Kasus DBD di Bumi Mulia Nabire: Satu Siswa SD Meninggal, Lima Positif
Nabire, Warga di wilayah Bumi Mulia, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Seorang anak yang duduk di bangku kelas I sekolah dasar dilaporkan meninggal dunia akibat DBD. Sementara itu, lima penderita DBD di wilayah SPC Bumi Mulia dilaporkan positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
Sebagai langkah pencegahan, kegiatan pengasapan atau fogging telah dilaksanakan di lokasi terdampak. Namun, masyarakat diingatkan agar tidak hanya mengandalkan fogging, melainkan juga melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin.
Fogging Diprioritaskan di Lokasi Kasus
Pelaksanaan fogging difokuskan pada titik ditemukannya kasus DBD dan rumah-rumah di sekitarnya dalam radius sekitar 100 meter. Kebijakan tersebut mengikuti ketentuan pelaksanaan fogging yang disampaikan oleh pihak terkait.
Dalam pesan yang beredar di grup informasi warga, salah satu pihak yang terlibat menyampaikan apresiasi atas kerja sama masyarakat sehingga kegiatan pengasapan dapat berjalan lancar.
“Terima kasih atas kerja samanya hingga fogging berjalan lancar. Mohon maaf tidak bisa mengakomodasi semua, karena sesuai aturan difokuskan ke titik kasus dan rumah sekitar jarak 100 meter,” demikian isi pesan tersebut.
Pesan itu juga menyebutkan terdapat lima penderita DBD di wilayah SPC yang telah dilaporkan berdasarkan hasil laboratorium.
Fogging Harus Disertai Pemberantasan Sarang Nyamuk
Masyarakat perlu memahami bahwa fogging terutama bertujuan membunuh nyamuk dewasa. Sementara itu, telur, jentik, dan larva yang berada di tempat penampungan air memerlukan penanganan tersendiri.
Karena itu, warga diimbau menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Upaya tambahan dapat dilakukan dengan memasang kawat kasa pada ventilasi, menggunakan kelambu saat tidur, memakai losion antinyamuk, serta memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Kenali Gejala dan Tanda Bahaya DBD
Gejala DBD antara lain demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, serta munculnya bintik merah pada kulit.
Masyarakat harus segera mencari pertolongan medis apabila mengalami tanda bahaya, seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, tubuh sangat lemas, tangan dan kaki terasa dingin, atau sesak napas.
Mengingat adanya laporan kematian dan penderita DBD di Bumi Mulia Nabire, keterlibatan masyarakat menjadi penting untuk menekan risiko penularan. Warga diharapkan rutin memeriksa lingkungan rumah, membersihkan tempat penampungan air, dan segera mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mengarah pada DBD.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar