INFO NABIRE
Home » Blog » Pemkab Nabire Bongkar Tembok Taman Gizi, Akses Pemandangan Laut Dibuka

Pemkab Nabire Bongkar Tembok Taman Gizi, Akses Pemandangan Laut Dibuka

(Pemkab Nabire Bongkar Tembok Taman Gizi, Akses Pemandangan Laut Dibuka)
(Pemkab Nabire Bongkar Tembok Taman Gizi, Akses Pemandangan Laut Dibuka)

Nabire, Pemerintah Kabupaten Nabire mulai menata kembali kawasan Pantai Nabire dengan memindahkan aktivitas pedagang UMKM dan pedagang kaki lima ke Taman Gizi Oyehe. Kebijakan ini diarahkan untuk mengembalikan fungsi kawasan pantai sebagai ruang publik sekaligus mengembangkan kawasan kuliner bagi masyarakat.

Relokasi tersebut menjadi bagian dari penataan wajah perkotaan Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah. Pemerintah daerah ingin kawasan pesisir tidak hanya menjadi tempat aktivitas perdagangan, tetapi juga memiliki fungsi rekreasi dan wisata yang lebih tertata.

Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari mengatakan pemerintah tidak bermaksud menghilangkan mata pencaharian masyarakat melalui kebijakan tersebut.

Menurutnya, Taman Gizi Oyehe dipersiapkan sebagai lokasi baru bagi para pedagang sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap dapat berjalan.

“Pantai Nabire kita kembalikan fungsinya sebagai kawasan wisata. Para pedagang kita relokasi ke Taman Gizi sebagai tempat wisata kuliner,” kata Burhanuddin di Nabire, Sabtu (19/9/2026).

Taman Gizi Disiapkan sebagai Kawasan Kuliner

Pemkab Nabire menilai Taman Gizi memiliki potensi untuk menjadi pusat aktivitas kuliner karena lokasinya masih berada di kawasan pesisir.

Untuk mendukung konsep tersebut, pemerintah membuka akses pandangan masyarakat menuju laut dengan membongkar tembok pembatas di sekitar kawasan.

Panjang tembok yang dibongkar mencapai sekitar 80 meter. Pembukaan area tersebut diharapkan memberikan suasana yang lebih terbuka bagi pedagang sekaligus pengunjung.

“Taman Gizi juga berada di pinggir pantai, sehingga kita siapkan fasilitasnya. Kita robohkan tembok sepanjang 80 meter agar para pedagang tetap mempunyai view pantai,” ujar Burhanuddin.

Dengan konsep tersebut, pemerintah berupaya menggabungkan dua fungsi dalam satu kawasan, yakni ruang publik dan sentra kegiatan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Tegaskan Tidak Mematikan Usaha Pedagang

Burhanuddin menegaskan bahwa relokasi dilakukan dengan tetap mempertimbangkan keberlangsungan usaha masyarakat yang selama ini memperoleh penghasilan dari kegiatan perdagangan di kawasan Pantai Nabire.

Pemerintah daerah berencana melakukan pembenahan fasilitas agar lokasi baru dapat digunakan secara lebih nyaman, bersih dan tertata.

“Kita tidak akan menyengsarakan masyarakat. Kita sekali lagi sudah punya komitmen yang sama bahwa kita tidak akan menyengsarakan masyarakat,” tegasnya.

Selain aspek ekonomi masyarakat, penataan kawasan juga berkaitan dengan pemanfaatan aset milik pemerintah daerah.

Menurut Burhanuddin, aset Pemkab Nabire yang digunakan masyarakat untuk kegiatan usaha nantinya dapat memberikan pemasukan bagi daerah melalui mekanisme retribusi.

“Semua aset Pemkab Nabire yang dipakai oleh masyarakat untuk mencari penghasilan, pasti ada retribusi untuk pemerintah,” katanya.

51 Kepala Keluarga Diminta Mengosongkan Kawasan

Penataan Taman Gizi juga berdampak terhadap warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Sebanyak 51 kepala keluarga yang bermukim di area belakang Taman Gizi telah diberikan waktu satu minggu untuk mengosongkan lokasi dan mencari tempat tinggal lain.

Langkah itu dilakukan agar kawasan tersebut dapat ditata sesuai peruntukannya sebagai ruang publik sekaligus kawasan aktivitas ekonomi.

Pemkab Nabire selanjutnya akan melanjutkan proses pembersihan dan pembenahan kawasan, termasuk area yang menghubungkan taman dengan pesisir.

Target PAD Nabire Naik Menjadi Rp183,9 Miliar

Penataan kawasan Pantai Nabire dan pemanfaatan aset daerah juga berkaitan dengan strategi pemerintah meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Dalam Perubahan APBD 2026, target PAD Kabupaten Nabire tercatat meningkat dari Rp105 miliar dalam APBD Induk 2026 menjadi Rp183,9 miliar.

Pemerintah daerah menyatakan akan terus menggali potensi pendapatan baru, termasuk melalui pemanfaatan aset pemerintah secara tertib dan produktif.

Ke depan, Pemkab Nabire berharap penataan kawasan pesisir tidak hanya memperbaiki tampilan kota, tetapi juga menyediakan ruang usaha yang tetap mampu mendukung perekonomian masyarakat.

Pengembangan Taman Gizi sebagai kawasan kuliner dan penataan Pantai Nabire akan menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan ruang publik yang lebih tertib, nyaman, sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi daerah dan masyarakat.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.