optimalkan Potensi Pangan Lokal
Nabire, Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperkuat kapasitas penyuluh pertanian untuk meningkatkan produksi pangan lokal dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan bahan pangan dari luar daerah. Langkah ini dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Penerapan Penyuluhan Pertanian yang berlangsung di Nabire, 14–16 Oktober 2026.
Dalam sambutan Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, S.Sos., M.AP., pemerintah menyoroti pentingnya pengembangan potensi pertanian lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka pada Rabu (14/10/2026) pukul 09.30 WIT di Aula Gedung RRI Nabire, Jalan Merdeka. Bimtek ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan penyuluh pertanian sekaligus memperkuat pemberdayaan petani di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
Produksi Beras Lokal Belum Penuhi Kebutuhan
Dalam sambutan tersebut, Tumiran mengungkapkan bahwa Papua Tengah masih menghadapi kesenjangan antara produksi beras lokal dan kebutuhan konsumsi masyarakat.
Berdasarkan angka yang disampaikan dalam sambutannya, produksi beras Papua Tengah pada 2024 diperkirakan sekitar 3.500 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi beras masyarakat mencapai hampir 80.000 ton per tahun.
Perbedaan angka tersebut menggambarkan besarnya tantangan yang dihadapi daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Meski demikian, data produksi tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui statistik resmi untuk memastikan kesesuaiannya.
Tumiran menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan lokal menjadi salah satu perhatian pemerintah provinsi.
“Peningkatan produksi pangan lokal ini menjadi prioritas penting dari program-program Bapak Gubernur,” ujarnya.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak dapat dibangun hanya melalui satu program atau menjadi tanggung jawab satu organisasi perangkat daerah. Diperlukan koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan instansi terkait agar pengembangan pertanian dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik setiap wilayah.
Keladi, Ubi, dan Jagung Jadi Potensi Pangan Lokal
Selain berupaya meningkatkan produksi beras, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendorong pemanfaatan berbagai komoditas pangan lokal yang telah dikenal masyarakat.
Keladi, ubi-ubian, dan jagung dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber pangan alternatif, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman.
Pengembangan komoditas tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan pangan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan yang didatangkan dari luar daerah.
Tumiran juga menyoroti kondisi geografis Papua Tengah yang menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi bahan pangan. Pengiriman kebutuhan pokok dari Nabire maupun Timika menuju sejumlah wilayah pedalaman menghadapi kendala transportasi dan aksesibilitas.
Karena itu, pengembangan pangan lokal dipandang penting agar masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di wilayah masing-masing.
Daerah seperti Kabupaten Puncak Jaya, Puncak, dan Intan Jaya menjadi bagian dari wilayah pedalaman yang memiliki potensi untuk mengembangkan komoditas pangan sesuai kondisi setempat.
Penyuluh Pertanian Diminta Dampingi Petani Secara Berkelanjutan
Dalam kegiatan tersebut, peran penyuluh pertanian menjadi salah satu perhatian utama. Penyuluh diharapkan tidak sekadar menyampaikan informasi atau materi pelatihan, tetapi juga terlibat langsung dalam membantu petani menyelesaikan persoalan yang dihadapi di lapangan.
Pendampingan tersebut mencakup identifikasi kebutuhan bibit, pupuk, obat-obatan pertanian, penerapan teknologi budidaya, hingga peningkatan keterampilan dalam mengelola usaha tani.
Tumiran mengingatkan agar pelaksanaan bimbingan teknis memberikan manfaat nyata bagi petani dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan penyuluhan berikutnya sehingga petani mampu meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan.
Selain meningkatkan produksi, penguatan kelembagaan petani dan pengolahan hasil panen juga dinilai penting. Produk pertanian yang diolah dengan baik berpeluang memiliki nilai jual lebih tinggi, membuka kesempatan usaha, serta menambah pendapatan masyarakat.
Kolaborasi Jadi Kunci Ketahanan Pangan
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap pelaksanaan Bimtek Pengembangan Penerapan Penyuluhan Pertanian dapat memperkuat kemampuan penyuluh dan kelembagaan petani di delapan kabupaten.
Upaya tersebut diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan produksi komoditas lokal, diversifikasi pangan, penerapan teknologi pertanian, dan penguatan pengolahan hasil panen.
Kolaborasi lintas sektor tetap diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses transportasi hingga kebutuhan sarana produksi pertanian di wilayah pedalaman.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan dan pemanfaatan potensi lokal, pengembangan sektor pertanian di Papua Tengah diharapkan dapat mendukung ketersediaan pangan, meningkatkan pendapatan petani, serta menggerakkan perekonomian masyarakat.
Pelaksanaan bimtek yang berlangsung selama tiga hari, hingga 16 Oktober 2026, menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam memperkuat peran penyuluhan pertanian. Keberhasilan program ini selanjutnya akan bergantung pada penerapan hasil pelatihan, kesinambungan pendampingan, serta dukungan antarpemerintah dan pemangku kepentingan terkait.
[Nabire.Net/Marten Dogomo]





Tinggalkan Komentar