INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Emanuel Mote Ungkap Perjuangan 25 OAP Deiyai Selama Ikuti Diklat Auditor

Emanuel Mote Ungkap Perjuangan 25 OAP Deiyai Selama Ikuti Diklat Auditor

(Emanuel Mote Ungkap Perjuangan 25 OAP Deiyai Selama Ikuti Diklat Auditor)
(Emanuel Mote Ungkap Perjuangan 25 OAP Deiyai Selama Ikuti Diklat Auditor)

Nabire, Sebanyak 25 Orang Asli Papua (OAP) Kabupaten Deiyai menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Jabatan Fungsional (JF) Auditor Ahli Pertama. Penutupan kegiatan yang berlangsung di Hotel Karmel Nabire, Kamis (1/10/2026), menjadi momentum bagi para peserta untuk memasuki tahapan baru dalam menjalankan tugas pengawasan pemerintahan.

Diklat yang berlangsung sejak 24 Agustus hingga 1 Oktober 2026 tersebut tidak hanya menjadi proses peningkatan kompetensi dan pemenuhan persyaratan jabatan fungsional. Bagi para peserta, rangkaian pembelajaran tersebut sekaligus menjadi bekal untuk menjalankan tugas pengawasan secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.

Perwakilan peserta, Emanuel Mote, S.E., mengatakan berakhirnya kegiatan tidak seharusnya dimaknai sebagai titik akhir. Menurut dia, sertifikat yang diterima para peserta justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar ketika kembali menjalankan tugas di Kabupaten Deiyai.

“Kami datang sebagai peserta, pulang membawa tanggung jawab,” tegas Emanuel dalam sambutannya.

Perjalanan Diklat Berlangsung Lebih dari Sebulan

Selama mengikuti program, 25 peserta melewati sejumlah tahapan pembelajaran. Proses tersebut mencakup Massive Open Online Course (MOOC), pembelajaran melalui e-learning dan Zoom Meeting, hingga kegiatan tatap muka.

Rangkaian pendidikan tersebut dijalani peserta dengan berbagai tantangan. Mereka harus mengikuti kegiatan sejak pagi hingga sore hari. Sebagian peserta bahkan harus menempuh perjalanan dari wilayah distrik dan kampung di Kabupaten Deiyai sebelum mengikuti kegiatan.

Emanuel menggambarkan bagaimana para peserta harus menyesuaikan diri dengan rutinitas pelatihan yang cukup padat.

Menurutnya, aktivitas peserta dapat dimulai sejak sekitar pukul 04.00 atau 05.00 WIT untuk mempersiapkan diri. Kegiatan pembelajaran kemudian berlangsung hingga sore, bahkan terkadang sampai menjelang malam.

“Kadang-kadang rasanya kami hanya punya waktu untuk meletakkan kepala sebentar, lalu pagi sudah tiba kembali. Bangun lagi, bersiap lagi, berangkat lagi, belajar lagi,” ujarnya.

Selain materi pembelajaran, peserta juga menghadapi berbagai tugas, evaluasi, koreksi dan tantangan selama mengikuti proses pendidikan.

Ada Peserta yang Mengikuti Diklat dalam Kondisi Khusus

Perjalanan para peserta juga diwarnai pengalaman personal yang tidak ringan. Emanuel menyebut terdapat peserta yang tetap berusaha mengikuti rangkaian kegiatan dalam kondisi hamil besar, menunggu persalinan, hingga peserta yang baru melahirkan dan menjalani masa menyusui.

Bagi Emanuel, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan 25 peserta selama mengikuti pendidikan.

“Ini adalah cerita kita. Keep going! Kita masih terus berjalan,” katanya.

Ia menilai pengalaman tersebut memperlihatkan kesungguhan peserta dalam menyelesaikan pendidikan yang telah dipercayakan kepada mereka.

Pemkab Deiyai Dinilai Berinvestasi pada SDM Pengawasan

Dalam kesempatan tersebut, Emanuel juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Deiyai yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan sehingga 25 OAP dapat mengikuti Diklat JF Auditor Ahli Pertama.

Apresiasi turut diberikan kepada Plt. Inspektur Kabupaten Deiyai, Peter Joharry Matakena, S.STP., M.Tr.IP., yang disebut mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Inspektorat Kabupaten Deiyai.

Emanuel menilai kesempatan yang diberikan kepada 25 OAP tersebut merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia untuk memperkuat sistem pengawasan pemerintahan daerah.

“Invest in people, invest in the future. Ini bukan hanya berbicara tentang hari ini, tetapi berbicara tentang masa depan,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang pengawasan dibutuhkan untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

Pulang Membawa Ilmu dan Tanggung Jawab

Penutupan diklat juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk merefleksikan seluruh proses yang telah mereka lalui.

Emanuel menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan tidak berhenti pada kepemilikan sertifikat. Para peserta kini dituntut mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas.

“Kami membawa cerita perjuangan. Kami membawa pengalaman. Kami membawa ilmu. Dan kami membawa tanggung jawab,” katanya.

Ia mengajak rekan-rekannya kembali ke Deiyai dengan semangat baru serta menjaga profesionalisme dalam menjalankan fungsi pengawasan.

“Jangan berkata we are done, tetapi katakan we are ready. Ready to learn, ready to work, ready to serve. One team, one purpose!” serunya.

Cinderamata Noken Toyaagiya dan Pesan Pengabdian

Sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih, para peserta menyerahkan cinderamata berupa Noken Toyaagiya kepada pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaan diklat.

Emanuel juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Ia kembali mengingatkan bahwa selesainya pendidikan bukan berarti perjalanan pengabdian berakhir. Justru, para peserta kini memasuki fase baru untuk menerapkan kompetensi yang telah diperoleh.

“We made it! Tetapi sekali lagi, ini bukan akhir. This is a new beginning. Ini adalah awal. Let’s serve!”

Dengan berakhirnya Diklat JF Auditor Ahli Pertama tersebut, 25 OAP Deiyai diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat kapasitas pengawasan internal pemerintah daerah. Dukungan dan pendampingan dari auditor senior juga dinilai penting agar para peserta dapat terus mengembangkan kemampuan dalam menjalankan tugasnya.

Momentum penutupan akhirnya ditandai dengan seruan bersama yang menggambarkan semangat pengabdian para peserta: “Auditor Berintegritas!” — “Siap!”; “Deiyai Berkualitas!” — “Siap!”; “BPKP Mendampingi!” — “Kami Mengabdi!”

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.