Bupati Deiyai Paparkan Program Dana Otsus 2026, Fokus Pendidikan, Kesehatan, dan Penguatan Ekonomi Masyarakat
Deiyai, Pemerintah Kabupaten Deiyai menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi masyarakat. Berbagai program prioritas tersebut dipaparkan langsung oleh Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Otonomi Khusus yang diselenggarakan Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah di Penginapan Putri, Tougiibaugi, Kabupaten Deiyai, Senin (4/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati menjelaskan bahwa arah kebijakan penggunaan Dana Otsus terus difokuskan pada sektor-sektor strategis yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian budaya lokal.
Pendidikan Jadi Prioritas Utama
Pada bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Deiyai telah menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi generasi muda Orang Asli Papua.
Beberapa program yang sedang berjalan meliputi pembangunan Asrama SMPTK YPPGI Trotman Baida Gakokebo, pengiriman sekitar 20 siswa lulusan sekolah dasar untuk melanjutkan pendidikan di Mepa Boarding School, Nabire, hingga rencana pembelian asrama mahasiswa di Gorontalo yang akan direalisasikan setelah perubahan APBD Tahun 2026.
Selain itu, pemerintah daerah juga membuka bantuan penyelesaian tugas akhir bagi mahasiswa. Hingga batas akhir pendaftaran pada 31 Juli 2026, tercatat sebanyak 857 mahasiswa telah mengajukan permohonan bantuan.
Bupati menegaskan bahwa seluruh berkas akan diverifikasi secara ketat. Prioritas diberikan kepada mahasiswa yang orang tuanya memiliki KTP Kabupaten Deiyai agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Seluruh data akan diverifikasi kembali. Bantuan diprioritaskan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan administrasi. Penerima tahun ini juga tidak akan menerima bantuan yang sama pada tahun berikutnya agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak mahasiswa,” jelas Melkianus Mote.
Pemerintah daerah juga menyiapkan insentif bagi tenaga pendidik sebesar Rp1 juta per bulan yang akan disalurkan melalui sistem pembayaran berbasis rekening sebagai bentuk apresiasi terhadap para guru.
Akreditasi Fasilitas Kesehatan Terus Dipercepat
Pada sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Deiyai tengah mempercepat proses akreditasi terhadap 10 Puskesmas dan satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Langkah tersebut dibarengi dengan rencana perekrutan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan pelayanan agar kualitas layanan kesehatan masyarakat semakin meningkat.
Menurut Bupati, peningkatan mutu fasilitas kesehatan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan rumah sakit di luar Kabupaten Deiyai.
“Kami ingin pelayanan kesehatan semakin baik. Setelah proses akreditasi berjalan, kebutuhan tenaga kesehatan juga akan dipenuhi sesuai standar pelayanan,” ujarnya.
Dana Tambahan Infrastruktur Difokuskan untuk Jalan
Bupati juga menjelaskan bahwa alokasi Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) yang bersumber dari Dana Otsus masih terbatas.
Pada tahun anggaran berjalan, Kabupaten Deiyai memperoleh sekitar Rp12 miliar, dengan sekitar Rp8,9 miliar di antaranya dialokasikan untuk pembangunan ruas jalan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tetap menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Program Ekonomi Rakyat Terus Dikembangkan
Di sektor ekonomi, Pemerintah Kabupaten Deiyai memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pertanian, peternakan, dan perikanan.
Komoditas bawang merah menjadi salah satu fokus pengembangan dengan penerapan teknologi pertanian. Selain itu, pembinaan terhadap petani kopi juga terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas.
Pemerintah juga melanjutkan pengembangan peternakan babi sebagai salah satu sektor unggulan ekonomi masyarakat.
Sementara pada sektor perikanan, jumlah bantuan perahu meningkat signifikan. Jika pada tahun sebelumnya pemerintah menyalurkan 80 unit perahu, maka pada tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi 200 unit, yang diproduksi oleh putra-putri asli daerah.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan alat tangkap ikan sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya mama-mama Papua yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
“Harapan kami, seluruh program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga semakin mandiri secara ekonomi,” kata Bupati.
Dorong Pelestarian Budaya dan Kehidupan Keagamaan
Selain pembangunan fisik dan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Deiyai juga terus memberikan perhatian terhadap pengembangan seni dan budaya melalui Dekranasda Kabupaten Deiyai.
Meski belum tersedia anggaran hibah gereja secara khusus pada tahun 2026, pemerintah tetap memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan seperti retret, pentahbisan, dan kegiatan pelayanan lainnya.
Bupati juga mengungkapkan bahwa setiap tanggal 26 pemerintah bersama masyarakat menggelar ibadah bertajuk “Deiyai Bermazmur” sebagai upaya memperkuat kehidupan rohani dan kebersamaan masyarakat.
OPD Diminta Jalankan Program Sesuai Amanat UU Otsus
Dalam kegiatan tersebut, MRP Papua Tengah menyerahkan secara simbolis buku Undang-Undang Otonomi Khusus kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai.
Bupati meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memahami substansi regulasi tersebut sehingga setiap program yang dijalankan benar-benar sejalan dengan amanat Otsus.
Ia juga menginstruksikan agar setiap bantuan kepada masyarakat didahului dengan sosialisasi sehingga penerima memahami tujuan program pemerintah.
Sebanyak 500 buku Undang-Undang Otonomi Khusus akan dibagikan kepada OPD serta berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari peningkatan pemahaman mengenai pelaksanaan Otsus di Kabupaten Deiyai.
MRP Papua Tengah Apresiasi Capaian Pemerintah Deiyai
Sementara itu, Ketua Pokja Perempuan MRP Papua Tengah sekaligus Ketua Tim Sosialisasi UU Otsus, Debora Mote, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai capaian pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Deiyai.
Menurutnya, tim MRP telah meninjau langsung sejumlah proyek seperti Pasar Mama, Asrama Trotman, hingga Galeri Budaya yang sedang dibangun.
Debora menilai berbagai program tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah menerjemahkan semangat Otonomi Khusus ke dalam pembangunan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya Orang Asli Papua.
Ia berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah dapat menindaklanjuti arahan Bupati agar implementasi Dana Otsus semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Deiyai di masa mendatang.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar