INFO NABIRE
Home » Blog » PELNI Nabire Ungkap Alasan Tiket Kapal Cepat Habis

PELNI Nabire Ungkap Alasan Tiket Kapal Cepat Habis

(Kantor PELNI Nabire)
(Kantor PELNI Nabire)

Nabire, 10 Juli 2026 – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memberikan penjelasan terkait keluhan masyarakat Kabupaten Nabire yang belakangan ini mengaku kesulitan memperoleh tiket kapal laut. Menurut PELNI, tingginya permintaan penumpang menjadi salah satu penyebab tiket cepat habis. Untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat Nabire, KM Ciremai bahkan melakukan deviasi pelayaran (perubahan rute pelayaran) dengan menambahkan Pelabuhan Nabire sebagai pelabuhan singgah khusus pada satu voyage (pelayaran).

Sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket kapal PELNI, baik melalui aplikasi PELNI Mobile maupun di loket penjualan resmi. Banyak calon penumpang mengaku tiket sudah tidak tersedia hanya dalam waktu singkat setelah penjualan dibuka.

Menanggapi keluhan penumpang terkait tiket yang cepat habis, Malik menuturkan, pada dasarnya KM. Ciremai memang melayani banyak pelabuhan sehingga untuk kuota tiket memang terbagi sedemikian rupa, namun Pelni tetap berkomitmen melayani masyarakat Nabire dengan menyediakan kuota tambahan non-seat bagi calon penumpang yang akan berpergian dari Nabire dengan tetap mengedepankan pelayanan yang optimal. Masyarakat juga masih memiliki opsi untuk menggunakan KM. Dobonsolo yang dijadwalkan masuk Nabire pada bulan yang sama.

Meski demikian, PELNI memastikan masyarakat tidak perlu khawatir apabila ingin menggunakan layanan KM Ciremai.

“Khusus voyage ini hanya bisa mengakomodasi penumpang non-seat (tanpa tempat tidur). Kalau masyarakat datang mengantre ke kantor PELNI, pasti akan mendapatkan tiket non-seat untuk KM Ciremai,” terang pihak PELNI.

Penjelasan tersebut sekaligus menjawab kebingungan masyarakat yang sebelumnya mengira seluruh tiket KM Ciremai telah habis terjual.

Sementara itu, untuk KM Dempo, PELNI membenarkan bahwa seluruh kuota tiket memang telah habis karena tingginya permintaan masyarakat pada rute tersebut.

“Kalau untuk KM Dempo memang sudah habis,” ujar Malik Rais.

Adapun terkait KM Dobonsolo yang belum muncul dalam sistem pemesanan, PELNI menegaskan kondisi tersebut bukan karena tiket telah habis ataupun tidak tersedia.

Menurut PELNI, penjualan tiket KM Dobonsolo hingga kini belum dibuka karena masih dilakukan proses penyesuaian tarif pada sistem pemesanan.

“Kalau Dobonsolo bukan tidak ada. Penjualannya memang belum dibuka karena masih ada penyesuaian tarif di sistem,” jelasnya.

Terkait keterbatasan kuota tiket, PELNI menegaskan bahwa jumlah tiket yang dijual telah disesuaikan dengan standar keselamatan dan kapasitas kapal. Karena itu, apabila kuota tiket telah habis terjual, calon penumpang diimbau untuk dapat memakluminya. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang, sekaligus menjaga kualitas layanan selama perjalanan.

Sebelumnya, keluhan mengenai sulitnya memperoleh tiket disampaikan sejumlah warga kepada Nabire.Net. Salah satunya adalah Wahyu yang mengaku kesulitan membeli tiket meskipun sudah siap melakukan pembayaran.

“PELNI, kenapa mau beli saja susah ya, mau bayar,” ujar Wahyu.

Keluhan serupa juga disampaikan Maman. Ia mengaku mendapatkan informasi yang berbeda saat mencari kepastian mengenai pembelian tiket non-seat.

Menurutnya, saat bertanya ke loket PELNI Nabire, dirinya diarahkan menghubungi loket Surabaya. Namun setelah menghubungi Surabaya, ia justru diminta memantau aplikasi PELNI Mobile secara berkala.

“Dari loket Nabire dibilang langsung ke loket di Surabaya. Sampai loket Surabaya dibilang lewat aplikasi, nanti cek secara berkala. Jadi tidak tahu tiket non-seat di Surabaya ini ke mana jualnya,” ungkap Maman.

Berdasarkan laporan yang diterima Nabire.Net, sebagian masyarakat mengaku telah beberapa kali mencoba membeli tiket melalui aplikasi PELNI Mobile tepat saat jadwal penjualan dibuka. Namun dalam hitungan menit, tiket yang tersedia sudah tidak dapat dipesan lagi.

Sebagian calon penumpang kemudian mendatangi kantor PELNI di Nabire dengan harapan masih tersedia kuota pembelian secara langsung. Namun mereka juga mendapati tiket untuk sejumlah kapal telah habis.

Transportasi laut hingga kini masih menjadi salah satu moda utama masyarakat Nabire untuk bepergian menuju berbagai kota seperti Surabaya, Makassar, Ambon, Sorong maupun wilayah lain di Indonesia. Kapal laut menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang hendak bekerja, melanjutkan pendidikan, menjalani pengobatan maupun mengunjungi keluarga.

Di sisi lain, PELNI saat ini juga tengah menjalankan program diskon tiket sebesar 30 persen bagi kapal penumpang kelas ekonomi. Program tersebut merupakan bagian dari stimulus ekonomi pemerintah yang berlaku untuk pembelian tiket sejak 6 Juni 2026, dengan periode keberangkatan mulai 20 Juni hingga 15 Agustus 2026.

Program diskon tersebut dinilai turut meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi laut sehingga permintaan tiket pada sejumlah rute mengalami lonjakan cukup tinggi.

Meski demikian, masyarakat berharap informasi mengenai kuota tiket, jadwal pembukaan penjualan, hingga mekanisme pembelian tiket non-seat dapat disampaikan secara lebih jelas agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan calon penumpang.

Melalui penjelasan terbaru ini, PELNI berharap masyarakat memperoleh kepastian mengenai kondisi tiket yang tersedia. Bagi calon penumpang yang ingin menggunakan KM Ciremai pada voyage deviasi tersebut, masyarakat diimbau datang langsung ke kantor PELNI untuk memperoleh tiket non-seat. Sementara itu, calon penumpang KM Dobonsolo diminta menunggu hingga proses penyesuaian tarif pada sistem selesai sehingga penjualan tiket dapat segera dibuka.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.