INFO NABIRE
Home » Blog » Ketua IKT Nabire Angkat Bicara soal Rekonstruksi CKC, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Ketua IKT Nabire Angkat Bicara soal Rekonstruksi CKC, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

(Ketua IKT Nabire, Yulianus Pasang)
(Ketua IKT Nabire, Yulianus Pasang)

Nabire, Pelaksanaan rekonstruksi kasus kematian siswi SMP, Chelsy Kaltrin Chandra (CKC), mendapat perhatian dari Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang. Ia mengapresiasi langkah Polres Nabire menggelar rekonstruksi pada Senin (10/8/2026), tetapi meminta setiap adegan benar-benar menggambarkan kejadian berdasarkan keterangan pihak yang terlibat.

Yulianus menyampaikan pandangannya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/8/2026). Menurut dia, rekonstruksi memiliki peran penting dalam membantu penyidik maupun masyarakat memahami rangkaian peristiwa yang terjadi dalam kasus tersebut.

Namun, ia mempertanyakan sejumlah hal yang terlihat selama proses peragaan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah cara adegan diperagakan dan dugaan adanya pengarahan terhadap pihak yang menjalani rekonstruksi.

“Rekonstruksi itu harus betul-betul diperagakan oleh yang bersangkutan. Artinya, jangan digiring, ‘kau balik ke sana, balik ke sini, ke belakang, ke depan’,” ujar Yulianus.

Minta Rekonstruksi Gambarkan Kejadian Secara Utuh

Menurut Yulianus, rekonstruksi seharusnya mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kronologi perkara, bukan sekadar memperlihatkan potongan adegan tertentu.

Ia berharap seluruh rangkaian peristiwa dapat diperiksa secara jelas, mulai dari awal kejadian hingga korban dibawa ke lokasi tempat terjadinya pembunuhan.

Yulianus menilai kejelasan setiap adegan penting karena masyarakat juga ikut memperhatikan jalannya rekonstruksi. Menurut dia, terdapat sejumlah adegan yang dinilai perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut, terutama ketika peragaan tidak terlihat dilakukan secara mandiri oleh pihak yang bersangkutan.

“Kalau diarahkan seperti itu, berarti itu dilakukan bukan sesuai dengan apa yang diperbuat,” katanya.

Selain persoalan teknis rekonstruksi, Yulianus menilai masih terdapat sejumlah pertanyaan mengenai kondisi korban setelah kejadian. Ia menyebut aspek tersebut perlu diperjelas melalui penyidikan dan pemeriksaan terhadap seluruh rangkaian peristiwa.

Ia juga menyinggung dugaan adanya luka yang dialami korban sebelum jasadnya dibakar. Menurutnya, fakta mengenai kondisi korban harus dijelaskan secara terang melalui proses penyidikan dan pembuktian hukum.

Masyarakat Diminta Tidak Terprovokasi

Yulianus menegaskan bahwa perhatian terhadap kasus CKC tidak hanya berasal dari keluarga korban. Menurut dia, masyarakat Toraja dan warga Nabire secara umum turut mengikuti perkembangan perkara tersebut.

Besarnya perhatian publik, kata dia, membuat proses hukum perlu dilakukan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Ia menekankan bahwa keluarga maupun masyarakat tidak meminta aparat menjatuhkan hukuman di luar aturan hukum. Yang diharapkan adalah proses yang objektif sehingga keputusan pengadilan nantinya benar-benar memberikan rasa keadilan.

Menurut Yulianus, penanganan perkara tersebut juga akan menjadi perhatian publik. Karena itu, aparat penegak hukum diminta menjaga kepercayaan masyarakat dengan memastikan seluruh tahapan berjalan sebagaimana mestinya.

Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat, khususnya keluarga besar Toraja dan warga Nabire, untuk tidak mengambil tindakan sendiri.

“Saya harap masyarakat tenang. Kita akan ikuti proses hukumnya. Jangan ada yang berantakan, jangan tawuran,” ucapnya.

IKT Tegaskan Tetap Mengawal Proses Hukum

Yulianus mengatakan dirinya akan terus memperhatikan perkembangan perkara tersebut. Ia menegaskan dukungan terhadap proses hukum diberikan selama seluruh tahapan berjalan sesuai aturan dan menghasilkan keputusan yang adil.

“Kalau proses hukum ini tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka saya lepas tangan. Saya selaku Ketua IKT. Tetapi kalau memang berjalan sebagaimana putusan yang seadil-adilnya, maka saya bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia mengakui suasana duka masih terasa kuat setelah kasus tersebut terjadi. Kesedihan terutama dirasakan keluarga korban, kalangan perempuan, serta rekan-rekan almarhumah.

Karena itu, ia berharap proses penyidikan hingga persidangan dapat berlangsung secara profesional dan mampu menjawab berbagai pertanyaan yang masih berkembang di tengah masyarakat.

Bagi Yulianus, penegakan hukum yang transparan bukan hanya penting untuk memberikan keadilan kepada keluarga CKC, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik dan mencegah munculnya konflik di tengah masyarakat.

Ia kembali meminta semua pihak menahan diri serta memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum menjalankan tugasnya. Perkembangan penyidikan dan proses hukum selanjutnya diharapkan dapat memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai rangkaian peristiwa yang menyebabkan meninggalnya CKC.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.