INFO NABIRE
Home » Blog » Sengketa Tanah di Nabire, Keluarga Besar Yason Nawipa Minta Mediasi Segera Digelar

Sengketa Tanah di Nabire, Keluarga Besar Yason Nawipa Minta Mediasi Segera Digelar

(Sengketa Tanah di Nabire, Keluarga Besar Yason Nawipa Minta Mediasi Segera Digelar)
(Sengketa Tanah di Nabire, Keluarga Besar Yason Nawipa Minta Mediasi Segera Digelar)

Nabire, Persoalan tanah yang melibatkan Suku Wate/Warai dan Keluarga Besar Yason Nawipa di Kabupaten Nabire diharapkan segera memasuki tahap mediasi. Keluarga Besar Yason Nawipa meminta Pemerintah Kabupaten Nabire tidak menunda agenda pertemuan yang sebelumnya telah direncanakan.

Ketua Tim Pejuang Keluarga Besar Yason Nawipa, Deki Nawipa, mengatakan pihaknya menyambut positif langkah Pemkab Nabire yang berencana mempertemukan para pihak untuk membahas persoalan tersebut. Menurut dia, mediasi menjadi ruang penting untuk mempertemukan berbagai kepentingan sekaligus mencari jalan keluar berdasarkan fakta dan bukti yang dimiliki masing-masing pihak.

Deki berharap pemerintah dapat mempercepat pelaksanaan mediasi sehingga persoalan tanah tersebut tidak berlarut-larut dan berpotensi mengganggu situasi di tengah masyarakat.

“Kami meminta agar agenda mediasi yang sudah direncanakan Pemerintah Kabupaten Nabire dapat dipercepat. Kami siap hadir dan menyampaikan sejarah, dokumen, serta bukti-bukti yang kami miliki,” ujar Deki Nawipa.

Ia menjelaskan bahwa Keluarga Besar Yason Nawipa memilih pendekatan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Pihaknya, kata Deki, tidak menginginkan konflik berkembang menjadi persoalan yang lebih luas, terutama jika kemudian berdampak terhadap aktivitas masyarakat maupun agenda pembangunan daerah.

Karena itu, seluruh pihak diminta memberikan ruang kepada pemerintah untuk menjalankan fungsi fasilitasi dan menghadirkan pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam persoalan tanah tersebut.

“Kami tidak ingin persoalan ini menjadi hambatan bagi pembangunan. Kami berharap melalui mediasi ini dapat tercipta penyelesaian yang baik sehingga proses pembangunan pemerintah dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif,” katanya.

Deki menegaskan, pihaknya siap mengikuti seluruh tahapan mediasi yang difasilitasi Pemkab Nabire. Ia juga menyatakan bahwa dokumen maupun bukti yang dimiliki akan disampaikan dalam forum tersebut sebagai bahan pembahasan bersama.

Menurutnya, proses penyelesaian harus dilakukan dengan mengedepankan prinsip keadilan, keterbukaan, musyawarah, serta mengacu pada ketentuan yang berlaku.

“Prinsip kami jelas, yaitu menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dan berdasarkan bukti serta ketentuan yang berlaku. Kami siap mengikuti proses mediasi dan menghormati hasil pembahasan yang dilakukan secara adil dan transparan,” tegasnya.

Deki juga mengajak seluruh pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut untuk menahan diri. Ia menilai suasana yang aman dan kondusif diperlukan agar proses mediasi dapat berlangsung tanpa tekanan maupun tindakan yang berpotensi memperkeruh keadaan.

Persoalan tanah memiliki dampak yang lebih luas karena berkaitan dengan kepastian pemanfaatan lahan, hubungan antar-pihak, keamanan, hingga keberlanjutan berbagai kegiatan pembangunan. Oleh sebab itu, penyelesaian melalui mekanisme dialog dinilai penting untuk mencegah munculnya persoalan baru di kemudian hari.

Keluarga Besar Yason Nawipa berharap mediasi yang difasilitasi pemerintah dapat menghasilkan titik temu yang dapat diterima secara adil oleh para pihak. Mereka juga berharap hasil pembahasan nantinya memberikan kepastian sekaligus menjaga hubungan sosial dan keamanan di Kabupaten Nabire.

Hingga saat ini, pihak Keluarga Besar Yason Nawipa menyatakan siap menghadiri agenda mediasi dan memberikan keterangan serta dokumen yang diperlukan. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada pelaksanaan pertemuan dan proses pembahasan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Nabire.

[Nabire.Net/Yohanes Nawipa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.