KOMANDAN Deiyai Kembali Bersihkan Kali Atouda
Deiyai, Upaya menjaga kebersihan lingkungan kembali dilakukan Komunitas Anak Danau (KOMANDAN) Deiyai. Puluhan anggota komunitas melanjutkan aksi pembersihan di kawasan Muara Kali Atouda, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi aksi kedua yang dilakukan KOMANDAN di kawasan Kali Atouda. Kali ini, para anggota menyisir area mulai dari bagian hulu hingga menuju hilir untuk mengangkat sampah yang sebelumnya masih tertinggal.
Gerakan tersebut tidak hanya berorientasi pada kebersihan kawasan sungai, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian pemuda terhadap lingkungan sekitar Danau Tigi. Setelah proses pembersihan dilakukan, kawasan yang sebelumnya masih terdapat tumpukan sampah tampak lebih bersih.
Koordinator Lapangan KOMANDAN Deiyai, Markus Yohanes Adii, mengapresiasi semangat anggota yang tetap terlibat dalam kegiatan lanjutan tersebut. Menurutnya, kekompakan menjadi faktor penting sehingga sampah yang tersisa dapat kembali diangkat.
“Untuk kedua kalinya kami membersihkan Kali Atouda dari hulu sampai hilir. Sampah yang sebelumnya belum terangkat akhirnya dapat kami bersihkan,” ujar Markus.
Ia menilai perubahan kondisi kawasan tersebut menjadi hasil nyata dari kerja bersama para anggota. Sebagai bagian dari pemuda Atouda, Markus juga berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya berhenti pada kegiatan komunitas, tetapi dapat menjadi gerakan bersama masyarakat.
Di sisi lain, kegiatan pembersihan masih menghadapi persoalan setelah sampah dikumpulkan. Penanggung Jawab KOMANDAN Deiyai, Andreas Yeimo, mengatakan komunitas membutuhkan kendaraan yang memadai untuk membawa sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kampung Yaba.
Selama ini, pengangkutan masih mengandalkan kendaraan pikap yang diperoleh melalui swadaya anggota atau ebamukai. Kondisi tersebut membuat proses pemindahan sampah belum dapat dilakukan secara optimal.
“Kami sangat membutuhkan truk sampah untuk mengangkut hasil pembersihan ke TPA di Kampung Yaba. Kendaraan yang selama ini digunakan masih berasal dari swadaya anggota,” kata Andreas.
Karena itu, ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan dukungan sarana pengangkutan sampah. Menurutnya, keberadaan kendaraan khusus akan membantu komunitas memperluas kegiatan kebersihan ke lokasi lainnya.
Andreas memastikan aksi lingkungan KOMANDAN belum berakhir di Muara Kali Atouda. Setelah sejumlah titik dibersihkan, komunitas berencana menyasar kawasan lain yang masih membutuhkan penanganan. Mereka juga menyiapkan agenda penghijauan di area yang telah dibersihkan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang, terutama dalam menjaga kebersihan Kali Atouda dan kawasan Danau Tigi. KOMANDAN juga mengajak masyarakat untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Bagi komunitas, menjaga lingkungan bukan hanya persoalan membersihkan sampah yang sudah menumpuk, tetapi juga membangun kesadaran agar sampah tidak kembali mencemari aliran sungai dan kawasan danau.
KOMANDAN Deiyai selanjutnya akan melanjutkan pemetaan titik-titik yang membutuhkan pembersihan sekaligus mendorong keterlibatan lebih banyak pihak dalam menjaga kebersihan lingkungan di Kabupaten Deiyai.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar