Atasi Krisis Air, Lima Sumur Bor Akan Dibangun di Nabire Barat
Nabire, Upaya mengatasi kesulitan air bersih akibat kekeringan di Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mulai disiapkan. Kodim 1705/Nabire berencana membantu pembangunan sumur bor di lima lokasi yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat terdampak.
Komandan Kodim 1705/Nabire Letkol Arh Dwi Palwanto T mengatakan, langkah awal dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah distrik. Koordinasi tersebut diperlukan untuk mencari lokasi yang memiliki potensi sumber air sekaligus mudah dijangkau warga.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah distrik agar mereka bisa mencarikan titik sumber air yang strategis, yang mudah diakses oleh masyarakat,” kata Dwi di Nabire, Kamis.
Setelah lima lokasi calon sumur ditentukan, Kodim 1705/Nabire akan melibatkan Yonif TP 804/DBAY dalam proses pemeriksaan sumber air bawah tanah. Satuan tersebut memiliki perangkat geolistrik yang dapat digunakan untuk mendeteksi potensi keberadaan air sebelum pengeboran dilakukan.
Menurut Dwi, pemeriksaan geolistrik menjadi tahapan penting karena dapat memberikan gambaran mengenai potensi air serta perkiraan kedalamannya.
“Setelah itu nanti kita minta bantuan dari Yonif TP 804/DBAY yang mempunyai alat geolistrik untuk mengecek airnya. Kita cek titik itu kedalamannya berapa, apakah di situ ada potensi air atau tidak,” ujarnya.
Rencana pembangunan lima sumur bor tersebut diarahkan ke Nabire Barat karena wilayah itu sebelumnya diidentifikasi Pemerintah Kabupaten Nabire sebagai salah satu daerah yang mengalami dampak kekeringan cukup berat.
Dwi mengatakan pemilihan lokasi tidak hanya mempertimbangkan keberadaan sumber air. Akses masyarakat juga menjadi perhatian agar sumur yang dibangun nantinya dapat melayani sebanyak mungkin warga.
“Kalau kemarin penyampaian Bapak Bupati kan lima titik di Nabire Barat. Jadi nanti kita coba cari lima yang sekiranya bisa membuat akses masyarakat itu gampang memperoleh air,” katanya.
Meski terlibat dalam persiapan, Kodim 1705/Nabire tidak memiliki perangkat khusus untuk melakukan pengeboran. Karena itu, proses pengerjaan sumur membutuhkan dukungan Pemerintah Kabupaten Nabire maupun pihak lain yang mempunyai peralatan pengeboran.
Kodim akan memfokuskan dukungan pada koordinasi serta pencarian sumber air dengan bantuan perangkat geolistrik Yonif TP 804/DBAY.
Untuk pengerjaan, Dwi memperkirakan satu sumur dapat diselesaikan sekitar satu minggu apabila kondisi tanah mendukung dan sumber air tidak terlalu dalam.
Ia mencontohkan pengeboran yang pernah dilakukan di Air Mandidi dapat menembus sumber air dalam waktu sekitar satu minggu. Namun, durasi pekerjaan dapat bertambah apabila sumber air berada hingga puluhan meter di bawah permukaan tanah.
Dengan pembangunan lima sumur bor tersebut, masyarakat Nabire Barat diharapkan memperoleh akses air yang lebih mudah, terutama ketika kekeringan mengakibatkan sumber air warga berkurang. Tahapan berikutnya akan dilakukan setelah lokasi potensial ditentukan dan pemeriksaan geolistrik selesai.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar